<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227</id><updated>2012-01-26T08:47:27.376+08:00</updated><title type='text'>PARFI KHADIYANTO</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>141</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-1899214107161291098</id><published>2012-01-26T08:42:00.001+08:00</published><updated>2012-01-26T08:47:27.386+08:00</updated><title type='text'>JANGAN MENIUP AIR PANAS KETIKA MAU DIMINUM</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Ri1e_3Bd0G4/TyChSvbvzDI/AAAAAAAAASo/mKtqMjL77UE/s1600/Hands006.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="292" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ri1e_3Bd0G4/TyChSvbvzDI/AAAAAAAAASo/mKtqMjL77UE/s400/Hands006.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Abu Sa'id al-Khudri radliyallah 'anhu, Bahwa Nabi&lt;br /&gt;shallallahu 'alaihi wasallam melarang meniup DI DALAM&lt;br /&gt;air minum." (HR. al-Tirmidzi no. 1887 dan beliau mensahihkannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meskipun panas, jangan meniup makanan atau air minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang sahabat2nya meniup air &lt;br /&gt;panas yg akan diminum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan baru diketahui ternyata air panas (H2O) bertemu (CO2) yang &lt;br /&gt;dihembuskan mulut mengeluarkan (CO2), akan menghasilkan H2CO3, asam &lt;br /&gt;karbonat, jika asam karbonat ini masuk kedalam tubuh manusia, bisa &lt;br /&gt;mengakibatkan penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAA ILAHA ILLA ALLAH WA ALLAHU AKBAR&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-1899214107161291098?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/1899214107161291098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=1899214107161291098' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1899214107161291098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1899214107161291098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2012/01/jangan-meniup-air-panas-ketika-mau.html' title='JANGAN MENIUP AIR PANAS KETIKA MAU DIMINUM'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Ri1e_3Bd0G4/TyChSvbvzDI/AAAAAAAAASo/mKtqMjL77UE/s72-c/Hands006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-4066030950529665295</id><published>2012-01-26T08:34:00.000+08:00</published><updated>2012-01-26T08:34:04.704+08:00</updated><title type='text'>MULAILAH DARI YANG SIMPEL, AKHIRNYA YANG SULIT AKAN TERSELESAIKAN JUGA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-62kHbHMrjZM/TyCfUUXvmQI/AAAAAAAAASc/s1U5Oghvg0Y/s1600/DSCN0450%2Brz.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="269" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-62kHbHMrjZM/TyCfUUXvmQI/AAAAAAAAASc/s1U5Oghvg0Y/s400/DSCN0450%2Brz.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MULAILAH DARI YANG SIMPEL, AKHIRNYA YANG SULIT AKAN TERSELESAIKAN JUGA&lt;br /&gt;by Parfi Kh on Thursday, January 26, 2012 at 7:16am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekedar share dari cerita yang dikirim teman.....rasanya ada manfaatnya juga untuk dibaca, kalau cerita ini benar...wah, wah kok gawat juga kondisi petugas-petugas di jalan raya, semoga negeri ini segera dikarunia orang baik yang bisa dijadikan contoh teladan dalam kehidupan, amin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari kiriman kerabat dekat; semoga bermanfaat :Beberapa waktu yang lalu ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat terekam oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.&lt;br /&gt;Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?&lt;br /&gt;Sopir ( Sop ) : Baik Pak?&lt;br /&gt;P : Mas tau..kesalahannya apa?&lt;br /&gt;Sop : Gak pak&lt;br /&gt;P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang, lalu menulis dengan sigap&lt;br /&gt;Sop : Pak jangan ditilang deh, wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana? kalo ada pasti saya pasang&lt;br /&gt;P : Sudah, saya tilang saja, kamu tau gak banyak mobil curian sekarang, (dengan nada keras !! )&lt;br /&gt;Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan ada STNK nya pak, ini kan bukan mobil curian!&lt;br /&gt;P : Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)&lt;br /&gt;Sop : Maaf pak saya gak mau yang surat tilang warna MERAH, Saya mau yg warna BIRU aja&lt;br /&gt;P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu gak berlaku!&lt;br /&gt;Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?&lt;br /&gt;P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU, Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini gak bisa, Kalo kamu gak mau, ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)&lt;br /&gt;Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi) Dalam hati saya, berani betul sopir taksi ini,&lt;br /&gt;P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas ya !!!&lt;br /&gt;Sop : Siapa yg melawan? Saya kan cuman minta form BIRU, Bapak kan yang gak mau ngasih&lt;br /&gt;P : Kamu jangan macam-macam yah, saya bisa kenakan pasal melawan petugas!&lt;br /&gt;Sop : Saya gak melawan !!! Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh? kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP) Wah, wah hebat betul nih sopir ! berani, cerdas dan trendy ? (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.&lt;br /&gt;P : Hey! Kamu bukan wartawan khan ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan shoot pertama, (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lain lagi)&lt;br /&gt;P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu&lt;br /&gt;Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya) lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi&lt;br /&gt;P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)&lt;br /&gt;Sop: Gak sama saya pak?. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)&lt;br /&gt;P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal) Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600,- sambil berkata : Nih kamu bayar sekarang ke BRI, lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu,...&lt;br /&gt;S : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong, ... kalo dari tadi gini kan enak,...Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada saya, Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya ... mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan. Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, Hatiku senang banget pak, biar ditilang, tapi bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham macam2 surat tilang. Tambahnya, Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI?. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!&lt;br /&gt;Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut: SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela dirisecara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang... Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang..SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!?&lt;br /&gt;Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.&lt;br /&gt;Forward email ini beritahukan teman, saudara sama keluarga Anda.&lt;br /&gt;Berantas korupsi dari sekarang, mulailah dari korupsi-korupsi kecil, saya yakin akhirnya nanti yang besar akan tertumpas juga. &lt;br /&gt;Kalau mulai dari yang besar memang baik juga, tapi sayangnya "korupsi besar" hukumannya ringan - so orang2 tetep pada pilih korupsi, klo yang kecil meski cuman sanksi "nama jelek"....akhirnya orang akan berfikir "NGAPAIN CARI DUIT KECIL TIDAK HALAL MALAH DAPAT NAMA JELEK..." klo sudah sadar pasti akhirnya akan menolak juga uang tidak halal segede apapun.....Wassalaamu'alaikum.&lt;br /&gt;(dimodifikasi dari: Anggota Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-4066030950529665295?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/4066030950529665295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=4066030950529665295' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/4066030950529665295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/4066030950529665295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2012/01/mulailah-dari-yang-simpel-akhirnya-yang.html' title='MULAILAH DARI YANG SIMPEL, AKHIRNYA YANG SULIT AKAN TERSELESAIKAN JUGA'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-62kHbHMrjZM/TyCfUUXvmQI/AAAAAAAAASc/s1U5Oghvg0Y/s72-c/DSCN0450%2Brz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-5349331765152289814</id><published>2011-07-04T19:52:00.000+08:00</published><updated>2011-07-04T19:52:16.899+08:00</updated><title type='text'>Adus Rak Adus Kudu Mbayar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-13q4zW-F7uQ/ThGpR9dlFcI/AAAAAAAAASU/Wzl0cn5MyBo/s1600/soler9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="299" src="http://4.bp.blogspot.com/-13q4zW-F7uQ/ThGpR9dlFcI/AAAAAAAAASU/Wzl0cn5MyBo/s400/soler9.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMARANG METRO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04 Juli 2011&lt;br /&gt;Rame Kondhe&lt;br /&gt;Adus Rak Adus Kudu Mbayar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandhane Hartono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAMAN Lik Dul ijik cilik, banyu ledeng rak entuk dienggo sembarangan. Banyu ledeng entukke mung nggo masak tok. Kejaba jumlahe sithik, ijik ndadak ngangsu nganggo pikulan barang. Sarakke rak kabeh omah ndhuwe ledeng. Nek wegah ngangsu, ya kudu tuku banyu sing diiderke nganggo songro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyu ledeng dienggo ngumbah brompit wae rak entuk, apa maneh dienggo nyirami tanduran. Nek ameh ngumbah brompit apa pit onthel kudu lunga kali. Kae lho nggon cedhake pintu air Imam Bonjol. Kaline cethek, banyune bening banget. Akeh becak mbek bemo sing dikumbah nggon kana. Saiki banyune wis rak apik, malah kadang ambune badheg banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jare Lik Dul, Yu Nah saiki wegah masak nganggo banyu ledeng. Lha wis piye, panci mbek ceret nek dienggo nggodhog banyu ledeng cepet kandel merga akeh kerake. Ibu-ibu saiki nek masak nganggone banyu isi ulang. Sing sugih sithik nganggo banyu galonan sing mereke terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saiki banyu ledeng mung dienggo adus mbek umbah-umbah lan asah-asah. Malah ana sing dienggo nyirami latar barang ben bleduke rak mabul-mabul,” kandhane Lik Dul wektu ngumbah brompite sing bar dienggo krubyuk-krubyuk nggon dhaerah rob. Jare ben rak cepet neyeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Nang sing bar teka balbalan dikon adus wegah malah ameh dolan maneh. Lik Dul dadi mberung. Wong adus garek adus rak sah ndadak ngangsu wae kok males. Wis ben to, Lik, wong bocah wis gedhe. Mengko nek wayahe adus kan adus dhewe. Nek pancen males ya rak papa, sisan ndene ngirit banyu ben mbayare ledeng rak kakehan.&lt;br /&gt;”Ngirit sing kepiye, Ton. Jaman saiki adus rak adus tetep mbayar,” jawab Lik Dul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing kandha sapa? Nek dhewe nganggone banyu ngirit, ya mesthi mbayare ledeng sithik to, Lik?&lt;br /&gt;”Kowe ameh nganggo banyu limang kibik utawa pitung kibik, mbayarmu tetep selepuh! Nek rak percaya takona Yu Nah sing bar mbayar ledeng. Iki merga ana ketentuan pemakaian minimal,” teges Lik Dul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggolek Bathi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lik Dul neruske critane. Jare dheknen kabeh perumahan anyar mesthi wis ana ledenge. Pasang rak pasang, tuku omah mesthi wis ana listrik mbek ledenge. Padhalan, akeh wong sing tuku omah mung dienggo celengan, carane cah saiki dienggo investasi gitu loh!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nek omahe kosong, berarti ledenge kan isa diarani rak tau dienggo. Naming sing ndhuwe tetep kudu mbayar sepuluh kibik. Nek ngasi telat mbayar langsung dipedhot. Apa iki jenenge rak nggolek menange dhewe?” kandhane Lik Dul.&lt;br /&gt;Mulane kancaku wingi padha muring-muring, Lik. Wong ledeng rak tau dienggo mbayare kok tetep larang. Maune dheknene ngira banyune disikati tanggane. Malah ana sing nganggep nyathete meteran dhengkulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angger diprotes, jawabe jare merga pagere digembok, dadine tukang cathet meteran rak isa nyedhak. Padhalan omahe durung ana pagere. Nek PDAM nerapke aturan pemakaian minimal 10 kibik, berarti BUMD kuwi rak gelem rekasa kepingin cepet-cepet nggolek bathi to, Lik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jare kancaku kebijakan kuwi wis diterapke kit taun 2005. Naming, anggota DPRD malah rak ana sing reti. Dhasar aturane apa, ketoke ya digolek-goleke. Apa iki merga PDAM rak ana saingane ya, Lik, dadine wani nerapke kebijakan sepihak. Pelanggan isane mung piya-piye. Nek ameh nggolek bathi, PDAM kudune wani ngilangi kebocoran, aja ngathaki pelanggan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Padhalan ning tipi kerep ana kampanye, hemat energi, hemat air! Nek carane ngene, sing ngirit pelanggan sing bathi PDAM. Sesuk aku meh nantang Pak Ngargono, kae lho Ketua LP2K. Jajal sampek tekan endhi jenggote isa nglindungi konsumen!” teges Lik Dul. (61)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-5349331765152289814?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/5349331765152289814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=5349331765152289814' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/5349331765152289814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/5349331765152289814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/07/adus-rak-adus-kudu-mbayar.html' title='Adus Rak Adus Kudu Mbayar'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-13q4zW-F7uQ/ThGpR9dlFcI/AAAAAAAAASU/Wzl0cn5MyBo/s72-c/soler9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-1586415807560625178</id><published>2011-04-09T23:36:00.000+08:00</published><updated>2011-04-09T23:36:30.923+08:00</updated><title type='text'>Jual-Beli Pemimpin di Industri Demokrasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-rFxvLWvhcvc/TaB80KJPXaI/AAAAAAAAASI/MBAlEORaXeU/s1600/kumuh%2B6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="275" src="http://2.bp.blogspot.com/-rFxvLWvhcvc/TaB80KJPXaI/AAAAAAAAASI/MBAlEORaXeU/s400/kumuh%2B6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tulisan menarik, sayang kalau terbuang, untuk itu saya copy-kan sebagai dokumen di blog saya ini, dengan pernyataan mohon maaf kepada penulis dan penerbit, saya belum minta ijin, tetapi karena semata-mata demi dokumentasi, saya beranikan diri untuk memasukkan di blog saya ini, terimakasih dan mohon maaf....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republika&lt;br /&gt;Minggu, 03 April 2011&lt;br /&gt;Jual-Beli Pemimpin di Industri Demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh KH A Hasyim Muzadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://koran.republika.co.id/koran/133/132342/Jual_Beli_Pemimpin_di_Industri_Demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang pasti para founding fathers, jamaah pendiri republik,&lt;br /&gt;dan syarikat penyusun tata kerja dan pola kerja pemerintahan negeri&lt;br /&gt;ini di masa lalu akan tercengang kalau sempat menyaksikan Indonesia&lt;br /&gt;masa kini. Betapa tidak! Nyaris semua pilar kehidupan sudah terbalik-&lt;br /&gt;balik. Semuanya terjadi sesuai selera belaka. Bahkan, konsensus&lt;br /&gt;nasional pun dibuat atas cita rasa selera. Celakanya, semua terjadi&lt;br /&gt;atas nama "konstitusi". Yang paling mutakhir adalah militansi ketua&lt;br /&gt;sebuah federasi olahraga yang menolak mundur "on behalf of" konstitusi,&lt;br /&gt;meski semua suara sepakat "melemparnya keluar pesawat". Dalam situasi&lt;br /&gt;demikian, di mana gerangan berkah kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia masa kini adalah negeri modern dengan berbagai fasilitas&lt;br /&gt;dan medium paling sempurna untuk membuat semua mimpi menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;Sebuah "dunia" di mana yang mustahil bisa menjadi nyata, sistem pe-&lt;br /&gt;merintahan presidensial, tapi serasa parlementerian ahli ekonomi ber-&lt;br /&gt;baju mantel pengisap rente, bahkan para moralis bisa sekamar dengan&lt;br /&gt;pelaku jual-beli aneka macam "amanat" rakyat. Sebuah "perselingkuhan"&lt;br /&gt;yang menjijikkan. Perselingkuhan yang tentu saja dilegitimasi atas&lt;br /&gt;nama "konstitusi". Lalu, di mana berkah sebuah konstitusi bagi&lt;br /&gt;kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semua ragam pragmatisme itu, di sini amat gampang ditemukan.&lt;br /&gt;Hatta kalau kita ingin membeli kepemimpinan, di mana adanya? Hanya&lt;br /&gt;di Indonesia modern kita akan memperoleh fasilitas paling nyaman&lt;br /&gt;untuk menjadi pemimpin. Dan, itu akan semakin gampang dilakukan&lt;br /&gt;kalau kita memiliki keberanian. Berani yang tidak menyisakan rasa&lt;br /&gt;takut sedikit pun. Bahkan, kalau harus berhadapan dengan para&lt;br /&gt;malaikat pencabut nyawa; para pemimpin produk demokrasi industri&lt;br /&gt;sudah siap dengan segala bentuk jawaban. Tentu saja, tak ada ke-&lt;br /&gt;berkahan hidup dalam industri demokrasi semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak percaya? Lihatlah betapa demokrasi di negeri ini sudah benar-&lt;br /&gt;benar menjelma sebuah industri. Dulu, dari zaman James Watt, kita&lt;br /&gt;hanya mengenal industri dalam kaitannya dengan alat-alat industri&lt;br /&gt;yang bertujuan "membuat" hidup jadi lebih mudah. Maka, muncullah&lt;br /&gt;mesin uap. Tapi, Watt tak akan pernah menyangka, "uap" yang jamak&lt;br /&gt;ditemukan untuk menjalankan sebuah mesin, kini telah sukses membuat&lt;br /&gt;banyak anggaran negara "menguap". Dulu, kita mengenal Thomas Alva&lt;br /&gt;Edison karena jasanya membuat dunia terang benderang. Tapi, tentu&lt;br /&gt;dia tak akan pernah menyangka listrik menjadi ladang korupsi yang&lt;br /&gt;membuat sebuah bangsa merana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana semua ini bisa terjadi? Salah satunya yang paling mungkin&lt;br /&gt;tentu di negeri kita. Sebab, di sini para pemimpin formal dan non-&lt;br /&gt;formal bisa berada dalam satu tarikan napas; memproduksi pemimpin-&lt;br /&gt;pemimpin yang bukan taat kepada rakyat, melainkan patuh kepada&lt;br /&gt;yang membelikan baginya kepemimpinan. Kalau di antara kita punya&lt;br /&gt;kenekatan, cobalah peruntungan di bursa industri demokrasi. Kini,&lt;br /&gt;sudah amat sulit menemukan di negeri ini, pemimpin yang benar-benar&lt;br /&gt;datang dari rakyat, besar bersama rakyat, dan hidupnya hanya di-&lt;br /&gt;abadikan untuk rakyat yang melindungi dan membesarkannya. Kondisi&lt;br /&gt;ini terjadi di hampir semua strata; dari tingkat RT ke RW, dari&lt;br /&gt;kepala desa ke wali kota, bupati, gubernur hingga ke presiden,&lt;br /&gt;dari DPRD hingga DPR-RI di pusat pemerintahan, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah kita mengenal mereka semua, para pemimpin, sebelum akhir-&lt;br /&gt;nya menjadi produk asli industri demokrasi? Tahu-tahu, dia yang&lt;br /&gt;selama ini dikenal sebagai pengusaha lalu mentas di Senayan.&lt;br /&gt;Tahu-tahu, dia yang dulu penarik retribusi di pasar, kini sudah&lt;br /&gt;menjadi anggota DPRD Kota. Dulu, dia tak lebih dari seorang preman&lt;br /&gt;kelas kampung, tapi kini sudah mengendarai mobil berlavel SUV atas&lt;br /&gt;nama wakil rakyat. Kalau kita, sekali lagi, punya keberanian dan&lt;br /&gt;sedikit modal teriak-teriak, datanglah kepada pemilik modal,&lt;br /&gt;mintalah mengeluarkan sedikit uang, maka jadilah kita seorang&lt;br /&gt;pemimpin yang sah plus legitimate sesuai norma demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hindari politik uang" tak lebih dari sebuah semboyan di mulut,&lt;br /&gt;tetapi akan segera mengering diterpa kipas-kipas lembaran rupiah.&lt;br /&gt;Kapitalisme yang mencengkeram kuat Indonesia benar-benar telah&lt;br /&gt;membuat nilai luhur demokrasi menjadi layaknya sebuah industri;&lt;br /&gt;industri penghasil hak suara yang kemudian dijual kepada konsumen.&lt;br /&gt;Tentu pembelinya adalah kelompok berduit dan kekuasaan yang tidak&lt;br /&gt;percaya diri bahwa dia didukung rakyat. Satu hal yang hampir&lt;br /&gt;dapat dipastikan, uangnya bukan kantong sendiri. Ah yang benar?&lt;br /&gt;Lihatlah tanda-tandanya! "Siapa yang menang di bursa pemilihan?&lt;br /&gt;Yang independen ataukah yang mendadak menang, karena kekuatan&lt;br /&gt;tukang intervensi?" Pemimpin yang insya Allah tak akan berkah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau akhirnya terpilih, akan dengan mudah ditebak ke mana ia&lt;br /&gt;akan melangkah. Akankah dia mengabdi kepada para pemilihnya&lt;br /&gt;ataukah mengabdi kepada orang atau pihak yang membelikan untuk-&lt;br /&gt;nya kepemimpinan. Saat ini, karena demokrasi sudah menjelma&lt;br /&gt;industri, penikmatnya adalah dari kelas masyarakat paling atas&lt;br /&gt;hingga mereka yang berada di paling dasar. Rakyat pembeli suara&lt;br /&gt;akan berkolaborasi secara mekanis dengan para cukong pembeli&lt;br /&gt;suara untuk memproduksi kepemimpinan untuk si terpilih.&lt;br /&gt;Renungkan! Betapa hal ini terjadi di semua tingkatan dalam&lt;br /&gt;semua lapisan masyarakat, baik itu kepemimpinan formal, non-&lt;br /&gt;formal dan informal. Bahkan, untuk jadi seorang "tokoh" pun,&lt;br /&gt;kita bisa mencarinya di bursa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tinggal memoles diri atau dipoles alias membangun citra&lt;br /&gt;menjadi "seolah-olah". Seolah-olah telah menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;Seolah-olah pembela rakyat. Ini semua amat bergantung pada&lt;br /&gt;selera pemesan. Kalau ingin jadi pemimpin dermawan, tinggal&lt;br /&gt;panggil EO atau PR, lalu bersafari ke kantong-kantong kemiskin-&lt;br /&gt;an, tebar derma. Jangan lupa ikut sertakan beberapa kru media&lt;br /&gt;massa. Jangan takut jatuh miskin sebab dermanya tidak meloncat&lt;br /&gt;dari kantong sendiri. Itu bisa dari loan, hibah, atau pajak&lt;br /&gt;yang diambil dari rakyat. Maka, jadilah kita sebagai pemimpin&lt;br /&gt;seolah-olah di tengah rakyat yang juga seolah-olah. Seolah-&lt;br /&gt;olah produk asli demokrasi. Bentuk pemerintahan yang katanya&lt;br /&gt;kita adopsi dari luar. Dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kita bahwa yang kita hadapi ini bukan dunia seolah-&lt;br /&gt;olah? Sejujurnya kita hidup di dunia nyata yang semua per-&lt;br /&gt;buatan kita harus dipertanggungjawabkan. Kalau pelanggaran&lt;br /&gt;atas norma kehidupan masuk kategori rusak dan merusak, Allah&lt;br /&gt;akan menyiapkan respons serius atas polah tingkah laku kita.&lt;br /&gt;Maka, jangan kaget jika muncul aneka macam musibah dan bencana.&lt;br /&gt;Kelaparan dan ketakutan seperti menyelimuti anak bangsa ini.&lt;br /&gt;"Fa AdzaaqohaalLaahu Libaasal Juu-i W al Khoufi-Maka Allah&lt;br /&gt;akan merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan."&lt;br /&gt;"…Liyakfuruu Bimaa Aatainaahum Fa Tamatta-uu-Biarlah mereka&lt;br /&gt;mengingkari apa yang telah Kami berikan kepada mereka, maka&lt;br /&gt;bersenang-senanglah." (QS an-Nahl : 55). Sadarlah, berkah&lt;br /&gt;kehidupan sangat mungkin hilang akibat industri demokrasi.&lt;br /&gt;Wallaahu A'lamu Bishshowaab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-1586415807560625178?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/1586415807560625178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=1586415807560625178' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1586415807560625178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1586415807560625178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/04/jual-beli-pemimpin-di-industri.html' title='Jual-Beli Pemimpin di Industri Demokrasi'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rFxvLWvhcvc/TaB80KJPXaI/AAAAAAAAASI/MBAlEORaXeU/s72-c/kumuh%2B6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-9098821081532185270</id><published>2011-02-21T20:37:00.000+08:00</published><updated>2011-02-21T20:37:25.475+08:00</updated><title type='text'>BERBAKTI KEPADA ORANG TUA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nIcrtE84M94/TWJcZXv3gwI/AAAAAAAAASA/S7TVvFftBw0/s1600/Bapak%2BIbu_1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="256" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-nIcrtE84M94/TWJcZXv3gwI/AAAAAAAAASA/S7TVvFftBw0/s400/Bapak%2BIbu_1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak ayat yang mendudukkan ridha orang tua setelah ridha Allah dan keutamaan berbakti kepada orang tua adalah sesudah keutamaan beriman kepada Allah. Allah berfirman yang artinya, “Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbakti kepada dua orang ibu-bapanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS. Lukman: 14). Lihat pula QS. al-Isra 23-24, an-Nisa 36, al-An’am 151, al-Ankabut 08.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima kriteria yang menunjukkan bentuk bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tidak ada komentar yang tidak mengenakkan dikarenakan melihat atau tercium dari kedua orang tua kita sesuatu yang tidak enak. Akan tetapi memilih untuk tetap bersabar dan berharap pahala kepada Allah dengan hal tersebut, sebagaimana dulu keduanya bersabar terhadap bau-bau yang tidak enak yang muncul dari diri kita ketika kita masih kecil. Tidak ada rasa susah dan jemu terhadap orang tua sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tidak menyusahkan kedua orang tua dengan ucapan yang menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mengucapkan ucapan yang lemah lembut kepada keduanya di-iringi dengan sikap sopan santun yang menunjukkan penghormatan kepada keduanya. Tidak memanggil keduanya langsung dengan namanya, tidak bersuara keras di hadapan keduanya. Tidak menajamkan pandangan kepada keduanya (melotot) akan tetapi hendaknya pandangan kita kepadanya adalah pandangan penuh kelembutan dan ketawadhuan. Allah berfirman yang artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. al-Isra: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urwah mengatakan jika kedua orang tuamu melakukan sesuatu yang menimbulkan kemarahanmu, maka janganlah engkau menajamkan pandangan kepada keduanya. Karena tanda pertama kemarahan seseorang adalah pandangan tajam yang dia tujukan kepada orang yang dia marahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, berdoa memohon kepada Allah agar Allah menyayangi keduanya sebagai balasan kasih sayang keduanya terhadap kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, bersikap tawadhu’ dan merendahkan diri kepada keduanya, dengan menaati keduanya selama tidak memerintahkan kemaksiatan kepada Allah serta sangat berkeinginan untuk memberikan apa yang diminta oleh keduanya sebagai wujud kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Allah untuk berbuat baik kepada orang tua itu bersifat umum, mencakup hal-hal yang disukai oleh anak ataupun hal-hal yang tidak disukai oleh anak. Bahkan sampai-sampai Al-Qur’an memberi wasiat kepada para anak agar berbakti kepada kedua orang tuanya meskipun mereka adalah orang-orang yang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika keduanya memaksamu untuk  mempersekutukan  dengan  Aku  sesuatu yang  tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergauilah keduanya di dunia dengan  baik,  dan  ikutilah jalan   orang   yang  kembali  kepada-Ku,  kemudian  hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Lukman: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Menjadi Anak Berbakti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi, agar seorang anak bisa disebut sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu, lebih mengutamakan ridha dan kesenangan kedua orang tua daripada ridha diri sendiri, isteri, anak, dan seluruh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua, menaati orang tua dalam semua apa yang mereka perintahkan dan mereka larang baik sesuai dengan keinginan anak ataupun tidak sesuai dengan keinginan anak. Selama keduanya tidak memerintahkan untuk kemaksiatan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga, memberikan untuk kedua orang tua kita segala sesuatu yang kita ketahui bahwa hal tersebut disukai oleh keduanya sebelum keduanya meminta hal itu. Hal ini kita lakukan dengan penuh kerelaan dan kegembiraan dan selalu di-iringi dengan kesadaran bahwa kita belum berbuat apa-apa meskipun seorang anak itu memberikan hidup dan hartanya untuk kedua orang tuanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-9098821081532185270?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/9098821081532185270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=9098821081532185270' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/9098821081532185270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/9098821081532185270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/02/berbakti-kepada-orang-tua.html' title='BERBAKTI KEPADA ORANG TUA'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nIcrtE84M94/TWJcZXv3gwI/AAAAAAAAASA/S7TVvFftBw0/s72-c/Bapak%2BIbu_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-1391771451661410697</id><published>2011-02-21T09:32:00.000+08:00</published><updated>2011-02-21T09:32:19.259+08:00</updated><title type='text'>UNTUK MAHASISWA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Co4VxaSJKiU/TWHAWjrnjhI/AAAAAAAAAR4/dWkANhGxcpU/s1600/beatles-the-the-beatles-1192706.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="379" width="304" src="http://1.bp.blogspot.com/-Co4VxaSJKiU/TWHAWjrnjhI/AAAAAAAAAR4/dWkANhGxcpU/s400/beatles-the-the-beatles-1192706.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yth para mahasiswa sekalian, mulai 2 Maret 2011 sudah ada kuliah untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MKP PERILAKU MASYARAKAT DAN RUANG PERKOTAAN (MKP 326)&lt;br /&gt;Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota&lt;br /&gt;Waktu    : Rabu, Jam 12.25 – 14.55 WIB &lt;br /&gt;Tempat   : B - 101&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi Perkuliahan&lt;br /&gt;Kuliah Perilaku Masyarakat dan Ruang Perkotaan membahas mengenai hubungan antara lingkungan sosial dengan lingkungan binaan (man made environment), dimana perilaku manusia (lingkungan sosial) adalah bagian dari terciptanya suatu kawasan perkotaan, sebagai dasar pertimbangan dalam proses perencanaan dan perancangan ruang perkotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menentukan nilai akhir akan digunakan pembobotan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Evaluasi tengah semester 30%&lt;br /&gt;Evaluasi akhir semester  40%&lt;br /&gt;Evaluasi tugas   30%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Maret 2011    : Awal Perkuliahan&lt;br /&gt;8 Juni 2011   : Akhir Perkuliahan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-1391771451661410697?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/1391771451661410697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=1391771451661410697' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1391771451661410697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1391771451661410697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/02/untuk-mahasiswa.html' title='UNTUK MAHASISWA'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Co4VxaSJKiU/TWHAWjrnjhI/AAAAAAAAAR4/dWkANhGxcpU/s72-c/beatles-the-the-beatles-1192706.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-5011590086025999177</id><published>2011-02-02T10:01:00.000+08:00</published><updated>2011-02-02T10:01:29.720+08:00</updated><title type='text'>EQUALITY BEFORE THE LAW</title><content type='html'>JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi III DPR telah memutuskan melarang dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, mengikuti berbagai rapat di gedung dewan. Alasannya, keduanya tetap berstatus tersangka dugaan suap karena deponering yang berarti mengesampingkan perkara tak menghapus status hukum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas alasan etika dan moral, para wakil rakyat menolak rapat dengan tersangka. Lantas, bagaimana dengan status anggota DPR yang masih tersangka dan tetap mengikuti rapat dengan lembaga negara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Ketua Tim Pembela Bibit-Chandra (TPBC) Bambang Widjojanto mempertanyakan keputusan Komisi III. Saat dihubungi Kompas.com, Selasa (1/2/2011), ia mengatakan, DPR harus konsisten dengan aturan yang diterapkannya. Ketika melarang Bibit-Chandra mengikuti berbagai rapat, hal yang sama juga harus ditetapkan pada anggota DPR yang berstatus tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Senin sore, Komisi III DPR memutuskan menolak kehadiran Bibit dan Chandra dalam rapat dengar pendapat dan forum lain yang mereka gelar. Keputusan ini diambil setelah 23 anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar (F-PG), Fraksi PDI-P, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fraksi PPP, dan Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyetujui penolakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, sebanyak 15 anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD), Fraksi Partai Amanat Nasioanl (F-PAN), dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) setuju tetap menerima mereka. Saat voting digelar, wakil dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Komisi III belum hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bambang, belum ada aturan formal yang mengatur apakah seseorang berstatus tersangka bisa diterima atau ditolak dalam sebuah kegiatan pemerintahan. “Ada juga kan, anggota DPR yang tersangka tetap mengikuti rapat dengan pemerintah. Nah, dalam hal ini, apakah dia juga tidak diperkenankan mengikuti rapat di dewan? Harus ada kesepakatan soal itu karena menyangkut equality before the law,” kata Bambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, aturan yang diterapkan pada Bibit-Chandra, menurutnya, tak pernah diterapkan pada anggota DPR yang juga punya status sama. “Kita lihat, ada anggota dewan yang menjadi tersangka, tetap ikut rapat dengan lembaga penegak hukum. Padahal, hal itu sangat potensial memengaruhi lembaga tersebut dan bertanya dengan leluasa,” ujar mantan calon ketua KPK ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status tersangka yang dinilai DPR masih melekat pada Bibit-Chandra, menurut Bambang, merupakan hal yang masih diperdebatkan. Keputusan deponering adalah kewenangan penuh Jaksa Agung untuk mengesampingkan perkara dengan alasan pertimbangan kepentingan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan demikian, orang yang kasusnya dikenakan deponering, terbukti kesalahannya versi jaksa penuntut umum, bukan terbukti di pengadilan sehingga statusnya tidak sebagai terhukum. Ini masih menjadi problematika hukum,” kata Bambang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-5011590086025999177?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/5011590086025999177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=5011590086025999177' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/5011590086025999177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/5011590086025999177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/02/equality-before-law.html' title='EQUALITY BEFORE THE LAW'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-1341232394395184344</id><published>2011-01-30T20:24:00.000+08:00</published><updated>2011-01-30T20:24:01.454+08:00</updated><title type='text'>ADZAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TUVYHvm_BDI/AAAAAAAAARs/GZRnCLT6kOU/s1600/image003.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="282" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TUVYHvm_BDI/AAAAAAAAARs/GZRnCLT6kOU/s400/image003.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung "Kekuatan Supranatural"&lt;br /&gt;Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Asal Mula Yang Menakjubkan:&lt;br /&gt;Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.”&lt;br /&gt;yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa2 Penting:&lt;br /&gt;Adzan Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi, ketika Peristiwa besar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa besar yang dimaksud adalah&lt;br /&gt;- Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka'bah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Adzan Sudah Miliyaran kali Dikumandangkan:&lt;br /&gt;Sejak pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari . berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2 juta muadzin saja. Hasilnya =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Adzan Ternyata Tidak Pernah Berhenti Berkumandang&lt;br /&gt;Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maa syaa Allah Laa quwwata Illa Billaah&lt;br /&gt;Sumber = eramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-1341232394395184344?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/1341232394395184344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=1341232394395184344' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1341232394395184344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1341232394395184344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/adzan.html' title='ADZAN'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TUVYHvm_BDI/AAAAAAAAARs/GZRnCLT6kOU/s72-c/image003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-2951424363150598562</id><published>2011-01-24T11:40:00.002+08:00</published><updated>2011-01-24T11:40:34.442+08:00</updated><title type='text'>Republik Tersandera Korupsi</title><content type='html'>Republik Tersandera Korupsi&lt;br /&gt;KOMPAS - Senin, 24 Januari 2011 | 03:18 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Eko Prasojo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini seakan tak henti dilanda penyakit korupsi. Setelah berbagai kasus korupsi tak kunjung reda di tingkat nasional, beberapa hari lalu Menteri Dalam Negeri menyatakan bahwa 155 kepala daerah menjadi tersangka dalam kasus korupsi dan 17 di antaranya adalah gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini tak akan mengupas kasus Gayus Tambunan dan kasus korupsi yang terjadi di tingkat nasional. Selain sudah banyak yang memberi perhatian, kasus Gayus ini sangat pelik, kompleks, dan cenderung menjadi the untouchable. Yang lebih besar dan penting perkaranya adalah gejala para kepala daerah yang menjadi tersangka korupsi sebab hal ini benar-benar dapat menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inovator dan koruptor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah seorang yang memberi perhatian kepada perkembangan otonomi daerah, sebenarnya penulis sangat miris membaca banyaknya kepala daerah yang dijadikan tersangka kasus korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kepala daerah adalah para inovator yang telah tercatat namanya tidak saja oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta sejumlah media massa sebagai penerima kusala untuk pelayanan prima dan daerah otonom percontohan; tetapi juga oleh Bank Dunia, UNDP, dan beberapa organisasi internasional lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sendiri tidak berani meyakini bahwa semua kepala daerah itu koruptor meski tentu saja harus dibuktikan secara hukum. Bahkan, hasil penelitian yang dilakukan penulis terhadap beberapa daerah yang inovatif sangat meyakinkan: kemajuan daerah-daerah itu sangat dilandasi oleh komitmen kepala daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah para kepala daerah yang tak saja sangat memiliki kompetensi, legitimasi besar dari masyarakat, tetapi juga kemauan politik memberi manfaat otonomi daerah yang sebesar-besarnya kepada masyarakat. Para kepala daerah yang inovatif memang cenderung tak bisa terpaku pada ketentuan hukum normatif yang sangat membatasi ruang gerak bagi kemajuan daerah. Batasan inovasi dan pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan menjadi sangat kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dalam kasus ini para kepala daerah terjebak dalam penyalahgunaan wewenang yang sering dijadikan logika dasar penegakan hukum, baik oleh kepolisian, kejaksaan, maupun KPK. Para kepala daerah yang demikian sebenarnya sangat disayangkan: karena kesalahan prosedur atau penyalahgunaan wewenang, mereka telah berganti status dari inovator menjadi koruptor. Tentu hal ini jadi ancaman bagi kepala daerah lain untuk menggagas berbagai inovasi pemerintahan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan penulis di beberapa daerah juga menunjukkan bentuk paradoks lain. Selain menghasilkan kepala daerah yang inovatif dan pro-kemajuan daerah, otonomi daerah juga melahirkan kepala daerah yang memang secara genetis berpotensi jadi koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para kepala daerah ini biasanya sangat suka dengan kekuasaan dan cenderung menyalahgunakan wewenang atau mungkin juga berbuat sewenang-wenang. Bukan saja tak inovatif, kepala daerah yang haus kekuasaan ini memang tak punya komitmen untuk kemajuan daerah yang ia pimpin. Hal ini disebabkan modal menjadi kepala daerah sangat besar sehingga harus dikembalikan melalui berbagai cara dalam pemerintahan. Mereka memang pantas disebut sebagai koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima faktor utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan langsung kepala daerah bukan satu-satunya penyebab banyaknya kepala daerah yang dijadikan tersangka korupsi. Seperti disampaikan berulang kali oleh Mendagri dan juga Dirjen Otonomi Daerah, mahalnya biaya pilkada menjadi penyebab utama mengapa para kepala daerah melakukan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat tak masuk akal jika seorang calon kepala daerah menghabiskan puluhan miliar rupiah berkompetisi dalam pilkada untuk mengejar gaji plus segala macam tunjangan yang maksimal dapat diperoleh hingga Rp 100 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada paling tidak lima penyebab banyaknya kepala daerah yang jadi tersangka korupsi, selain mahalnya biaya pilkada. Pertama, penggunaan diskresi oleh kepala daerah yang tak terkontrol. Sebagaimana diketahui bahwa setiap pejabat—baik yang dipilih maupun diangkat—memiliki kewenangan diskresioner. Mayoritas korupsi di Indonesia yang terjadi dalam arena birokrasi disebabkan oleh penggunaan kewenangan diskresioner yang tak berbatas dan tak terkontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskresi membutuhkan rambu-rambu, antara lain asas-asas umum pemerintahan yang baik, dan sesuai dengan tujuan pemberian diskresi itu sendiri. Desentralisasi yang memberikan kewenangan dan legitimasi besar kepada kepala daerah tak disertai dengan kesadaran mengambil keputusan dan tindakan yang benar dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, oligarki dan dinasti kekuasaan. Seperti disampaikan oleh Manor dan Crook (2000), pemilihan langsung kepala daerah yang tak disertai dengan penguatan kontrol masyarakat dalam pemerintahan daerah cenderung menyebabkan oligarki kekuasaan. Oligarki ini membentuk blok korupsi yang sangat sulit diatasi. DPRD tidak berperan, kontrol masyarakat absen, dan kongkalikong kejahatan sistemis antara penegak hukum, politisi, dan birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan banyak hal lucu yang terjadi di daerah. Mulai dari dinasti kekuasaan keluarga, mantan kepala daerah menjadi calon wakil kepala daerah, dua istri kepala daerah menjadi calon kepala daerah, sampai dengan istri berkompetisi dengan suami dalam pilkada. Rasanya sulit menilai dengan logika normal semua keserakahan kekuasaan dan ketidaketisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, inkompatibilitas sistem. Persoalan dalam kasus tersangka korupsi sejumlah kepala daerah sebenarnya adalah fenomena gunung es. Pemerintahan daerah tidaklah berada dalam ruang hampa, tetapi fungsi bekerjanya berbagai macam sistem yang ada: sistem politik, sistem hukum, sistem sosial, sistem ekonomi, dan sistem budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem politik yang tidak berbasis ideologi dan sistem merit kader ternyata telah melahirkan calon-calon kepala daerah yang oportunis, tidak memiliki visi kenegarawanan, dan tidak berbasis pengetahuan pemerintahan. Sistem hukum yang lemah ternyata telah menyebabkan proses penegakan hukum sebagai cara dan alat produksi sumber penerimaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem sosial yang rapuh telah pula menyebabkan sikap permisif masyarakat atas pelanggaran korupsi dan segala bentuk ketidaketisan yang terjadi di daerah. Adapun sistem ekonomi yang sangat berpihak kepada pemilik modal telah menghasilkan rentenir politik dan pemerintahan yang rela menjual tanah dan air Ibu Pertiwi untuk kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Berbagai inkompatibilitas sistem ini ternyata menyuburkan perilaku koruptif di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, lemahnya pengawasan pusat. Otonomi daerah seluas-luasnya, sebagaimana menjadi semangat konstitusi dan UU Nomor 22 Tahun 1999 yang telah direvisi dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, ternyata ikut menghancurkan tatanan sistem pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada satu sisi kepala daerah jadi sangat berkuasa, sedangkan pemerintah pusat tak memiliki cukup kemampuan mengawasi dan membina kewenangan yang diserahkan. Akibatnya adalah penggunaan kewenangan yang tak sesuai dengan tujuan pembangunan, baik karena ketidakmampuan maupun karena penyalahgunaan wewenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, lemahnya pengawasan masyarakat madani. Otonomi daerah belum mampu menguatkan peran masyarakat dalam pemerintahan. Yang terjadi saat ini adalah penyempitan makna otonomi daerah hanya semata-mata menjadi milik elite daerah. Bahkan, baik aktor maupun lembaga-lembaga pengawasan masyarakat menjadi mandul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem komprehensif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai faktor itu telah mengakibatkan republik ini tersandera oleh korupsi. Mengatasinya tidak cukup berpikir linier pada mahalnya biaya pilkada. Dibutuhkan satu pendekatan berpikir sistem yang komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalahgunaan diskresi oleh kepala daerah sejatinya sedang diatasi melalui pengaturan dalam RUU Administrasi Pemerintahan. Sedangkan oligarki kekuasaan hanya mungkin dihilangkan jika terjadi penguatan kontrol masyarakat atas penyelenggaraan pemerintahan daerah melalui jaminan akses hukum dan penguatan jaringan lembaga masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu pula dipikirkan penguatan hukum administrasi negara agar tidak semua pelanggaran prosedural administratif oleh kepala daerah serta-merta dimasukkan ke dalam rezim hukum pidana. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Prasojo Ketua Program Pascasarjana Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-2951424363150598562?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/2951424363150598562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=2951424363150598562' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2951424363150598562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2951424363150598562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/republik-tersandera-korupsi.html' title='Republik Tersandera Korupsi'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-8512764399222524511</id><published>2011-01-22T14:36:00.000+08:00</published><updated>2011-01-22T14:36:06.343+08:00</updated><title type='text'>Oasis Huacachina, Peru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TTp6mmIKebI/AAAAAAAAARk/vhRH-wwGJTk/s1600/hucachina-oasis-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="266" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TTp6mmIKebI/AAAAAAAAARk/vhRH-wwGJTk/s400/hucachina-oasis-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oasis Huacachina, Peru&lt;br /&gt;Hucachina merupakan kota oasis kecil di daerah Ica, barat daya Peru. Oasis yang diberi nama "Oasis of Americas" ini merupakan resort populer di kalangan turis asing maupun domestik. Legenda setempat menceritakan bahwa danau ini terbentuk saat pemburu muda mengganggu seorang puteri cantik yang sedang mandi. Puteri tersebut segera pergi menghilang meninggalkan kolam air yang kemudian menjadi danau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-8512764399222524511?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/8512764399222524511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=8512764399222524511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8512764399222524511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8512764399222524511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/oasis-huacachina-peru.html' title='Oasis Huacachina, Peru'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TTp6mmIKebI/AAAAAAAAARk/vhRH-wwGJTk/s72-c/hucachina-oasis-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-5710387074231071311</id><published>2011-01-22T13:55:00.002+08:00</published><updated>2011-01-22T13:55:15.863+08:00</updated><title type='text'>Pahlawan Australia Dikurung di Cililitan</title><content type='html'>KISAH PERANG DUNIA II&lt;br /&gt;Pahlawan Australia Dikurung di Cililitan&lt;br /&gt;KOMPAS - Sabtu, 22 Januari 2011 | 03:23 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh dari hiruk-pikuk bekas Terminal Bus Cililitan, Jakarta Timur, berdiri sebuah kompleks militer milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Tak dinyana, lokasi itu adalah bekas kamp tawanan perang atau prisoner of war Sekutu yang disekap Jepang semasa Perang Dunia II melanda Asia Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat yang berada di sisi selatan Jalan Cililitan Besar itu dikenal sebagai Kamp Kampong Makassar, kini disebut Kampung Makassar, semasa kurun 1942-1945. Sebelum Jepang menyerbu Jawa, lahan itu merupakan asrama polisi (Veldpolitie Kamp) yang dikelilingi kebun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peta yang didapat di Perpustakaan Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis digambarkan sekeliling kamp terdapat pohon kelapa (klapperbomen). Lokasi kamp disebutkan berada enam kilometer dari pusat Kota Batavia. Kamp ini diberi nama oleh militer Jepang sebagai Bunsho I Kamp 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamp Kampong Makassar disebut sebagai salah satu kamp tawanan perang yang paling primitif fasilitasnya. Tawanan tinggal dalam barak-barak yang dibangun dari batang bambu, potongan kayu, dan atap sirap dengan dinding bambu (gedek). Sekeliling kamp dibatasi dengan pagar kawat berduri dan ditutup gedek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamp itu menampung tawanan perang mulai dari personel militer Sekutu pada masa awal pendudukan Jepang hingga warga sipil (burgers, bahasa Belanda), yakni para perempuan dan anak, saat menjelang kekalahan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahlawan kemanusiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tokoh penting yang pernah ditahan di Kamp Kampong Makassar adalah pahlawan Perang Dunia asal Australia, Letnan Kolonel Edward Ernest ”Weary” Dunlop, yang seorang dokter ahli bedah militer asal Kota Melbourne, Negara Bagian Victoria. Weary Dunlop, yang semasa Perang Dunia II mendapat promosi sebagai Kolonel dalam Australia Imperial Forces, mengawali karier di Hindia Belanda sebagai Kepala Rumah Sakit Sekutu di Bandung, di bangunan yang kini menjadi SMA Kristen (SMAK) Dago di Jalan Dago. Ketika itu, dibentuk Komando ABDA (America, British, Dutch and Australia) yang bermarkas di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunlop dalam The War Diaries of Weary Dunlop mencatat, dirinya berangkat dari Suez di Mesir pada 30 Januari 1942 dengan meninggalkan Beit Jirga. Rombongan pasukan Australia tiba di Oosthaven, kini Teluk Betung dan Tanjung Karang, di Lampung pada 15 Februari 1942. Ketika itu, Singapura sudah jatuh ke tangan Jepang. Rombongan pun meninggalkan Sumatera karena terdesak serangan Jepang. Mereka tiba di Tanjung Priok di Batavia, sekarang Jakarta, tanggal 17 Februari 1942.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bandung, Dunlop bertugas di bawah Markas Besar Inggris di Jawa yang dipimpin Mayor Jenderal Sitwell dan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) pimpinan Marsekal Muda Maltby. Maltby adalah pahlawan yang mempertahankan Pulau Malta dari serangan Jerman dan Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weary Dunlop memimpin 206 anggota staf rumah sakit militer, termasuk 23 perwira di SMAK Dago. RS itu menangani 1.351 pasien sakit dan terluka. Sebagian besar adalah prajurit Inggris dan Australia. Angka kematian tercatat sembilan orang meninggal pada akhir Februari 1942.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak RS Sekutu sudah mendengar adanya pemerkosaan dan pembantaian yang dilakukan militer Jepang yang menyerbu RS Aleksandra di Singapura. Meski demikian, mereka tetap bertahan dan tidak ikut dalam evakuasi ke Sri Lanka dan Australia menjelang jatuhnya Pulau Jawa ke tangan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 4-5 Maret, jumlah pasien meningkat tajam di RS Sekutu. Mereka adalah korban pertempuran di Leuwiliang yang berusaha menahan gerak laju pasukan Jepang yang merangsek dari arah Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi prajurit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah militer Hindia Belanda menyerah pada 8 Maret 1942, RS Sekutu tetap beroperasi hingga tanggal 18 April 1942. Weary Dunlop tanggal 17 April nyaris dibunuh karena memasang badan melindungi pasien, Bill Griffiths, yang buta terkena serpihan peluru dan hancur kedua tanggannya, saat hendak dibayonet prajurit Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulang kali Weary Dunlop melindungi pasien dan anak buahnya di Kamp Tawanan Jepang di Bandung, Batavia, hingga saat pembangunan rel kereta api maut di Thailand. Karena keberaniannya itu, Weary Dunlop dikenang sebagai pahlawan di Australia dan negara Sekutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditahan di Penjara Bandung, pada 6 November 1942 Weary Dunlop dan para tawanan Sekutu dipindahkan ke Kamp Kampong Makassar. Mereka, sekitar 1.000 prajurit dan 54 perwira, diberangkatkan dengan kereta api pukul 07.40 dan tiba di Meester Cornelis (Stasiun Jatinegara) pukul 15.20. Mereka pun digiring dengan berjalan kaki ke arah Cililitan dari arah Jalan Otto Iskandar Dinata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tawanan diberi ruangan selebar satu meter untuk tinggal di bawah barak beratap rumbia dan berdinding bambu itu. Mereka tinggal hingga tanggal 3 Januari 1943, sebelum diperintahkan pindah ke Tanjung Priok lalu diberangkatkan ke Singapura. Dari Singapura, rombongan diberangkatkan menuju perbatasan Thailand-Burma untuk membangun jalur kereta api maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan yang didapat dari Erasmus Huis menyebutkan, komandan tawanan perang adalah Kolonel EE Dunlop. Dunlop setelah perang membangun persaudaraan erat dengan masyarakat Thailand dan mempromosikan rekonsiliasi. Dunlop diberi gelar Sir dan sederet anugerah kehormatan, CMG, OBE, KSJ, MS, FRCS, FRACS, FACS, D.Sc. Punjabi (Hon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dunlop merupakan tokoh yang penting tidak hanya bagi Australia. Napak tilas perjalanannya di Jawa sangat menarik sekali,” kata kurator pameran Shrine of Remembrance, Neil Patrick Sharkey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, sebuah patung berdiri di seberang Victoria Barrack dan Shrine of Remembrance di Melbourne. Patung seorang pria jangkung yang murah senyum dan di kantung jasnya terselip korsase bunga Poppy merah. Dialah ”Weary” Dunlop yang pada satu masa pernah disekap Jepang di sudut Cililitan, Jakarta Timur. (Iwan Santosa)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-5710387074231071311?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/5710387074231071311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=5710387074231071311' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/5710387074231071311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/5710387074231071311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/pahlawan-australia-dikurung-di.html' title='Pahlawan Australia Dikurung di Cililitan'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-8239233599771581970</id><published>2011-01-22T13:50:00.002+08:00</published><updated>2011-01-22T13:50:28.720+08:00</updated><title type='text'>Dosa Perencana Pembangunan</title><content type='html'>Dosa Perencana Pembangunan&lt;br /&gt;KOMPAS - Sabtu, 22 Januari 2011 | 04:45 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagong Suyanto &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari cara dan pilihan kalimat yang mungkin terkesan keras, apa yang dikemukakan para tokoh itu sebetulnya mencoba mengajak pemerintah untuk tidak terlalu larut dalam indikator makro pembangunan yang acap kali kurang memerhatikan realitas di tingkat mikro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahbub ul Haq (1983), salah seorang ahli kemiskinan dari kubu teori ketergantungan, jauh-jauh hari telah mengingatkan, betapa bahayanya jika para perencana pembangunan terlalu percaya dan memuja angka statistik, sebaliknya tidak peka pada isu-isu dan persoalan nyata masyarakat miskin sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pemerintah atau negara mengklaim telah berhasil menghela laju pertumbuhan ekonomi dan asyik menghitung tingkat penanaman modal, biasanya yang dilupakan adalah apakah arus investasi yang masuk itu dipergunakan untuk kegiatan industri yang ramah tenaga kerja lokal atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit kasus membuktikan bahwa industrialisasi, yang berhasil didorong perkembangannya di sejumlah wilayah, ternyata sering kali lebih banyak menguras kekayaan sumber daya alam, menyebabkan kerusakan lingkungan, dan bahkan memarjinalkan masyarakat lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dosa perencana pembangunan yang paling tidak bisa dimaafkan, menurut Mahbub, adalah ketika para perencana pembangunan terlalu terpukau oleh tingginya laju pertumbuhan produk domestik bruto dan mengabaikan tujuan sebenarnya dari usaha pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik Mahbub memang tidak ditujukan kepada Indonesia, tetapi pertanyaan kritis yang dikemukakan Mahbub kepada negara tempat ia melakukan studi—Pakistan—sebenarnya bisa juga menjadi bahan introspeksi bagi Pemerintah Indonesia: Apalah artinya pertumbuhan ekonomi tinggi jika di sisi yang lain masih terjadi polarisasi tingkat kesejahteraan dan kesenjangan antardaerah yang mengusik rasa keadilan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator makro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu indikator kinerja pembangunan yang diekspos Badan Pusat Statistik dan bahkan sejumlah lembaga internasional, harus diakui apa yang dilakukan pemerintah selama ini telah membuahkan hasil: mendongkrak kembali angka pertumbuhan ekonomi dan mengurangi jumlah absolut penduduk miskin. Semua itu bukanlah hal mudah sehingga apa yang dicapai pemerintahan SBY-Boediono tetap perlu untuk diapresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, masyarakat miskin tentu bukan sekadar membutuhkan laporan keberhasilan pembangunan dan angka-angka statistik, bukan pula sekadar perencanaan program pembangunan yang diskenariokan untuk kepentingan masyarakat miskin. Mereka terutama membutuhkan program pembangunan yang benar-benar berjalan efektif, bisa diakses, dan yang tak kalah penting program itu harus pula bersifat kontekstual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kondisi perekonomian yang masih belum sepenuhnya pulih, tekanan kebutuhan hidup yang makin mahal, iklim persaingan usaha yang makin ketat, dan lapangan kerja masih sulit didapat, kita tentu sepakat bahwa di Tanah Air ini masih banyak keluarga miskin yang kehidupannya makin terpuruk dan terjebak dalam spiral kemiskinan yang membelenggu. Sebuah keluarga miskin yang sumber penghasilannya makin kecil, sementara biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup makin melambung, tentu akibatnya bisa dengan mudah diprediksi: mereka makin rentan dan papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kasus, yang disebut keluarga miskin memang terkadang mampu tetap bertahan dan bahkan bangkit kembali, terutama jika mereka memiliki jaringan atau pranata sosial yang melindungi dan menyelamatkan. Tidak sedikit pula keluarga miskin yang berhasil memberdayakan diri dan keluar dari tekanan kemiskinan setelah mereka memperoleh dukungan dana dan program dari pemerintah. Namun, seseorang atau keluarga yang jatuh pada spiral atau perangkap kemiskinan, umumnya, sulit untuk bangkit kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang dibelit perangkap kemiskinan acap kali tidak bisa ikut menikmati hasil pembangunan dan justru menjadi korban pembangunan, rapuh, tak meningkat kualitas kehidupannya, dan bahkan acap kali justru mengalami penurunan kualitas kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah di mana industrialisasi tengah berkembang sangat pesat, tidak selalu ada jaminan bahwa perubahan yang terjadi juga melibatkan partisipasi masyarakat lokal. Bahkan, bukan tidak mungkin masyarakat miskin yang ada di daerah itu justru hanya menjadi penonton dan mengalami penurunan taraf kehidupan karena terjadinya proses invasi dan suksesi pemilikan aset produksi penduduk asli kepada para pendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat tak butuh janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam posisi yang serba tidak berdaya, rentan, dan mengalami proses marjinalisasi, apa yang dibutuhkan masyarakat miskin bukanlah janji-janji politik, apalagi klaim-klaim yang sifatnya reaktif. Yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah bersedia turun ke bawah, mendengar dan menyaksikan langsung berbagai problem yang mereka alami sehari-hari dan mengembangkan pendekatan yang disebut Robert Chambers (1987) sebagai pendekatan learning from the people, yakni pendekatan yang menempatkan masyarakat miskin benar-benar sebagai subyek pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, tugas pemerintah adalah bersedia mendengar apa sebetulnya yang dibutuhkan masyarakat miskin, dan sekaligus belajar dari masyarakat miskin tentang cara yang paling efektif dan kontekstual untuk memberdayakan taraf kehidupan dan meningkatkan posisi tawar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdebat apakah pilihan kosakata ”pemerintah telah berbohong” itu terlalu keras dan cenderung provokatif, mungkin perlu dilakukan dalam rangka menumbuhkan etika berdemokrasi dan untuk menghindari kekeliruan dalam proses penyampaian pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, alangkah lebih arif jika kritik sekeras apa pun tidak lantas disikapi dengan reaktif, tetapi justru diperlakukan sebagai masukan yang berharga untuk memperbaiki dan memastikan agar program-program pembangunan yang disusun pemerintah lebih bisa dijamin efektivitas dan implementasinya di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka statistik dan kehidupan nyata, bagaimanapun, adalah dua hal yang berbeda. Bagi masyarakat miskin, apa yang mereka butuhkan adalah bagaimana pemerintah bisa segera menerjemahkan angka-angka statistik yang makro itu dalam kehidupan nyata secara berkeadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagong Suyanto Dosen Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial di Departemen Sosiologi FISIP Universitas Airlangga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-8239233599771581970?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/8239233599771581970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=8239233599771581970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8239233599771581970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8239233599771581970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/dosa-perencana-pembangunan.html' title='Dosa Perencana Pembangunan'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-8274331757781948705</id><published>2011-01-19T12:13:00.002+08:00</published><updated>2011-01-19T12:13:08.097+08:00</updated><title type='text'>PINTU-PINTU KEBENARAN</title><content type='html'>Apa bedanya menyembah patung dengan mencium batu seperti hajar aswad? Keduanya adalah benda mati yang disembah atau dicium sebagai bentuk ibadah. Mencium hajar aswad – dalam konteks ini – jelas tidak masuk akal. Tapi Umar bin Khattab yang sangat rasional akhirnya menciumnya juga. Telah hilangkah rasionalitasnya? Tidak! Akalnyalah yang telah mengantarnya kepada hakikat kebenaran yang lebih besar. Yaitu hakikat tentang Allah dan Muhammad. Ia menerima kebenaran itu. Ia meyakini kebenaran itu. Ia tunduk dan pasrah pada kebenaran itu. Maka mencium hajar aswad hanya penampakan kecil dari penerimaan, keyakinan, ketundukan dan kepasrahan kepada kedua hakikat besar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Umar bin Khattab menemukan hidayah dan jalan akalnya. Ia mendengarkan adik perempuannya membaca teks ini: “Thaha. Tiadalah Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu supaya kamu menderita.” Ayat itu menyentak akalnya. Lalu membuka hatinya. Maka ketika akhirnya ia harus mencium hajar aswad, ia hanya mengatakan: “Saya tahu wahai batu bahwa kamu tidak memberi manfaat tidak juga membawa bahaya. Kalau bukan karena melihat Muhammad menciummu niscaya aku tidak akan menciummu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar beda lagi. Ia menemukan kebenaran dari jalan lain. Ia menemukannya dari jalan hatinya. Sejak awal ia bersahabat dengan Muhammad. Sejak awal ia mengetahui kejujuran Muhammad. Maka sejak awal pula ia mempercayai Muhammad dan mencintainya sepenuh hati. Jadi ketika Muhammad datang kepadanya membawa berita dari langit, ia sama sekali tidak menemukan sedikitpun keraguan dalam dirinya. Ia segera mempercayainya dan menerima semua berita yang ia sampaikan. Bahkan dalam peristiwa Isra Mi’raj ia menunjukkan puncak kepercayaannya kepada Muhammad. Maka ia digelari Al-Shiddiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kebenaran bisa menampakkan diri dalam banyak wajah, maka jalan menuju kebenaran dapat ditempuh dari pintu hati dan akal. Dari pintu hati ada cinta. Dari pintu akal ada logika. Cinta mengantar Abu Bakar kepada iman. Logika mengantar Umar kepada hidayah. Logika membuat Umar mencintai teks. Cinta memudahkan Abu Bakar memahami logika teks. Cinta membuka mata hati. Logika membuka mata akal. Logika menuntun cinta. Cinta mengayomi logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita datang kepada teks dari pintu-pintu itu, hampir dapat dipastikan bahwa kita akan bertemu dengan kebenaran dalam banyak ragam wajahnya. Sebab teks ini berbicara kepada manusia dengan menggunakan seluruh instrumen pembelajaran yang ada dalam diri manusia. Sekali waktu ia menyentuh akalnya. Lain waktu ia menggugah hatinya. Tapi ketika ia bercerita tentang panorama kehidupan beragam manusia di masa silam, lalu mengajak mereka membayangkan hari-hari yang akan datang, teks ini serta merta menggoda imajinasi kita. Maka kita mengembara dalam ruang waktu yang begitu luas, menyusun sebuah sketsa kehidupan baru, atau menemukan keyakinan-keyakinan baru. Pemahaman baru itu mencerahkan akal. Keyakinan baru itu menenangkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa kecilnya Sayyid Quthub sering mendengarkan beberapa qori membaca Al-Qur’an di rumahnya. Lantunan suara sang qori menghadirkan teks dalam bunyi yang indah. Akalnya terhentak. Hatinya tergugah. Imajinasinya tergoda. Kelak pergumulan yang lama dengan teks itu ia narasikan kembali sebagai sebuah pengalaman batin tentang bagaimana ia hidup di bawah naungan Qur’an. “Itu karunia. Dan takkan ada yang tahu karunia itu kecuali mereka yang pernah merasakannya,” katanya.[Anis Matta, sumber : Serial Pembelajaran Majalah Tarbawi edisi 238]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-8274331757781948705?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/8274331757781948705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=8274331757781948705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8274331757781948705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8274331757781948705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/pintu-pintu-kebenaran.html' title='PINTU-PINTU KEBENARAN'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-6300322001765218280</id><published>2011-01-19T11:32:00.002+08:00</published><updated>2011-01-19T11:32:56.966+08:00</updated><title type='text'>Cakung, dari "Mutilasi" Truk Peti Kemas hingga Mutilasi Anak Jalanan</title><content type='html'>KEJAHATAN&lt;br /&gt;Cakung, dari "Mutilasi" Truk Peti Kemas hingga Mutilasi Anak Jalanan&lt;br /&gt;KOMPAS - Selasa, 18 Januari 2011 | 04:01 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah ke kawasan Cakung, Jakarta Timur. Anda akan percaya tentang ancaman kejahatan di Jakarta. Cakung merupakan belantara kejahatan jalanan dan menjadi kawasan paling rawan seantero Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sosiologis, tingkat kemiskinan dan mobilitas warga berpendidikan rendah di sana tinggi. Sekurangnya itulah potret kawasan ini selama tiga tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jaktim Komisaris Dody Rahmawan mengakui hal itu. ”Cakung menjadi kawasan 'gula-gula', baik bagi kaum pendatang maupun warga pinggiran karena adanya kawasan industri di sana. Apalagi letaknya yang berbatasan dengan Jakarta Utara yang sebagian juga menjadi kawasan industri. Permukiman padat dan kumuh pun cepat berkembang karena urbanisasi dari kawasan Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai Madura,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat inilah Baekuni (50) alias Babeh alias Bungkik mencari mangsa anak-anak jalanan. Tujuh belas tahun ia menyodomi, membunuh, dan memutilasi sekurangnya 14 anak jalanan yang terserak dari kawasan Terminal Pulogadung hingga Cakung. Tikam-menikam di antara sesama warga miskin, peras-memeras, serta ancammengancam di kendaraan angkutan kota, bus, dan truk sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Truk gandeng dan peti kemas yang menjadi sasaran perampok bukan hanya dikuras muatannya, tetapi juga ”dimutilasi”. Truk dipereteli. Mesin dan ban dijual sebagai barang bekas, sementara kerangka dan badan truk dipotong-potong dan dijual sebagai ”besi tua”. Ludes. Tak sepotong barang rampokan yang tak terjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, perampokan dan ”mutilasi” truk terjadi awal Desember 2010. Truk gandeng Nissan Diesel bernomor polisi AG 8654 UA dirampok. Muatan truk berupa 40 ton bijih plastik dijual ke penadah, sedangkan sebagian kerangka dan badan truk sudah dipotong-potong saat polisi membekuk para tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengungkapan bermula ketika Kamis (9/12/2010) pukul 20.30 kendaraan patroli polisi melintas di Jalan Irigasi Cakung Drain Kampung Baru RT 9 RW 9, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung. Polisi, yang mendapati tersangka Rokib Aryanto (40) dan Rachmad Hidayat (52) sedang ”memutilasi” truk gandeng, curiga dan menangkap kedua tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memeriksa kedua tersangka, polisi menangkap tersangka Gatot Wibowo (32) asal Nganjuk, Jawa Timur, di Parung, Bogor, Jawa Barat. Gatot adalah sopir truk yang bertugas mengantar bijih plastik dari Cilegon Banten, ke Solo, Jawa Tengah. Ia meminta temannya, Aliham (43), mencarikan pembeli bijih plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya bertemu perantara, Martasa bin Gondang (47), yang siap mencarikan pembeli 40 ton bijih plastik seharga Rp 360 juta. Saat menunggu pembayaran, Gatot terpikir menjual truk. Aliham lantas menghubungi Martasa untuk kembali mencari pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martasa setuju dengan harga ”mutilasi” truk senilai Rp 20 juta. Setelah sepakat, Martasa menjual truk kepada Samsul senilai Rp 40 juta. Bijih plastik ditawarkan Martasa kepada Ucok dan Yokie Mauladi yang kemudian ditawarkan kepada Yokie Mauladi (46) dan PT Butir Mas Raya masing-masing tiga ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelarian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cakung bukan cuma dikenal memiliki banyak tempat kejadian perkara kasus kejahatan jalanan, tetapi juga menjadi tempat pelarian penjahat. Kasus terakhir terjadi Selasa (21/12) tahun lalu. Hari itu terjadi dua kasus penembakan. Korban kasus pertama adalah Firdaus Firmansyah (33) yang mengaku pengojek. Korban kasus kedua adalah Marvin (27) dan Yogi Eko Prabowo (20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya ketiga korban menipu polisi. Setelah terungkap, ternyata ketiganya adalah penjahat. Marvin dan Yogi adalah tersangka penjambret yang ditembak polisi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Jakpus), sedangkan Firdaus adalah tersangka pengedar narkoba yang juga ditembak polisi. Kedua kasus kembali dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Cempaka Putih, Jakpus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dody, Firdaus dan Yogi adalah residivis, sementara Marvin adalah ”pemain” baru. Yogi dan Marvin diburu polisi setelah menjambret telepon seluler dan dompet korban, Siti Hanifah, Selasa (21/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, Yogi adalah residivis yang baru bulan lalu ke luar dari LP Cipinang, Jaktim, dalam kasus serupa. ”Dia spesialis jambret di kawasan Cempaka Putih, Jakpus. Sudah beberapa kali dia masuk penjara dalam kasus serupa,” ucap Dodi. Saat peristiwa terjadi, Yogi membawa kawannya, Marvin. ”Marvin 'pemain baru' yang diajak Yogi menjambret,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Firdaus, Dodi menjelaskan, menjelang ditembak, Firdaus sedang menjual ganja satu kilogram kepada polisi yang menyamar sebagai pembeli. Saat bungkusan dibuka polisi, ternyata isinya cuma batu bata, sementara Firdaus lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya angka kejahatan di Cakung patut jadi kajian Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman. Penambahan jumlah polsek dan polres di kawasan perbatasan dan beberapa kawasan paling rawan di Jakarta yang sudah berlangsung lama patut dipertimbangkan. (WINDORO ADI)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-6300322001765218280?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/6300322001765218280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=6300322001765218280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6300322001765218280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6300322001765218280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/cakung-dari-mutilasi-truk-peti-kemas.html' title='Cakung, dari &quot;Mutilasi&quot; Truk Peti Kemas hingga Mutilasi Anak Jalanan'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-4405381798966242424</id><published>2011-01-19T11:26:00.002+08:00</published><updated>2011-01-19T11:26:50.119+08:00</updated><title type='text'>Inflasi Tinggi, Statistik Harus Diubah?</title><content type='html'>Inflasi Tinggi, Statistik Harus Diubah?&lt;br /&gt;KOMPAS - Selasa, 18 Januari 2011 | 04:14 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aris Ananta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eni gembira betul mendengar bahwa pemerintah akan menurunkan harga cabai. Tersalurlah hobinya yang sempat terhambat. Bagi Eni, tanpa cabai banyak, tak ada makanan yang pantas disebut enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kegembiraan Eni mungkin tak berumur panjang. Seorang statistikawan pemerintah telah mengimbau warga mengurangi konsumsi cabai. Eni diminta berkorban demi mengurangi laju kenaikan harga cabai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Eni—dan banyak Eni lain—melupakan atau mengurangi makan cabai, mereka dapat menurunkan harga cabai. Artinya, mereka dapat membantu menurunkan inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eni tampaknya akan diminta jadi pahlawan ekonomi: menyelamatkan Indonesia dari inflasi tinggi yang mencapai hampir 7,0 persen pada tahun 2010. Ini di atas target Bank Indonesia, antara 4 persen dan 6 persen. Kenaikan harga cabai memang telah memicu kenaikan inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang statistikawan lain, Bambang, lebih bersimpati kepada Eni dan kawan-kawan. Menurut Bambang, Eni tak perlu mengorbankan hobinya makan cabai. Hilangkan saja komponen harga cabai dalam perhitungan angka inflasi! Maka, angka inflasi tak terkena dampak harga cabai yang meningkat luar biasa. Selanjutnya inflasi akan turun meski harga cabai tetap naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa komponen cabai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Bambang mendapat teguran dari Pandoya, seorang teman dekatnya yang bukan statistikawan: ”Anda akan berhasil mengendalikan inflasi dengan mengubah pengukuran statistik inflasi dengan menghilangkan komponen cabai dalam perhitungan inflasi. Walau begitu, harga cabai tetap naik. Eni, sobat kita, tetap menderita. Anda tak berbuat apa-apa untuk Eni!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang menjelaskan bahwa harga cabai tak harus dikeluarkan dari perhitungan inflasi. Harga cabai masih diperhitungkan, tetapi sumbangan (bobot) untuk menghitung inflasi dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bukan statistikawan, Pandoya tak berani bertanya lebih lanjut. Namun, dalam hati dia berkata, ”Tetap aneh. Dari segi statistik kelihatan bagus, inflasi tak naik banyak. Namun, kami yang berhobi makan cabai tetap menderita karena harga cabai tetap tinggi. Temanku ini hanya utak-atik angka saja. Tak menyelesaikan substansi soal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vidya yang sejak tadi menyimak kegelisahan Pandoya langsung memanggil Pandoya. Mereka cari tempat berbincang yang jauh dari dua statistikawan tadi. ”Pandoya, saya tak setuju dengan saran dua statistikawan itu. Kita tak boleh seenaknya mengganti statistik semata untuk memperlihatkan gambaran yang baik. Statistik kita hitung untuk melihat kondisi kita, baik atau buruk. Kalau statistik selalu diganti semata agar selalu memberi gambaran yang baik, kita tak perlu lagi menggunakan statistik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa kita tak boleh mengganti suatu pengukuran?” kata Pandoya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Boleh. Namun, tujuannya bukan demi memperlihatkan gambaran baik atau buruk. Tujuan mengubah haruslah karena kita ingin memberi pengukuran yang tepat. Dalam kasus cabai, perubahan pengukuran dilakukan karena kita hendak menurunkan angka inflasi. Ini tak benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apakah hal semacam ini memang biasa dilakukan para statistikawan pemerintah?” kata Pandoya yang masih kesal dengan dua statistikawan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak,” kata Vidya. ”Biasanya juga tak begitu. Mestinya juga tak begitu. Kalau punya konsep substansi yang benar-benar harus diubah, kita memang boleh dan seharusnya mengubah statistik. Misalnya, Asri, seorang ekonom, menginginkan perubahan besar- besaran dalam pengukuran pembangunan ekonomi. Asri menginginkan agar pembangunan tak hanya diukur dengan pendapatan nasional, tetapi diukur dengan seperangkat statistik yang mencakup kemiskinan, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, dan keamanan. Ia berbuat demikian karena ia memikirkan substansi pembangunan itu sendiri, bukan reaksi sesaat dari perubahan nilai statistik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Namun, mengapa mereka menyarankan mengeluarkan atau mengurangi bobot harga cabai di kala kenaikan harga cabai memicu inflasi yang tinggi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya harapkan,” Vidya berdesah, ”perubahan pengukuran itu tak dilakukan. Kepercayaan masyarakat pada statistik pemerintah akan hilang. Masyarakat akan bertanya-tanya jangan-jangan perubahan seperti ini sering dilakukan. Perubahan pengukuran inflasi ini tak memperbaiki penderitaan Eni yang terpaksa harus mengurangi konsumsi cabai atau harus mengurangi konsumsi lain demi mempertahankan kenikmatan makan cabai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalaupun akan melakukan perubahan pengukuran inflasi,” Pandoya menginterupsi, ”statistikawan pemerintah harus berdiskusi dengan masyarakat pengguna statistik mengenai apa saja yang harus dimasukkan dalam perhitungan inflasi dan berapa bobot masing-masing. Masyarakat pengguna statistik pun harus aktif memberikan masukan kepada BPS tentang apa yang harus dimasukkan dalam perhitungan inflasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya obrolan ini didengar dua statistikawan tadi. Tak dinyana mereka justru mengatakan, ”Terima kasih atas semua masukan. Kami tak akan mengubah pengukuran inflasi. Minimal untuk saat ini. Kalaupun akan mengubah pengukuran, kami akan undang para pengguna statistik. Semoga kalian semua masih memercayai statistik yang kami hasilkan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aris Ananta Pengamat Ekonomi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-4405381798966242424?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/4405381798966242424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=4405381798966242424' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/4405381798966242424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/4405381798966242424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/inflasi-tinggi-statistik-harus-diubah.html' title='Inflasi Tinggi, Statistik Harus Diubah?'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-946225616964714924</id><published>2011-01-19T11:10:00.002+08:00</published><updated>2011-01-19T11:10:57.213+08:00</updated><title type='text'>Cita-cita yang Kian Menjauh</title><content type='html'>TAJUK RENCANA&lt;br /&gt;KOMPAS - Rabu, 19 Januari 2011 | 04:04 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita yang Kian Menjauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita reformasi tahun 1998 untuk menciptakan Indonesia yang bersih terasa kian menjauh. Data Menteri Dalam Negeri membuat kita prihatin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya 155 pejabat—17 di antaranya gubernur—tersangkut kasus hukum mengejutkan kita! Lalu, apa artinya reformasi tahun 1998? Apa makna jargon dan kampanye antikorupsi kalau toh hampir separuh pemimpin daerah dari 33 provinsi tersangkut kasus korupsi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orde Baru yang dituding korup telah berakhir! Ketetapan MPR No XI/MPR/1998 yang berintikan semangat baru bangsa menciptakan pemerintahan yang bersih serta bebas korupsi dan kolusi dilahirkan melalui perjuangan keras mahasiswa. Pemerintahan otoriter telah digantikan demokrasi multipartai dan sistem pemilihan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, reformasi telah berjalan 13 tahun! Namun, cita-cita reformasi menciptakan Indonesia yang bebas korupsi tetaplah menjadi cita-cita dan kini mulai dipertanyakan keseriusannya. Seriuskah bangsa ini memberantas korupsi? Benarkah sistem politik kita sesuai dengan tekad bangsa memberantas korupsi? Betulkah perilaku elite ikut mendorong pemberantasan korupsi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Indonesia tak kekurangan pemimpin yang berkomitmen menciptakan pemerintahan yang bersih. Mendagri Gamawan Fauzi, saat menjabat sebagai Bupati Solok, termasuk pemimpin yang punya komitmen untuk pemerintahan bersih. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani, salah satu di antara wali kota yang mencoba menciptakan pemerintahan bersih. Namun, sebagaimana diberitakan harian ini, ia harus menghadapi gempuran DPRD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberantas korupsi juga tidaklah kurang. Setidaknya, itu bisa dilihat dari pernyataan Presiden yang beberapa kali menyatakan akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi di negeri ini. Namun, fakta yang dipaparkan Mendagri menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup dipidatokan. Ia membutuhkan aksi nyata, tindakan konkret, dan komitmen penuh. Pemberantasan korupsi juga menuntut sikap masyarakat yang tidak lagi permisif terhadap koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, seorang bupati yang baru keluar dari penjara setelah menjalani hukuman dielu-elukan pendukungnya. Inilah anomali Indonesia ketika pejabat terjerat korupsi hanya dikonstruksikan sebagai apes atau sedang sial! Mereka tetap punya status sosial tinggi. Sikap masyarakat ini ikut mendukung banalisasi korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita tak ingin sistem politik demokrasi dituding tak membawa perbaikan dalam penciptaan pemerintahan bersih. Kita ingin mengutip Oscar Arias Sanchez, penerima Nobel dari Kosta Rika, bahwa skandal korupsi yang terus berkepanjangan hanya akan membuat rakyat frustrasi dan bisa menciptakan kelumpuhan demokrasi. Karena itu kita berharap, empat tahun ke depan, Presiden Yudhoyono memperteguh komitmennya untuk memimpin sendiri pemberantasan korupsi negeri ini!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-946225616964714924?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/946225616964714924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=946225616964714924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/946225616964714924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/946225616964714924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/cita-cita-yang-kian-menjauh.html' title='Cita-cita yang Kian Menjauh'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-5918466124931226228</id><published>2011-01-19T11:09:00.002+08:00</published><updated>2011-01-19T11:09:30.532+08:00</updated><title type='text'>Kemangkusan Pemerintahan</title><content type='html'>Kemangkusan Pemerintahan&lt;br /&gt;KOMPAS - Rabu, 19 Januari 2011 | 04:05 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang Kesowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem presidensial dalam UUD 1945 mengacu pada kedudukan dan peran sentral presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Dia memimpin administrasi sebuah negara. Tak hanya mengendalikan pemerintahan sebagai pemimpin tertinggi eksekutif, ia juga mengepalai negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memenangi pemilu, dia memperoleh mandat langsung dari rakyat dan kemudian menjadi administrator negara. Mengapa hal itu harus diungkap? Sesungguhnya perjalanan praktik kenegaraan kita selama ini terasa mengabaikan sesuatu yang esensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kepala negara, presiden tak sepantasnya hanya diusung dengan simbol klise kepala sebuah negara, tetapi secara moral dan secara hukum semestinya presiden memang secara substansial ditampilkan sebagai pemimpin keseluruhan gerak dan kegiatan negara secara nyata. Itulah kehidupan, gerak, dan kegiatan rakyatnya, ya lembaga-lembaga swadaya yang dibentuk rakyat, ya pemerintahan dan organ negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing bergerak dalam peran sesuai dengan aturan yang dibuat untuknya dan tidak tumpang tindih meski pada waktu tertentu acap diperlukan adanya peran penyerasi. Menjaga keharmonisan dan keserasian pelaksanaan fungsi mereka seperti seorang dirigen adalah juga peran kepala negara, sang administrator negara. Apakah selama ini tak begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewenangan konstitusional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntunan UUD 1945 menunjukkan bahwa sebagai kepala negara, kewenangan konstitusional presiden ditengarai dengan pemilikan dan penggunaan hak prerogatif: memberi atau menolak grasi, amnesti, abolisi, dan rehabilitasi; mengangkat dan menerima duta besar; memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian Negara; menyatakan perang dan membuat perdamaian; serta menganugerahkan gelar dan tanda jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pandangan menyebut bahwa itulah kedudukan sekaligus batasan peran kepala negara. Penjelasan pada UUD sebelum empat kali amandemen mengatakan bahwa kewenangan tadi—selain tentang Kepolisian Negara—adalah konsekuensi dari kedudukan presiden selaku kepala negara. Undang-undang dibuat untuk memberi panduan bagaimana peran dan kewenangan tersebut digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari tepat-tidaknya konsep yang diletakkan dalam berbagai UU dan sebesar apa pun keinginan untuk mempertegas teori dan prinsip pemisahan kekuasaan negara, beberapa pertanyaan terhadap peran kepala negara yang limitatif tadi kini muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masyarakat galau dengan kemandekan upaya penegakan hukum, merebaknya gejala kekerasan dan main hakim sendiri dalam masyarakat, usrek-nya persaingan tak sehat dan berbau pertikaian antarlembaga negara atau pemerintah, meluasnya kegelisahan sehubungan dengan tampilan kualitas demokrasi yang cenderung rusuh dan kian abai terhadap aturan, penyelenggaraan otonomi dan hak-hak kedaerahan yang sering dikatakan bagai kedaulatan in minor dan disertai ancaman pisah dari rumah besar NKRI, orang bertanya-tanya dan berharap presiden turun tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, melihat manajemen sepak bola nasional yang amburadul dan prestasi yang tak kunjung memberi kebanggaan, orang minta agar presiden turun tangan. Sebagai kepala negara, presiden dianggap sudah semestinya tak berdiam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sama, sebagai pemimpin lembaga pemerintah, presiden berada dalam kedudukan sejajar dengan lembaga negara lainnya. Tak boleh masuk dan tak boleh pula menabrak kewenangan lembaga negara lainnya. Lantas, siapa yang harus bertindak bila keadaan seperti sedikit contoh tadi berlarut-larut dan memburuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah semua itu dibiarkan demi cita-cita demokrasi dan kedewasaan pemegang kewenangan? Atau, harus menerimanya sebagai harga yang harus dibayar dalam proses transisi dan baru setelah keadaan jadi sedemikian jelek, presiden dibiarkan turun tangan dengan menyatakan negara dalam keadaan darurat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem konstitusi kita tak kenal pemisahan dengan tegas fungsi presiden sebagai kepala negara dan sebagai pemimpin pemerintah. Kalaupun langkah turun tangan tadi akan diambil, dan seandainya pun harus mengingat sumpah jabatannya berdasarkan UUD, tidak dapat dipisahkan hal itu diambil dalam kedudukannya sebagai kepala negara ataukah sebagai pemimpin pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka pintu kepada partai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tak perlu berdebat lagi tentang hakikat dan konsep primus inter pares. Ketika kedudukan dan peran kepala negara telah dirumuskan secara limitatif dalam konstitusi, sedangkan sebagai pemimpin pemerintah dibatasi dengan berbagai tidak boleh ini dan tidak boleh itu, tampaknya tak terlalu salah bila kemudian orang bertanya-tanya bagaimana sebaiknya menata kembali peran kepala negara dalam konstitusi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin penataan kembali itu tak perlu. Sering terdengar wacana, determinasi dan keberanian presiden untuk bertindak sebagai pemerintah yang kuat dan mangkus (efektif) merupakan kunci utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem presidensial, presiden adalah pemimpin dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Dipilih langsung oleh rakyat, pertanggungjawabannya hanya kepada rakyat. Hubungan dengan lembaga negara—khususnya DPR—adalah setara meski dalam fungsi pengawasan, DPR dapat menilai apakah presiden telah melanggar UUD dan berujung pada pemakzulan di MPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem ini, peran partai politik tak melintas ke ranah kepresidenan. Ia sesungguhnya hanya berhenti di DPR dan MPR. Bahwa praktik selama ini presiden sendiri yang ”membuka pintu” bagi partai politik, membentuk koalisi di DPR untuk membangun dukungan politik bagi stabilitas pemerintahannya, lantas melemahkan sistem presidensial, maka hal itu adalah politik praktis belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem presidensial tak mensyaratkan hal demikian dan bukan pula bagian dalam mekanismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila demikian, mengapa ketika kekacauan di bidang hukum berlangsung (sementara penegakan hukum minus proses pengadilan sebenarnya domain pemerintah), dan kehidupan demokrasi cenderung abai terhadap aturan (sementara penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat adalah domain pemerintah), presiden lantas tak boleh memasuki wilayah tersebut hanya karena alasan tidak boleh intervensi atau tak boleh mencampuri proses pelaksanaan kedaulatan rakyat dan hak politik mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastilah tak semua alasan pelarangan tadi tepat benar. Lantas, di mana letak persoalan yang kemudian mengesankan pemerintahan tidak mangkus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar sebab-sebab dan langkah yang mungkin timbul dari keyakinan politik presiden sendiri, masalah apa dan mana dalam konstitusi yang obyektif bikin presiden tak dapat bertindak mangkus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trauma terhadap ekses terlalu kuatnya posisi dan kewenangan presiden di masa sebelum amandemen UUD adalah fakta sejarah dan menjadi ingatan kolektif bangsa. Karena itu pula, penipisan kewenangan presiden sudah berlangsung dalam rangkaian empat amandemen yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, Ikatan Alumni Lemhannas dalam konvensinya tahun 2007 menilai penipisan itu terlalu banyak. Dalam penilaian ikatan itu, sadar atau tidak penipisan kewenangan itulah yang pada gilirannya memberi pengaruh yang kurang menguntungkan terhadap operasionalisasi sistem presidensial, kinerja presiden, dan soal kemangkusan pemerintahan. Sebaliknya, penipisan itu malah menimbulkan kesan sekadar momentum mempertebal kewenangan DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timpang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja DPR dapat menginisiasi pendapat atau penilaian yang kemudian berujung pemakzulan (Pasal 7B), sementara presiden tak dapat membekukan atau membubarkan DPR (Pasal 7C), dalam manajemen perundang-undangan pun kewenangan tersebut juga timpang. Penggeseran kekuasaan membuat UU ke DPR jelas tak menjadi persoalan teoretis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika presiden tak punya hak tolak dan hanya ”bertugas” mengesahkan RUU (Pasal 20.4 Amandemen 1), sedangkan bila tak mengesahkan, maka RUU tetap akan sah menjadi UU setelah 30 hari sejak persetujuannya di DPR (Pasal 20.5 Amandemen 2), persoalan jadi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem konstitusi tiba-tiba menempatkan presiden dalam situasi tak sederhana, terutama ketika materi sebuah RUU tak sesuai dengan (atau sulit dilaksanakan dalam kaitannya dengan) pelaksanaan janji dan program yang telah ia tawarkan kepada rakyat selama pemilu, yang kemudian mengantarnya menjadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mengesahkan—apalagi tak melaksanakan—jelas bertentangan dengan sumpah jabatan. Besar-kecilnya hal itu memberi kanal politik yang dapat berujung ke pemakzulan. Secara teoretis dapat saja presiden memerintahkan sedari awal agar tak mengajukan RUU yang merugikan posisinya. Atau, dengan jelas meniadakan bagian dalam rancangan yang dinilainya tak sesuai dengan arah kebijakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden dapat pula dengan tegas menenggang RUU inisiatif DPR yang tak sejalan dengan arah kebijakannya, atau memerintahkan menteri yang ditugasi mewakilinya menyatakan ketaksetujuan saat proses berlangsung. Namun dalam praktik, selain faktor determinasi, sikap itu biasanya mengundang konflik politik yang terbuka dengan (partai politik di) DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, ketentuan seperti itu bagai ranjau yang ditebar dalam UUD. Sedikit lebih dramatik, presiden bagai tersandera oleh ketentuan tadi. Kemangkusan kebijakan atau bahkan stabilitas pemerintah menjadi tak mudah diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan yang semula dibangun untuk menggambarkan indahnya check and balances dalam sebuah sistem kemudian juga goyah oleh hadirnya ketentuan tentang pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian negara yang dalam Pasal 17 Ayat 4 hasil Amandemen 3 harus diatur dalam undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik dalam teori maupun praktik hukum administrasi atau hukum tata negara, ketentuan tersebut sesungguhnya berlebihan. Ukuran dan bentuk organisasi kabinet seperti dalam sistem presidensial yang dianut UUD 1945 semestinya dengan ikhlas diserahkan sebagai domain presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi jelas merupakan alat untuk mewujudkan tujuan. Besar-kecilnya kabinet—di luar bidang-bidang yang sifatnya standar—akan dipengaruhi atau ditentukan oleh besar-kecilnya tugas atau banyak-sedikitnya tujuan yang akan dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin kemangkusan kabinet dapat terwujud apabila janji atau program kerja presiden sebenarnya tak memerlukan format kabinet dengan ragam kementerian negara yang diikat oleh ketentuan UU yang bagaimanapun bersifat baku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan janji dan kebijakan serta program kerja yang berbeda, presiden berikutnya juga akan sulit bekerja baik dengan format dan ukuran organisasi kabinet yang sebenarnya tak ia perlukan. Dengan gambaran yang agak lebar, soal kemangkusan pemerintahan juga dapat dilihat dari sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat yang luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pasal 11 Ayat 2 Amandemen 3 ditentukan keharusan presiden meminta persetujuan DPR (terlebih dahulu) dalam membuat perjanjian internasional yang menimbulkan akibat luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat. Konstruksi rumusan itu menimbulkan konsekuensi di bidang kemangkusan penyelenggaraan pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa dan yang manakah sesungguhnya ”akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat” itu? Bagaimana keputusan membuat atau tidak membuat harus diambil presiden dan kapan persetujuan harus dimintakan (terlebih dahulu)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ketentuan tak dijalankan sebagaimana dirumuskan, untuk apa amandemen tadi? Sebaliknya, bila yang dimaksud adalah pemahaman yang normal bahwa setiap perjanjian internasional harus kemudian dimintakan persetujuan DPR sebelum dinyatakan berlaku bagi Indonesia, perlukah rumusan dibuat dengan nada kondisional seperti itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penipisan kewenangan presiden menerima duta negara lain, apa sesungguhnya keuntungan sistem yang menambahkan keikutsertaan DPR (Pasal 13 Ayat 4 Amandemen 1)? Mengingat DPR bukan lembaga eksekutif yang mengadministrasikan hubungan antarpemerintah negara, jelas tidak akan mudah bagi DPR untuk berperan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah hal itu hanya memperlarut pemberian pernyataan persetujuan kepada pemerintah negara lain dan bisa menimbulkan ganjalan tak perlu? Sebaliknya, kalau kemudian dalam praktik peran itu akhirnya tak mangkus digunakan, untuk apa hal itu dibuat demikian? Ataukah sekadar mempertegas politik untuk menipiskan kewenangan presiden?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang Kesowo Anggota Dewan Penasihat Ikatan Alumni Lemhannas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-5918466124931226228?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/5918466124931226228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=5918466124931226228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/5918466124931226228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/5918466124931226228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/kemangkusan-pemerintahan.html' title='Kemangkusan Pemerintahan'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-6703766313535360865</id><published>2011-01-19T11:00:00.000+08:00</published><updated>2011-01-19T11:00:08.616+08:00</updated><title type='text'>Zaid Bin Tsabit</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TTZTlW2wS5I/AAAAAAAAARc/EuS4DGl6Crk/s1600/gor_kampus.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="270" width="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TTZTlW2wS5I/AAAAAAAAARc/EuS4DGl6Crk/s400/gor_kampus.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kembali ke tahun kedua hijriyah. Ketika itu Madinah sedang sibuk menyiapkan suatu angkatan perang untuk menghadapi perang Badar. Rasulullah melakukan pemeriksaan terakhir terhadap tentara muslimin yang pertama-tama dibentuk, dan segera akan diberangkatkan ke medan jihad di bawah komando beliau, untuk melestarikan kalimat Allah di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah sedang sibuk-sibuknya, tiba-tiba seorang laki-laki berusia kurang dari tiga belas tahun datang menghadap beliau. Anak itu kelihatan cerdas, terampil, hemat, cermat, dan teliti. Di tangannya tergenggam sebilah pedang, yang panjangnya melebihi badan anak itu. Dia berjalan tanpa ragu-ragu dan tanpa takut melewati barisan demi barisan menuju Rasulullah SAW. Setelah dekat kepada beliau dia berkata, “Saya bersedia mati untuk Anda, wahai Rasulullah! Izinkanlah saya pergi jihad bersama Anda, memerangi musuh-musuh Allah di bawah panji-panji Anda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menengok kepada anak itu dengan pandangan gembira dan takjub. Beliau menepuk-nepuk pundak anak itu tanda kasih dan simpati. Tetapi beliau menolak permintaan anak itu, karena usianya masih sangat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu pulang kembali membawa pedangnya tergesek-gesek menyentuh tanah. Dia sedih dan kecewa permintaannya untuk menyertai Rasulullah dalam peperangan pertama yang akan dihadapi beliau, ternyata ditolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu anak itu, Nuwar binti Malik, yang sejak tadi mengikutinya dari belakang tidak kurang pula sedihnya. Dia ingin melihat anaknya berjuang di bawah panji-panji Rasulullah, supaya anak itu dapat kesempatan berdekatan dengan beliau seperti diharapkannya. Dalam angan-angannya terbayang, alangkah bahagianya ayah anak itu sekiranya dia masih hidup, melihat anaknya dapat mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi anak Anshar yang cerdas dan pintar ini tidak lekas putus asa. Walaupun dia tidak berhasil mendekatkan diri kepada Rasulullah sebagai prajurit karena usianya masih sangat muda, dia berpikir mencari jalan lain yang tidak ada hubungannya dengan usia. Pikirannya yang tajam membukakan jalan baginya untuk selalu berdekatan dengan Nabi yang dicintainya. Jalan itu ialah bidang ilmu dan hafalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu menyampaikan buah pikirannya kepada ibu. Sang ibu menyambut gembira buah pikiran anaknya, dan segera merintis jalan untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuwar memberi tahu beberapa orang famili tentang keinginan dan bidang yang akan ditempuh anaknya. Mereka setuju lalu pergi menemui Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata mereka, “Wahai Rasulullah! Ini anak kami, Zaid bin Tsabit. Dia hafal tujuh belas surat dari kitab Al-Qur’an. Bacaannya betul, sesuai dengan yang diturunkan Allah kepada Anda. Di samping itu dia pandai pula baca tulis Arab. Tulisannya indah dan bacaannya lancar. Dia ingin berbakti kepada Anda dengan keterampilan yang ada padanya, dan ingin pula mendampingi Anda selalu. Jika Anda menghendaki, silakan mendengarkan bacaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mendengarkan Zaid bin Tsabit membaca sebagian ayat-ayat Al-Qur’an yang teah dihafalnya. Bacannya ternyata memang bagus, betul, dan fasih. Kalimat-kalimat Al-Qur’an bagaikan berkelap-kelip di bibirnya seperti bintang-gemintang di permukaan langit. Bacaannya menimbulkan pengaruh dan berkesan. Waqaf-waqaf dilaluinya dengan tepat, menunjukkan dia paham dan mengerti dengan baik apa yang dibacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah gembira karena apa yang dilihat dan didengarnya mengenai Zaib bin Tsabit, ternyata melebihi apa yang dikatakan orang yang mengantarnya. Terlebih lagi, Zait bin Tsabit pandai menuli dan membaca. Rasulullah menoleh kepada Zaid seraya berkata, “Hai Zaid! Pelajarilah baca tulis bahasa Yahudi (Ibrani). Saya sangat tidak percaya kepada mereka (Yahudi), bila saya diktekan sebagai sekretaris saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Zaid, “Saya siap, ya Rasulullah!” Zaid belajar baca tulis bahasa Ibrani dengan tekun. Berkat otaknya yang cemerlang, maka dalam tempo singkat dia telah menguasai bahasa tersebut dengan baik, berbicara, membaca, dan menulis. Apabila Rasulullah hendak menulis surat kepada orang-orang Yahudi, Zaid bin Tsabit dipanggil beliau menjadi sekretaris. Bila beliau menerima surat dari Yahudi, Zaid pula yang disuruh membacakan surat itu kepada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Zaid disuruh pula belajar baca tulis bahasa Suryani. Zaid berhasil menguasai bahasa itu dalam tempo singkat, berbicara, membaca, dan menulis, seperti penguasaannya terhadap bahasa Yahudi. Dan sejak saat itu, Zaid yang masih muda remaja itu dijadikan beliau sebagai penerjemah bagi beliau untuk kedua bahasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah sungguh-sungguh yakin dengan ketrampilan Zaid, kesetiaan, ketelitian, dan pemahamannya, barulah beliau menugaskannya menulis risalah langit (al-Qur’an). Maka jadilah dia penulis wahyu. Bila ayat-ayat/wahyu turun, Rasulullah memanggil Zaid, lalu dibacakannya kepada Zaid dan disuruh tulis. Karena itu Zaid bin Tsabit menulis Al-Qur’an didiktekan langsung oleh Rasulullah secara bertahap sesuai dengan turunnya ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid menuliskannya langsung dari mulut Rasulullah SAW, segera setelah ayat turun. Dengan petunjuk beliau, Zaid menyambungkan kepada ayat-ayat sebelumnya yang berhubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah lagi kalau pribadi Zaid cemerlang oleh sinar petunjuk Al-Qur’an, dan pikirannya gemerlapan dengan rahasia-rahasiasyariat Islam, sementara dia mengkhususkan diri dengan Al-Qur’an. Dia menjadi orang pertama tempat umat Islam bertanya tentang Al-Qur’an sesudah Rasulullah wafat. Dia menjadi ketua tim yang ditugaskan menghimpun Al-Qur’an pada masa pemerintahan Abu Bakar Ash-Shidiq. Kemudian dia pula yang menjadi ketua tim penyusun mushaf di zaman pemerintahan Utsman bin Affan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan apakah lagi yang lebih tinggi dari itu? Masih adakah kemuliaan yang lebih tinggi dari kemuliaan seperti itu yang hendak dicapai seseorang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara keutamaan yang dilimpahkan Al-Qur’an terhadap Zaid bin Tsabit, dia pernah memberikan jalan keluar dari jalan buntu yang membingungkan orang-orang pandai pada hari Saqifah. Kaum muslimin berbeda pendapat tentang pengganti (khalifah) Rasulullah sesudah beliau wafat. Kaum muhajirin berkata, “Pihak kamilah yang lebih pantas.” Kata sebagian yang lain “Pihak kami dan kalian sama-sama berhak. Kalau Rasulullah mengangkat seseorang dari kalian untuk suatu urusan, maka beliau mengangkat pula seorang dari pihak kami untuk menyertainya.” Karena perbedaan pendapat, hampir saja terjadi bencana di kalangan kaum muslimin ketika itu. Padahal jenazah Rasulullah masih terbaring, belum dimakamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kalimat-kalimat mutiara yang gemerlapan dengan sinar Al-Qur’an yang sanggup mengubur bencana itu, dan menyinari jalan keluar dari jalan buntu. Kalimat-kalimat tersebut keluar dari mulut Zaid bin Tsabit Al-Anshari. Dia berucap di hadapan kaumnya orang-orang Anshar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, “Wahai kaum Anshar! Sesungguhnya Rasulullah SAW adalah orang Muhajirin. Karena itu sepantasnyalah penggantinya or Muhajirin pula. Kita adalah pembantu-pembantu (Anshar) Rasulullah. Maka sepantasnya pulalah kita menjadi pembantu bagi pengganti (khalifah)nya, sesudah beliau wafat dan memperkuat kedudukan khalifah dalam menegakkan agama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah berucap begitu, Zaid bin Tsabit mengulurkan tangannya kepada Abu Bakar Ash-Shidiq seraya berkata, “Inilah Khalifah kalian! Baiatlah kalian kepadanya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan dan kedalaman pengertian Zaid bin Tsabit mengenai Al-Qur’an telah mengangkatnya menjadi penasihat kaum muslimin. Para Khalifah senantiasa bermusyawarah dengan Zaid dalam perkara-perkara sulit, dan masyarakat umum selalu minta fatwa beliau tentang hal-hal yang musykil. Terutama tentang hukum warisan; karena belum ada diantara kaum muslimin ketika itu yang lebih mahir membagi warisan selain dari pada Zaid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khatab pernah berpidato pada hari Jabriyah, katanya: “Hai, manusia! Siapa yang ingin bertanya tentang Al-Qur’an, datanglah kepada Zaid bin Tsabit. Siapa yang hendak bertanya tentang fiqih tanyalah kepada Muadz bin Jabal. Dan siapa yang hendak bertanya tentang harta kekayaan, datanglah kepada saya. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjadikan saya penguasa, Allah jualah yang memberinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pencari ilmu (mahasiswa) yang terdiri dari para sahabat dan tabiin, mengerti benar ketinggian ilmu Zaid bin Tsabit. Karena itu mereka sangat hormat dan memuliakannya, mengingat ilmu yang bersarang di dadanya ialah ilmu Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat lautan ilmu pula, yaitu Abdullah bin Abbas, pernah melihat Zaid bin Tsabit direpotkan hewan yang sedang dekendarainya. Lalu Abdullah berdiri di hadapan kendaraan itu dan memegang talinya supaya tenang. Kata Zaid bin Tsabit kepada Abdullah bin Abbas, “Biarkan saja hewan itu, wahai anak paman Rasulullah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Ibnu Abbas, “Beginilah kami diperintahkan Rasulullah menghormati ulama kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Zaid, “Coba perlihatkan tangan Anda kepada saya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas mengulurkan tangannya kepada Zaid. Zaid bin Tsabit memegang tangan Ibnu Abbas lalu menciumnya. Kata Zaid, “Begitulah caranya kami diperintahkan Rasulullah SAW menghormati keluarga Nabi kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Zaid bin Tsabit berpulang ke rahmatullah, kaum muslimin menangis karena pelita ilmu yang menyala telah padam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Abu Hurairah, “Telah meninggal samudra ilmu umat ini. Semoga Allah menggantinya dengan Ibnu Abbas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair Rasulullah, Hasan bin Tsabit, menangisi Zaid bin Tsabit dan dirinya sendiri dengan seuntai sajak yang indah:&lt;br /&gt;Siapakah lagi merangkai sajak sesudah Hasan dan anaknya&lt;br /&gt;Manakah lagi menara ilmu sesudah Zaid bin Tsabit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan ridha-Nya kepada almarhum. Amin!&lt;br /&gt;[sumber: Kepahlawanan Generasi Shahabat Rasulullah SAW]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-6703766313535360865?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/6703766313535360865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=6703766313535360865' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6703766313535360865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6703766313535360865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/zaid-bin-tsabit.html' title='Zaid Bin Tsabit'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TTZTlW2wS5I/AAAAAAAAARc/EuS4DGl6Crk/s72-c/gor_kampus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-4264754659494812259</id><published>2011-01-14T11:33:00.000+08:00</published><updated>2011-01-14T11:33:07.846+08:00</updated><title type='text'>Misteri Hujan 1000 Bangkai Burung, Magis?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TS_DnbVrSAI/AAAAAAAAARU/ZdfuQNbl2mA/s1600/71270_burung_gagak_300_225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="225" width="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TS_DnbVrSAI/AAAAAAAAARU/ZdfuQNbl2mA/s400/71270_burung_gagak_300_225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Elin Yunita Kristanti:&lt;br /&gt;VIVAnews - Kejadian menyeramkan terjadi di wilayah Arkansas, Amerika Serikat. Penduduk dilingkupi suasana horor, beberapa menghubung-hubungkannya dengan kejadian supranatural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, sekitar 2.000 burung hitam jatuh dari langit, tepat sebelum Tahun Baru, demikian diberitakan sebuah koran lokal. Sebagian besar mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan masih belum bisa memastikan apa penyebab pasti 'hujan' bangkai burung itu. Tentu saja, mereka tak menghubungkan kejadian itu  dikarenakan aktivitas paranormal atau tahayul. Ilmuwan menduga, burung-burung itu terkena sambaran petir atau jadi korban kembang api. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu berawal pukul 23.30 waktu setempat, setengah jam sebelum peralihan tahun baru 1 Januari 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat itu,  Arkansas Game and Fish Commission (AGFC) melaporkan bangkai burung hitam berjatuhan dari langit di batas kota Beebe," kata AGFC dalam pernyataannya, seperti dimuat LiveScience. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparat memperkirakan, lebih dari 1.000 burung hitam jatuh langit dan memenuhi area sepanjang 1 mil. Sebagian besar burung mati, lainnya masih hidup meski luka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak lama setelah saya tiba, burung-burung masih berjatuhan dari langit, kata petugas suaka margasatwa AGFC, Robby King, yang sempat mengumpulkan 65 bangkai burung dan mengirimkannya ke laboratorium unggas dan ternak Arkansas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat petugas AGFC melakukan pantauan udara, mereka tak menemukan ada burung mati di luar kawasan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli ornitologi AGFC, Karen Rowe berpendapat, kejadian aneh ini sering terjadi di beberapa belahan dunia. Dalam kasus ini, burung, sering diakibatkan faktor cuaca. Burung terkadang ke luar dari jalur terbang normal saat terjebak badai. Di Arktik, burung bisa mati karena menabrak satu sama lain di tengah kabut tebal, sementara yang lain binasa ketika angin kencang menghempaskan mereka ke tebing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan burung, badai di laut pun bisa menyedot ikan-ikan dan menjatuhkannya dari langit, jadi hujan ikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Burung-burung menunjukkan trauma fisik dan mereka bisa saja kena petir atau hujan es di ketinggian," kata Rowe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga kemungkinan, mereka korban euforia tahun baru, kembang api bisa saja mengagetkan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun, anehnya yang jadi korban hanya kawanan burung hitam. Karena mereka jatuh dari langit, tak mungkin mereka diracuni," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya cara untuk menguak fenomena misterius itu adalah necropsies - otopsi hewan yang akan dimulai hari ini, Senin 3 Januari 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-4264754659494812259?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/4264754659494812259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=4264754659494812259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/4264754659494812259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/4264754659494812259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/misteri-hujan-1000-bangkai-burung-magis.html' title='Misteri Hujan 1000 Bangkai Burung, Magis?'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TS_DnbVrSAI/AAAAAAAAARU/ZdfuQNbl2mA/s72-c/71270_burung_gagak_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-7719694052318583686</id><published>2011-01-14T10:30:00.000+08:00</published><updated>2011-01-14T10:30:33.482+08:00</updated><title type='text'>Energi Bakal Jadi Masalah</title><content type='html'>lihat juga: http://parfikh.wordpress.com/ dan https://sites.google.com/site/parfikh/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TS-1JwuYXQI/AAAAAAAAARM/jDQ5_44Y3vQ/s1600/98166_merapi-siaga.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TS-1JwuYXQI/AAAAAAAAARM/jDQ5_44Y3vQ/s400/98166_merapi-siaga.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEDAKAN PENDUDUK&lt;br /&gt;Energi Bakal Jadi Masalah&lt;br /&gt;Jumat, 14 Januari 2011 | 04:38 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Kebutuhan energi nasional dipastikan meningkat pesat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kegiatan ekonomi yang menyertainya. Jika pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan, energi akan menjadi persoalan serius di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sebenarnya memiliki sumber energi melimpah dan beragam, tetapi justru sebagian besar sumber energi itu diekspor. ”Jika sumber energi diperlakukan sebagai komoditas ekspor, itu tidak akan memberi nilai tambah apa-apa bagi industri dalam negeri,” kata anggota Dewan Energi Nasional, Rinaldy Dalimi, di Jakarta, Kamis (13/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ”Indonesia Energy Outlook 2009”, kebutuhan berbagai energi Indonesia pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 2,92 miliar setara barrel minyak (SBM). Kebutuhan energi itu naik tiga kali lipat dibandingkan dengan kebutuhan pada 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, proyeksi ini dibuat berdasarkan asumsi jumlah penduduk 4,1 juta lebih kecil dibandingkan dengan penduduk 2010 sebenarnya. Asumsi pertumbuhan penduduk juga hanya 1,02 persen meski laju pertumbuhan penduduk 10 tahun terakhir mencapai 1,49 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kebijakan untuk mengonservasi energi, mendorong penggunaan energi terbarukan, dan pengurangan emisi karbon diadopsi, kebutuhan energi tersebut akan berkurang sebesar 12-16 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebutuhan tersebut, Indonesia masih mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Produksi energi Indonesia 20 tahun mendatang diperkirakan mencapai 4,6 miliar SBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saat ini sebagian besar sumber energi yang ada justru dikirim ke luar negeri. ”Sebanyak dua pertiga produksi batu bara dan setengah produksi gas alam Indonesia masih diekspor,” tegas Rinaldy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan yang tak memihak kebutuhan dalam negeri ini sudah terasa dampaknya dengan sulitnya industri dan pembangkit listrik memperoleh energi untuk menggerakkan mesin mereka. Masyarakat juga terkadang harus antre mendapatkan bahan bakar karena terbatasnya pasokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, pemerintah harus segera menegosiasi ulang perjanjian ekspor energi serta memfokuskan penambangan energi baru untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi Pri Agung Rakhmanto menyatakan, untuk Indonesia, penentu pemenuhan energi sangat bergantung pada infrastruktur dan tingkat pendapatan per kapita masyarakat. Jumlah penduduk memang akan meningkatkan kebutuhan energi. Namun, jika infrastruktur tidak tersedia, masyarakat akan menggunakan energi tradisional, seperti kayu bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruknya akses terhadap energi membuat konsumsi energi per kapita Indonesia sangat rendah, hanya 2,8 SBM pada 2008. Konsumsi energi per kapita ini tidak meningkat cepat karena konsumsi pada 2000 hanya 2,28 SBM per kapita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasio elektrifikasi Indonesia juga sangat rendah, hanya 66,6 persen. Bahkan, sejumlah daerah rasionya masih di bawah 50 persen. ”Bandingkan dengan konsumsi energi Malaysia yang sudah di atas 10 SBM per kapita,” ujarnya. (EVY/MZW)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-7719694052318583686?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://parfikh.wordpress.com/' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='https://sites.google.com/site/parfikh/' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/7719694052318583686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=7719694052318583686' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/7719694052318583686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/7719694052318583686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/energi-bakal-jadi-masalah.html' title='Energi Bakal Jadi Masalah'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TS-1JwuYXQI/AAAAAAAAARM/jDQ5_44Y3vQ/s72-c/98166_merapi-siaga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-8877343204374605411</id><published>2011-01-10T23:01:00.000+08:00</published><updated>2011-01-10T23:01:39.712+08:00</updated><title type='text'>Arus Balik Antikorupsi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TSsfL_Gg6dI/AAAAAAAAARE/320h8twtiEg/s1600/09-petruk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="273" src="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TSsfL_Gg6dI/AAAAAAAAARE/320h8twtiEg/s400/09-petruk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAJUK RENCANA "KOMPAS" - Senin, 10 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi, negeri ini sedang getol memproduksi absurditas. Jumat pekan lalu, seorang terdakwa kasus korupsi dilantik sebagai Wali Kota Tomohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Sabtu, Wali Kota Tomohon Jefferson Rumajar melantik sejumlah pejabat Kota Tomohon di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. Sorotan televisi menayangkan saat Wali Kota Tomohon—yang berstatus terdakwa kasus korupsi APBD 2006-2008—menuntun pembacaan sumpah jabatan pejabat yang, antara lain, berisi, ”tidak akan memberi atau menerima apa pun yang berkaitan dengan jabatannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa agak ironis memang, tetapi itulah faktanya. Cerita itu juga bukan fiksi, tetapi sebuah kenyataan. Boleh jadi itulah peristiwa pertama di Indonesia, bahkan mungkin dunia. Seorang terdakwa kasus korupsi keluar dari LP Cipinang untuk dilantik sebagai wali kota dan selanjutnya kembali ke LP Cipinang. Di LP Cipinang itu pulalah, keesokan harinya, ia melantik para pejabat Kota Tomohon. Alasannya: agar pemerintahan bisa berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang legalistik, boleh jadi kita tidak bisa mempersalahkan pelantikan itu. Mahkamah Konstitusi telah menetapkan Jefferson Rumajar dan Jimmy F Eman yang diajukan Partai Golkar sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon terpilih. Selanjutnya, Wakil Wali Kota Tomohon akan melaksanakan tugas sebagai pelaksana harian wali kota sampai kasus hukum Jefferson tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Jefferson sebenarnya hanya menambah absurditas yang sudah ada. Kita masih ingat bagaimana ”joki” bisa menggantikan seorang napi di penjara hanya dengan uang Rp 10 juta. Kita masih belum lupa seorang Gayus Tambunan yang ditahan di Rumah Tahanan Brimob bisa membuat aparat kita bertekuk lutut di hadapannya dan tak berdaya ketika Gayus ingin pelesir ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dari aspek legalitas tak bisa digugat, pertanyaannya kemudian, apakah fenomena itu tak melukai rasa keadilan masyarakat. Menurut catatan harian ini, paling tidak ada sembilan tersangka/terdakwa kasus korupsi yang masih memimpin wilayahnya. Akankah negeri ini menjadi negeri dipimpin para tersangka? Kita hanya berharap, janganlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul juga pertanyaan, apakah rangkaian kejadian ini bukan meledek pemberantasan korupsi yang gencar disuarakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang pada saat kampanye berkomitmen memimpin sendiri pemberantasan korupsi. Apakah niat memberantas korupsi di wilayah itu bisa diwujudkan jika pimpinannya seorang tersangka atau terdakwa kasus korupsi? Apakah ini juga bukan pertanda arus balik pemberantasan korupsi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya bertanya, apakah absurditas yang sedang kita produksi tidak bakal mematikan gerakan antikorupsi? Ketika publik berwacana agar terpidana kasus korupsi dimiskinkan secara sosial dan ekonomi agar timbul efek jera, faktanya, si aktor malah bisa melakukan pencucian politik melalui proses demokrasi. Kita berharap,    pembahasan revisi UU Pemilihan Kepala Daerah bisa menghentikan absurditas ini!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-8877343204374605411?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/8877343204374605411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=8877343204374605411' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8877343204374605411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8877343204374605411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/arus-balik-antikorupsi.html' title='Arus Balik Antikorupsi'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TSsfL_Gg6dI/AAAAAAAAARE/320h8twtiEg/s72-c/09-petruk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-1682533367315561023</id><published>2011-01-09T23:09:00.000+08:00</published><updated>2011-01-09T23:09:42.970+08:00</updated><title type='text'>Faktor-faktor penyebab takabur</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TSnPnDx9V7I/AAAAAAAAAQ8/68NFkuFLHOk/s1600/n1070850456_30319849_2559.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="259" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TSnPnDx9V7I/AAAAAAAAAQ8/68NFkuFLHOk/s400/n1070850456_30319849_2559.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takabur -yang telah kita ketahui definisinya- merupakan penyakit hati tingkat tinggi yang harus diwaspadai oleh semua muslim, termasuk aktifis dakwah. Dikatakan penyakit hati tingkat tinggi karena sejarah iblis laknatullah dimulai dari penyakit satu ini. Merasa lebih tinggi dari Adam, ia lalu mendurhakai perintah Allah untuk bersujud padanya. Abaa wastakbara, kata Al-Qur’an. Demikian pula para penguasa taghut yang menjadi musuh para nabi dan rasul, semuanya dihinggapi penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab suatu penyakit, diharapkan kita bisa menghindarinya. Demikian pula dengan takabur ini. Ada beberapa faktor penyebab yang semoga setelah kita mengetahuinya lalu berupaya keras untuk menghindarinya, sebagaimana kita menghindari api yang telah kita ketahui panasnya bisa membakar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah sebagian dari faktor penyebab takabur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Salah dalam Memahami Hakikat Dirinya&lt;br /&gt;Iblis sebagai makhluk pertama yang dihinggapi takabur hingga membuatnya terlempar dari surga, melakukan kesalahan fatal dalam memandang hakikat dirinya. Ia lupa betapapun ia ditempatkan di surga, sebenarnya ia adalah makhluk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula orang yang takabur, terutama ketika merendahkan orang lain. Ia salah dalam memandang hakikat dirinya yang pada mulanya tercipta dari air yang hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. (QS. As-Sajdah : 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak ingat ayat ini. Ia tidak menyadari hakikat dirinya. Yang ia tahu ia kini adalah manusia dengan organ yang sempurna, sosok yang hebat, dan wajah yang rupawan. Berbagai potensi yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, mulai dari kecerdasan sampai kekayaan dan kekuasaan, dianggap sebagai milik dirinya sendiri. Hingga segala kelebihan dari fisik hingga akal itu dipahami sebagai hakikat dirinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Salah dalam Memahami Hakikat Kemuliaan&lt;br /&gt;Ketika iblis mengaku lebih mulia dari Adam, ia menggunakan parameter yang salah dalam mengukur kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" (QS Israa’ : 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Iblis menjawab: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (QS Al A’raaf :12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika iblis memahami hakikat kemuliaan ditentukan dari asal penciptaan, orang seperti Fir’aun memahami hakikat kemuliaan ditentukan oleh kekuasaan. Lalu orang seperti Qarun menganggap kemuliaan ditentukan oleh kekayaan. Dan orang seperti Haman menganggap kemuliaan ditentukan oleh kekuatan dan kecerdasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hal yang disebutkan terakhir ini barangkali saat ini amat dominan dipakai sebagai logika kemuliaan. Maka jika kebenaran berasal dari mereka yang tidak lebih berkuasa akan ditolak. Al-haq yang dibawa oleh mereka yang tidak lebih kaya dari dirinya tidak akan diterima. Dan keadilan yang dilantangkan oleh mereka yang tidak lebih kuat dari dirinya juga akan diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal lain yang juga menjadi standar salah dalam memandang hakikat kemuliaan. Misalnya usia, pengetahuan, pengalaman, bahkan jasa. Termasuk dalam dakwah. Maka kadang terjadi aktifis dakwah yang terjebak pada takabur dan tidak mau menerima kebenaran karena merasa usia perjuangannya lebih lama, pengalaman dakwahnya lebih banyak, atau jasanya lebih besar. Hingga ada pula yang karena memandang dirinya adalah qiyadah, maka perbedaan yang dibawa oleh jundiyahnya selalu dianggap salah. Kesalahan dalam memahami hakikat kemuliaan bisa menjerumuskan kita ke dalam ke-takabur-an sebagaimana iblis diusir dari surga dan dilaknat Allah selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak Memiliki Pemahaman yang Benar tentang Hakikat Kebenaran&lt;br /&gt;Ali radhiyallaahu anhu terkenal dengan kata-katanya: ”Lihatlah apa yang diucapkan dan jangan lihat siapa yang mengucapkan.” Seringkali kita memahami maqalah ini sebagai upaya untuk obyektif menilai kebenaran. Namun di sana juga ada nilai bahwa kebenaran akan selamanya benar meskipun datangnya dari siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memiliki standar penilaian yang benar, insya Allah kita akan lebih selamat dari bahaya menolak kebenaran, sebuah sikap yang merupakan inti takabur. Dan kebenaran itu adalah apa yang benar menurut Allah dan Rasul-Nya (Al-Qur'an dan Sunnah), siapapun yang mengatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengira bahwa Nikmat itu Kekal pada Dirinya&lt;br /&gt;Orang yang takabur biasanya lupa bahwa alasan yang melatarinya untuk berbuat demikian tidaklah abadi pada dirinya. Kenikmatan yang ia rasakan, yang dengannya ia menyombongkan diri hanyalah bersifat sementara. Allah bisa mencabutnya dalam waktu yang cepat dan tak terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak peduli apakah kenikmatan yang kemudian disombongkan itu berupa harta, keturunan, popularitas, jabatan, kekuasaan, dan sebagainya. Perihalnya menyerupai orang yang digambarkan Allah SWT dalam salah satu firnam-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dia memasuki kebun sedangkan dia zalim terhadap dirinya sendiri. Ia berkata, "Aku kira kebun itu tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang. Sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku pasti aku akan mendapatkan tempat yang lebih baik daripada kebun-kebunku itu." (QS. Al-Kahfi : 35-36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sikap Tawadhu’ Orang Lain yang Berlebihan&lt;br /&gt;Ini adalah faktor eksternal yang bisa menyebabkan seseorang mejadi takabur. Sebab orang-orang di sekelilingnya terlalu tawadhu secara berlebihan kepada dirinya. Sebab ini sering dijumpai pada pemimpin atau guru yang takabur disebabkan lingkungan seperti ini. Pengikut yang tawadhu', selalu menghormatinya, dan tidak pernah menasehatinya, mengarahkan seseorang berpikiran bahwa ia adalah orang mulia dan jauh dari kesalahan. Guru yang selalu dihormati muridnya dan mendapatkan kemuliaan dari mereka juga berpotensi menganggap dirinya sempurna. Jadilah ia takabur. Tidak menutup kemungkinan hal ini juga menimpa ulama. Karenanya mencium tangan seseorang baik itu pemimpin maupun ulama dimakruhkan oleh sebagian ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula penghormatan dengan berdiri dan berbagai bentuknya. Selain itu merupakan bentuk ketawadhu'an yang memperlemah posisi orang yang melakukan, juga bisa menjadi faktor penyebab takabur bagi orang yang diberi penghormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;Barangsiapa yang suka agar orang-orang berdiri untuk menghormatinya, maka bersiaplah untuk menempati tempat duduk dari api neraka. (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan yang lain beliau bersabda:&lt;br /&gt;Janganlah kalian berdiri menyerupai orang-orang yang saling mengagungkan satu sama lain (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pujian Orang Lain di Depannya Secara Berlebihan&lt;br /&gt;Selain ketawadhuan, pujian orang lain didepan seseorang juga berpotensi membawa takabur pada orang yang dipuji. Karenanya Rasulullah mengingatkan, bahkan dengan tegas kepada orang yang suka memuji orang lain di depannya, apalagi secara tidak proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memerintahkan kami untuk menaburkan tanah ke muka orang yang suka memuji (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lalai terhadap Dampak Buruk Takabur&lt;br /&gt;Orang yang takabur biasanya karena ia lalai terhadap dampak takabur. Kelalaian di sini bukanlah kelalaian secara pengetahuan atau kognitif. Sebab betapa banyak orang yang secara teori hafal dampak buruk takabur tetapi ia tetap melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelalaian di sini lebih dalam maknanya daripada itu. Yakni memahami dan menyadari bahwa jika ia melakukan takabur dampak buruk dunia akhirat bisa menghancurkannya. Di saat seseorang sadar akan bahaya yang menimpanya, maka ia akan menghindari perbuatan itu. Sementara pengetahuan atau hafalan yang tidak mencegah seseorang dari takabur, belumlah mengeluarkan ia dari kelalaian yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian 7 faktor penyebab takabur, semoga dengan mengetahuianya Allah menjadikan kita paham akan sebab-sebab yang bisa menjerumuskan kita pada takabur. Dengan pemahaman itu kita berdoa kepada Allah agar dihindarkan dari ketujuh hal itu dan diselematkan dari takabur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-1682533367315561023?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/1682533367315561023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=1682533367315561023' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1682533367315561023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1682533367315561023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/faktor-faktor-penyebab-takabur.html' title='Faktor-faktor penyebab takabur'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TSnPnDx9V7I/AAAAAAAAAQ8/68NFkuFLHOk/s72-c/n1070850456_30319849_2559.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-3324300560758232080</id><published>2011-01-06T00:14:00.000+08:00</published><updated>2011-01-06T00:14:49.866+08:00</updated><title type='text'>Pak Beye dan Jaminan Sosial</title><content type='html'>KOMPAS - Rabu, 5 Januari 2011 | 03:25 WIB&lt;br /&gt;Oleh Hasbullah Thabrany&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pemerintah siap melindungi rakyat dari kebangkrutan rumah tangga? Sebaliknya, pemerintah cepat melindungi bank bermasalah dari kebangkrutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun 2010 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono—yang oleh seorang wartawan dijuluki Pak Beye—mengeluarkan Inpres Nomor 1/2010 yang antara lain berisi penyelesaian UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial 2010. UU BPJS itu diperlukan untuk menjalankan program jaminan sosial. Program jaminan sosial adalah program perlindungan rakyat dari kebangkrutan rumah tangga akibat sakit berat, kematian, atau pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas perintah Pasal 34 Ayat 2 UUD 1945, tahun 2004 telah diundangkan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional. Dalam UU SJSN tersebut diatur pokok-pokok jaminan kesehatan dan jaminan pensiun untuk seluruh rakyat, mulai lahir sampai mati. Jika Pak Beye bereaksi cepat atas ancaman keamanan ketika ada isu teroris atau ada ancaman RMS di Belanda, rakyat menunggu reaksi cepat tim Pak Beye dalam perlindungan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5 Ayat 1 UU SJSN menyatakan bahwa BPJS dibentuk dengan UU. Pasal itu timbul antara lain akibat penilaian pemerintah dan DPR pada tahun 2004 yang menunjukkan ada kekurangan program jaminan sosial yang dikelola empat BUMN (PT Persero): ASABRI, Askes, Jamsostek, dan Taspen. PT Jamsostek dalam 15 tahun, misalnya, masih gagal mencapai tujuan UU Jamsostek untuk melindungi semua pekerja. Sampai hari ini hanya sekitar 40 persen pekerja yang terlindungi oleh PT Jamsostek secara parsial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang dari 5 persen pekerja yang terlindungi oleh Jamsostek dari kebangkrutan rumah tangga akibat suatu penyakit. Banyak pemimpin rumah sakit dan peserta Askes (pegawai negeri sipil dan pensiunannya) yang menilai bahwa PT Askes belum melindungi sepenuhnya rumah tangga pegawai negeri dan pensiunan. Namun, Menteri Negara BUMN menilai kedua BUMN tersebut sukses besar dengan indikator keuangan yang sehat. Keliru! Seharusnya kinerja BPJS diukur sesuai dengan visi-misinya: melindungi peserta, bukan menghasilkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam RUU BPJS versi DPR, keempat badan itu digabungkan menjadi satu badan yang bukan BUMN, melainkan badan hukum publik. Inilah best practices di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model satu instansi yang mengurus semua program jaminan sosial secara nasional memang dijalankan oleh Amerika Serikat. Model ini memastikan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat dalam program jaminan sosial. Dalam konsep DPR, sebuah BPJS dibentuk atau ”ditetapkan” dan ”diatur” tata kelolanya untuk menjamin transparansi dan tata kelola korporat—bukan pemerintahan—yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi DPR mengambil asumsi dasar bahwa substansi UU SJSN mengatur program negara yang bukan bisnis jual-beli dan karena itu diperlukan kendaraan (BPJS) yang sesuai untuk itu. Maka, pembahasan BPJS harus tidak terisolasi dari substansi UU SJSN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah dan tujuan program jaminan sosial harus menjadi penentu pengaturan UU BPJS. Versi DPR tampaknya tidak menampung pembahasan UU BPJS sekadar membahas arti kata dibentuk dalam UU SJSN. Maksud dan tujuan UU SJSN adalah memperbaiki, mengembangkan, dan mengubah pengelolaan, yang selama ini berkonflik antara pengelolaan dana pungutan (iuran) wajib dan badan hukum yang ditugasi mencari laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi pemerintah menolak pengaturan. Pemerintah ingin agar BPJS hanya ditetapkan, bukan diatur. Yang mengaku ahli hukum pemerintah menyatakan bahwa kata dibentuk dalam UU SJSN harus ditafsirkan bezeking ’penetapan’, bukan regeling ’pengaturan’. Tidak jelas apakah UU SJSN yang disusun dengan bahasa Indonesia harus ditafsirkan dengan bahasa Belanda. Kata yang digunakan dalam UU SJSN adalah dibentuk, bukan ditetapkan. Apa bedanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kata dibentuk ditafsirkan sebagai ditetapkan tanpa mengaitkannya dengan prinsip UU SJSN, maka pertanyaannya, bagaimana tata kelola BPJS? Karena tidak diatur, maka hanya satu kemungkinan tata kelola, yaitu sesuai dengan status badan hukum BPJS: BUMN. Status quo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu argumennya adalah BUMN yang ada sekarang sudah berjalan baik, menurut versi pemerintah! Ada potensi konflik di sini. Jika BPJS berbentuk PT Persero, indikator kinerja BPJS diukur sesuai dengan tujuan perseroan yang, berdasarkan UU No 19/2003, merupakan suatu lembaga bisnis pencari laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sendirinya, pemaksaan ditetapkan, bukan diatur akan memaksa BPJS melanggar UU BUMN itu sendiri. Dalam UU SJSN, BPJS diberi kewenangan menerima dan mengelola pungutan (iuran) wajib yang esensinya sama dengan dana pajak penghasilan. Untuk itu, BPJS tak cocok sebagai lembaga bisnis perseroan yang fungsi utamanya transaksi jual-beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tahu bahwa PT Jamsostek mengelola Dana Amanat, milik pekerja yang sekarang baru mencapai Rp 90 triliun. Jika UU SJSN dijalankan secara konsekuen, dalam waktu lima tahun ke depan Dana Amanat akan mencapai Rp 300 triliun. Jumlah dana yang besar ini berpotensi menjadi daya tarik khusus untuk sebagian orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dengan kerja bersih, penempatan dana investasi obligasi, deposito, reksa dana, atau pembelian saham ke berbagai bank atau perusahaan dapat menguntungkan sebagian orang atau kelompok. Apalagi jika Dana Amanat itu dikelola tak transparan sebagaimana umumnya pengelolaan sebuah perseroan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila BPJS ”ditetapkan dan diatur” pengelolaannya, maka BPJS merupakan badan hukum publik yang tata kelolanya harus transparan. Aliran dana, investasi, baik obligasi, saham, maupun deposito harus terbuka. Hal itu diatur dalam UU BPJS. Maka, akan lebih sulit bagi sebagian orang untuk main-main dengan Dana Amanat. Dalam UU SJSN, pengelolaan Dana Amanat dan program harus transparan karena dana tersebut merupakan pungutan (iuran wajib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, selama ini pekerja mengalami kerugian potensial yang mungkin mencapai Rp 10 triliun akibat pengelolaan dana jaminan sosial oleh badan hukum perseroan. Kerugian potensial tersebut terjadi dari pembagian dividen dan PPh badan yang merupakan kewajiban badan hukum perseroan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang benar? Barangkali hanya pelaku dan Tuhan yang tahu. Yang jelas, tim Pak Beye belum berhasil menjalankan amanat Inpres No 1/2010 tentang BPJS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Hasbullah Thabrany Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia—Pandangan Pribadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-3324300560758232080?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/3324300560758232080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=3324300560758232080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/3324300560758232080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/3324300560758232080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/pak-beye-dan-jaminan-sosial.html' title='Pak Beye dan Jaminan Sosial'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-7148662316114678078</id><published>2011-01-03T14:20:00.000+08:00</published><updated>2011-01-03T14:20:04.013+08:00</updated><title type='text'>JANGAN MERASA BENAR, DI JALAN YANG SESAT - Kompas, Senin, 3 Januari 2011</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TSFqNEfbP8I/AAAAAAAAAQo/e_pA7j7wgX0/s1600/8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="337" src="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TSFqNEfbP8I/AAAAAAAAAQo/e_pA7j7wgX0/s400/8.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TAHUN 2011 BAGI INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senin, 3 Januari 2011 | 04:09 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai negara kepulauan terpanjang di muka bumi dengan anak suku bangsa dan tradisi yang beragam dan sangat kompleks, kita patut bersyukur karena masih bisa bertahan dalam sebuah keutuhan entitas negara-bangsa. Memasuki dasawarsa kedua abad ke-21, berarti kita sedang membuka gawang tahun ke-66 dalam batang usia kemerdekaan kita yang dinyatakan pada 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar pendiri bangsa dan negara ini telah mendahului kita, tetapi ruh mereka pasti berseru agar kita semua tetap tidak melenceng dari cita-cita kemerdekaan yang dengan apik dirumuskan dalam Mukadimah UUD 1945. Apakah kita sudah melenceng atau masih berada di jalur yang benar adalah masalah mendasar yang perlu kita bicarakan secara jujur dan saksama. Wacana tentang masalah itu kini sedang merebak dalam masyarakat kita yang beragam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pengkhianatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2011 ini penduduk Indonesia sudah berada pada angka 236 juta lebih sedikit, naik secara tajam dibandingkan dengan tahun 1945 yang hanya 70 juta. Dengan angka ini, Indonesia dicatat sebagai bangsa terbesar keempat sesudah China (1,3 miliar), India (1,1 miliar), dan Amerika Serikat (308 juta). Brasil (200 juta) bersama Rusia (sekitar 145 juta), India, dan China kini sedang berlomba untuk menjadi raksasa ekonomi dunia di abad ini dengan pertumbuhan yang sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Indonesia juga tumbuh sekitar 5,8 persen dengan pendapatan per kepala sekitar 2.700 dollar AS, tetapi lebih banyak didorong oleh perilaku konsumtif masyarakat, bukan oleh keberhasilan sistem ekonomi yang dijalankan. Kantong-kantong kemiskinan kita masih sangat nyata di seluruh Tanah Air, di kota dan desa. Gerak ke arah perbaikan berjalan sangat lamban. Tentu disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi bukan karena pembengkakan demografis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan kondisi akhir era Orde Baru dengan pendapatan per kepala pada kisaran 1.100 dollar AS, pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang telah meningkat sekitar 250 persen. Masalahnya tetap saja berkisar pada siapa yang menikmati anugerah pertumbuhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya jelas bukan rakyat jelata, sebagaimana yang dituntut oleh Pasal 33 UUD 1945 (asli). Yang diuntungkan tidak lain dari para pembela sistem ekonomi neoliberalisme yang antirakyat, baik asing maupun agen-agen domestiknya. Karena itu, saya setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa pada sisi ekonomi Indonesia tidak lagi berada pada jalur UUD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, bukankah kecenderungan pasar bebas tanpa kendali ini adalah sebuah pengkhianatan terhadap Mukadimah UUD 1945? Kesadaran batin saya yang terdalam mengatakan, ”Ini adalah sebuah pengkhianatan yang harus cepat dihentikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang harus menghentikan? Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, sekalipun baru pada tingkat prosedural dan seremonial, belum substantif, penghentian itu harus dilakukan melalui pematang konstitusional. Memang muncul sebuah dilema di sini. Jika pengkhianatan itu tetap saja berjalan, sementara pemegang kuasa merasa berada di jalan yang benar, komentar saya sederhana dan singkat: ”Itu namanya merasa benar di jalan yang sesat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah pelajari baik-baik konstitusi asli kita, dengan Pancasila sebagai tulang punggungnya, apakah di situ ada tempat bagi sistem ekonomi neoliberal yang memanjakan segelintir orang? UUD kita dirancang untuk secepatnya menciptakan sistem kemakmuran bersama, bukan kemakmuran pihak-pihak kecil yang diuntungkan oleh sistem yang sedang dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, tahun ini harus dijadikan tahun penentu ke mana arah Indonesia harus melangkah. Sikap berpura-pura membela Pancasila berarti menghancurkan sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, disengaja atau sebaliknya. Sikap semacam itu berada pada kategori zalim dan biadab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan semu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Brasil bangga dengan pendapatan per kepala sekarang berkisar 8.040 dollar AS, kebanggaan itu tidak berlebihan. Angka kemiskinan mereka juga menyusut secara signifikan. Saya cemas jika angka- angka statistik yang sering diulang-ulang pemerintah kita, sementara lautan kemiskinan kita tidak semakin mengecil, apakah sikap itu bukan sebuah kebanggaan semu yang sengaja menutup realitas getir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah nasib sebagian TKI kita yang menyabung nyawa mengais rezeki di negeri orang, karena negara gagal membuka lapangan kerja buat mereka. Julukan pahlawan devisa kepada para TKI sepenuhnya benar, tetapi apakah negara telah memberikan perlindungan kepada mereka yang bernasib malang dalam upaya menyambung napas di luar tanah airnya? Yang lebih ironis lagi adalah kenyataan bahwa penderitaan berat yang dialami sebagian TKI justru terjadi di negara-negara yang mengaku beragama Islam, tidak di Korea, Hongkong, atau Taiwan. Pertanyaan saya: Islam jenis apa yang dipraktikkan di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal 2011 pekerjaan rumah (PR) kita masih menggunung. Masalah penegakan hukum yang bertele-tele, sikap presiden yang selalu ragu, wabah korupsi yang masih ganas, partai politik yang tidak berpihak kepada rakyat, praktik politik uang yang tunamoral dalam berbagai pemilihan, adalah PR yang sangat mendesak untuk dicarikan jalan keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tahun ini upaya perbaikan tidak juga terjadi, tidak mustahil demokrasi Indonesia akan berujung dengan sebuah kegagalan. Saya masih berharap bangsa ini tidak membiarkan dirinya tetap berada dalam situasi serba tidak pasti, sementara negara-negara lain telah berhasil berbenah diri dengan kekuatan kulturnya masing-masing, sekalipun tanpa Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sumber-sumber yang sangat dapat dipercaya, saya mendengar berita baik tentang upaya pembenahan PR kita, khususnya di ranah penegakan hukum. Kabarnya Ketua KPK Busyro Muqoddas dan Jaksa Agung Basrief Arief sedang menyusun langkah-langkah strategis bersama untuk menjawab desakan publik tentang kesungguhan mereka dalam penegakan hukum. Kabarnya juga mereka akan menemui Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berita ini mengandung kebenaran, sekaranglah masanya bagi institusi penegak hukum itu untuk membuktikan bahwa mereka masih mencintai negara yang hampir gagal ini. Tahun 2011 akan menjadi saksi apakah mereka patriot sejati atau hanya sebagai penerus dari para pendahulu yang tuna-keberanian dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan yang sangat mendesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan segala catatan di atas, mari kita terus memelihara asa dan stamina di awal tahun 2011 ini, bahwa kondisi bangsa kita masih dapat diperbaiki dengan satu syarat: jangan merasa benar di jalan yang sesat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ahmad Syafii Maarif Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-7148662316114678078?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/7148662316114678078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=7148662316114678078' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/7148662316114678078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/7148662316114678078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/jangan-merasa-benar-di-jalan-yang-sesat.html' title='JANGAN MERASA BENAR, DI JALAN YANG SESAT - Kompas, Senin, 3 Januari 2011'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TSFqNEfbP8I/AAAAAAAAAQo/e_pA7j7wgX0/s72-c/8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-4250330281408698042</id><published>2011-01-03T14:14:00.000+08:00</published><updated>2011-01-03T14:14:16.780+08:00</updated><title type='text'>Dari KOMPAS, Senin, 3 Januari 2011 | 04:08 WIB</title><content type='html'>Revitalisasi Islam "Rahmatan lil 'Alamin"&lt;br /&gt;Senin, 3 Januari 2011 | 04:08 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Alexandria, Mesir, malam tahun baru menjadi malam kelabu. Bom mobil meledak di depan Gereja Qadisiyin (Kristen Koptik), menewaskan 21 warga dan 20-an lainnya terluka parah. Kegembiraan bermetamorfosis menjadi nestapa dan kesedihan. Sementara ini, jaringan Al Qaeda diduga aktor di balik aksi barbar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, selepas aksi teroristik terjadi bentrok fisik antara kalangan Muslim dan Kristen. Bagi warga Mesir, tahun 2011 telah menjadi mimpi buruk dalam konteks hubungan Islam dan Kristen, yang sebenarnya dalam sejarah dikenal harmonis dan toleran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta tersebut merupakan pelajaran terbaik, bahwa perlu perhatian semua pihak agar kerukunan antaragama, khususnya Islam-Kristen, di republik ini senantiasa ditumbuhkembangkan. Survei Moderate Muslim Society mencatat, kelompok Kristen merupakan korban intoleransi terbesar sepanjang tahun 2010, yaitu 34 kasus dari 81 aksi intoleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, kalangan Muslim sebagai kelompok terbesar mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan paham Islam rahmatan lil ’alamin, yaitu keberislaman moderat yang membangun toleransi dan harmoni dengan semua kelompok agama, keyakinan, dan aliran kepercayaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, kita perlu mengangkat kembali pemaknaan agama sebagai elan persaudaraan. KH Ahmad Shiddiq telah merumuskan sebuah pandangan menarik soal perlunya meneguhkan tiga model persaudaraan, yaitu persaudaraan keislaman (al-ukhuwwah al-islamiyyah), persaudaraan kebangsaan (al-ukhuwwah al-wathaniyyah), dan persaudaraan kemanusiaan (al-ukhuwwah al-basyariyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribumisasi Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pengujung tahun 1980-an, Gus Dur juga merumuskan Islam rahmatan lil ’alamin melalui ”Pribumisasi Islam”. Menurut Gus Dur, Islam mesti diletakkan dalam konteks kebudayaan masyarakat setempat. Islam dan kebudayaan hendaknya melakukan adaptasi dan akulturasi tanpa kehilangan identitas masing-masing. Islam harus melindungi, bahkan merayakan, kebhinekaan agama dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskursus tersebut merupakan sebuah episode baru dalam rangka memecahkan ketegangan yang muncul di antara berbagai kelompok dan aliran keagamaan, di antaranya sejak proyek dikotomi santri-abangan-priayi Clifford Geertz dalam Religion of Java pada tahun 1960-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum mencuatnya formalisasi agama pascareformasi yang mengedepankan wajah Islam yang cenderung Arabistik, kecenderungan untuk mengaitkan Islam dengan Arab merupakan sebuah fenomena yang mencuat ke permukaan dalam pergulatan keislaman di Tanah Air. Menjadi seorang Muslim rasanya tidak nyaman jika tidak menggunakan istilah-istilah Arab dan mengadopsi kebiasaan Arab. Identitas keislaman selalu diidentikkan dengan Arab, sedangkan yang bertentangan dengan identitas tersebut disebut abangan, atau bukan santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sosiologis, Gus Dur memandang fenomena tersebut sebagai gejala ketidakpercayaan diri kalangan Muslim dalam menghadapi penetrasi budaya Barat akibat proyek besar globalisasi. Hegemoni kebudayaan yang dilakukan oleh Barat melalui proyek pendaratan dan pendataran ideologinya, khususnya kapitalisme dan neoliberalisme, telah menyebabkan umat Islam berada di persimpangan ketertindasan dan keterpurukan, terutama dalam sektor ekonomi, politik dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi umat Islam sebagai konsumen globalisasi pada umumnya berada di pinggiran. Meskipun ada beberapa negara Muslim yang belakangan menjadi pemain inti dalam globalisasi, seperti negara-negara Teluk, hal tersebut tidak merepresentasikan keseluruhan umat Islam yang umumnya hidup dalam bayang-bayang kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gus Dur, sikap sebagian umat Islam dalam merespons globalisasi dengan arabisasi bukanlah solusi yang tepat. Alih-alih ingin memberikan alternatif bagi keterpurukan posisi umat Islam dalam bidang sosial, politik, dan ekonomi, justru langkah tersebut semakin memperkeruh suasana karena justru menambah persoalan baru: benturan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arabisasi tidak hanya bertentangan dengan spirit globalisasi yang menekankan demokrasi dan hak asasi manusia, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan kebudayaan Nusantara yang sudah berlangsung beberapa abad yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, Pribumisasi Islam menjadi salah satu alternatif untuk mempertahankan khazanah Islam Nusantara dari gempuran globalisasi di satu sisi dan arabisasi di sisi lain. Islam mesti diletakkan dalam konteks kebudayaan masyarakat setempat. Islam dan kebudayaan hendaknya melakukan adaptasi dan akulturasi tanpa kehilangan identitas masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Pribumisasi Islam tidak memahami kebudayan-kebudayaan lokal sebagai musuh dan hambatan dalam beragama, tetapi sebagai kearifan lokal (local wisdom) yang justru dapat memperkukuh eksistensi dan akselerasi misi Islam sebagai rahmatan lil ’alamin. Salah satu misi utama Islam dalam konteks kebudayaan adalah menebarkan harmoni dan akulturasi dengan berbagai macam kebudayaan yang tumbuh dalam masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-15 dan ke-16, Wali Sanga merupakan eksemplar Pribumisasi Islam. Fase ini merupakan gugusan awal dari tegaknya ekspresi keberagamaan yang ramah terhadap kebudayaan lokal. Sunan Bonang melakukan sintesis antara Islam dan kebudayaan lokal melalui tembang tombo ati dan memasukkan kisah-kisah Islam pewayangan Jawa. Langkah serupa dilakukan Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus, yang melestarikan kebudayaan lokal, baik yang bersumber dari tradisi Hindu maupun tradisi Jawa (Jurnal Tashwirul Afkar: 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribumisasi Islam dapat dirumuskan dalam tiga hal. Pertama, secara historis-sosiologis, Islam adalah agama yang lahir dalam ruang dan waktu. Kedua, tafsir atau hermeneutika merupakan metodologi yang paling efektif dalam akulturasi Islam dan kebudayaan lokal. Ketiga, dalam ranah politik dan ruang publik pada umumnya, Islam menganut prinsip kemaslahatan sebagai pijakan dalam menentukan sebuah kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revitalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribumisasi Islam yang mengakar kuat di bumi Nusantara merupakan salah satu potensi dalam rangka mengembangkan Islam rahmatan lil ’alamin. Ekspresi keberislaman yang moderat telah memungkinkan umat Islam membangun harmoni dengan kebudayaan dan tradisi agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks kekinian, umat Islam dapat menerima demokrasi dan hak asasi manusia sebagai instrumen untuk memperkuat tali kebangsaan dan kemanusiaan. Maka dari itu, diktum ”mempertahankan tradisi masa lalu yang baik sembari mengambil tradisi kemodernan yang lebih baik” (al-muhafadzah ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah) merupakan sebuah langkah yang tepat untuk membangun peradaban dan keadaban publik dalam konteks keindonesiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada empat hal yang harus dilakukan. Pertama, perlunya mengembangkan paham keislaman yang senantiasa mendialogkan antara teks dan konteks. Pergulatan teks dan konteks yang dinamis akan melahirkan pemikiran-pemikiran konstruktif. Interaksi antara teks dan konteks akan membebaskan penafsir dari fanatisme terhadap teks dan fanatisme terhadap konteks. Pergulatan teks dengan konteks akan melahirkan pemikiran alternatif, khususnya dalam rangka menjadikan teks senantiasa relevan dengan konteks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengembangkan paham keislaman yang mendorong terwujudnya kemaslahatan publik. Pemikiran keislaman sejatinya mendorong dan merespons kebijakan-kebijakan publik yang berkaitan langsung dengan kemaslahatan publik. Sejumlah isu kontemporer, seperti terorisme, lingkungan, kemiskinan, buruh migran, perdagangan anak, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan lain-lain mesti direspons kalangan Muslim. Pemikiran keislaman harus lebih peka dalam merespons persoalan kebangsaan, kerakyatan, dan keumatan sehingga pemikiran keislaman tidak berada di menara gading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mengembangkan paham keislaman yang mendorong pada kesadaran kewarganegaraan dan multikulturalisme. Faktanya, di sejumlah negara yang mayoritas penduduknya plural seperti di Tanah Air, problem perlindungan terhadap kalangan minoritas masih menjadi persoalan. Pemikiran keislaman kontemporer harus mampu memecahkan problem raibnya hak-hak kalangan minoritas dan mendorong terciptanya hak kewarganegaraan yang berlandaskan persamaan hak di depan hukum, sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pemikiran keislaman kontemporer harus mampu mewujudkan kesetaraan dan keadilan jender. Problem dunia Islam modern, yaitu perlakuan diskriminatif terhadap perempuan, masih menjadi fenomena yang mengemuka. Sebab itu, perlu pemikiran keislaman yang secara serius mengonstruksi pentingnya kesetaraan dan keadilan jender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal di atas merupakan langkah penting untuk mengembangkan Islam rahmatan lil ’alamin, yang merupakan jati diri Islam Nusantara. Kebhinekaan yang mewujud pada bangsa ini harus dilihat sebagai kekuatan untuk membangun peradaban dengan spirit keberagamaan yang toleran, humanis, dan berkeadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tahun 2011 harus dijadikan tahun toleransi antaragama dan komitmen untuk mengakhiri segala macam bentuk kekerasan atas nama agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penulis: Zuhairi Misrawi Ketua Moderate Muslim Society; Kader Muda Nahdlatul Ulama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-4250330281408698042?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/4250330281408698042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=4250330281408698042' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/4250330281408698042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/4250330281408698042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/dari-kompas-senin-3-januari-2011-0408.html' title='Dari KOMPAS, Senin, 3 Januari 2011 | 04:08 WIB'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-6111858237375002057</id><published>2011-01-01T23:50:00.000+08:00</published><updated>2011-01-01T23:50:00.266+08:00</updated><title type='text'>Sejarah Singkat Nusantara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR9M8_AleXI/AAAAAAAAAQg/-ZrwC2m9Zq4/s1600/DSCN4105crop.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="326" src="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR9M8_AleXI/AAAAAAAAAQg/-ZrwC2m9Zq4/s400/DSCN4105crop.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan, antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, atau lebih khusus, Benua Asia dan Australia. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. Persinggahan para pelayar dan pedagang dari berbagai mancanegara telah menjadikan Nusantara sebagai tempat kehadiran semua kebudayaan besar didunia. Bukti-bukti penemuan artefak-artefak seperti prasasti, uang logam dan gerabah memberikan informasi kehadiran bangsa-bangsa besar tersebut. Seperti prasasti berbahasa Tamil ditemukan di desa Lobu Tua pesisir Barat Sumatra (Barus), porselin dan gerabah Cina ditemukan di Palembang, nisan dan uang logam Arab ditemukan di Aceh. Dari penemuan-penemuan tersebut, para arkeolog dan sejarahwan menyusun kronologis sejarah Indonesia. Dapat dikatakan bahwa sekitar seribu tahun lamanya, dari abad ke-5 sampai ke-15, kebudayaan-kebudayaan India mempengaruhi Sumatra, Jawa dan Bali, dan Kalimantan bersamaan dengan dataran-dataran rendah yang luas di Semenanjung Indocina. Kebudayaan India ini awalnya pada penyebaran agama Hindu dan Buddha dan Islam di Indonesia. Di Jawa Tengah, candi Borobudur dan Prambanan adalah monumen yang sama nilainya dengan Angkor dan Pagan.&lt;br /&gt;Pada abad ke-7 hingga ke-14, kerajaan Budha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Pada abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana.&lt;br /&gt;Islam tiba di Indonesia sekitar abad ke-12, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir dekad ke-16 di Jawa dan Sumatra. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoriti Hindu. Agama Islam ini dibawa oleh pedagang Arab dari Parsi dan Gujarat melalui pembauran. Kesultanan kecil Samudra Pasai disebelah utara Sumatra menjadi bandar yang ramai pada masa itu. Berdasarkan catatan Gastaldi (1548), seorang ahli kosmografi dan enjineer dari Italia, pelabuhan atau bandar kesultanan Samudra sebagai yang terbaik di pulau tersebut, dan melalui proses evolusi nama, istilah Sumatra dikenalkan pertama kali oleh orang Eropa Nicholò de’ Conti, sebelumnya Marcopolo menyebut dengan “Samara”, kemudian Friar dan Odoric menyebut dengan “Sumoltra”, Ibnu Battuta menyebut “Samudra”. Melalui evolusi yang sama, nama Borneo pada mulanya adalah nama sebuah pelabuhan Brunei, yang pada masa itu merupakan nama kerajaan terpenting di Kalimantan Barat. Di kepulauan-kepulauan di timur, rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut. Penyebaran Islam didorong hubungan perdagangan di luar Nusantara; umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut.&lt;br /&gt;Kerajaan penting termasuk Mataram di Jawa Tengah, dan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku di timur. Peradaban Eropa, hadir sejak abad ke-16, mula-mula dalam bentuk peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis), kemudian Britania Raya, dan Belanda. Marcopolo menjadi orang Eropa pertama yang bercerita tentang perjalanannya ke bandar-bandar pantai utara “Samara” pada tahun 1291.&lt;br /&gt;Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah Nusantara dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Pada dekad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta. VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa itu dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten. Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir dekad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Pada 1901 pihak Belanda melancarkan Politik Etis (Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini. Pada saat ini, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan kota-kota dengan berbagai macam fasilitas seperti bangunan perkantoran, rumah sakit, bangunan ibadah (masjid dan gereja) dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Penetrasi Jepang di Asia Tenggara pada tahun 1941 disambut pada bulan yang sama dengan menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-6111858237375002057?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/6111858237375002057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=6111858237375002057' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6111858237375002057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6111858237375002057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2011/01/sejarah-singkat-nusantara.html' title='Sejarah Singkat Nusantara'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR9M8_AleXI/AAAAAAAAAQg/-ZrwC2m9Zq4/s72-c/DSCN4105crop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-4401941929783489430</id><published>2010-12-31T11:03:00.000+08:00</published><updated>2010-12-31T11:03:56.326+08:00</updated><title type='text'>Merefleksikan Pendidikan by Angelina Veni (seri 2)</title><content type='html'>Trust, Expectation, Responsibility&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kaget banget waktu ujian pertama saya di sini.&lt;br /&gt;Kita masuk ke auditorium, duduk sesuka hati, dibagiin&lt;br /&gt;kertas ujian, lalu semua lecturer/TA keluar dari ruangan&lt;br /&gt;dan nunggu di luar. Ga ada orang yang jaga ruang ujian.&lt;br /&gt;Yang ada cuma 1 paragraf di depan kertas ujian “Saya&lt;br /&gt;mengerti dan menjalankan Honor Code. Saya tidak&lt;br /&gt;menerima bantuan yang tidak diizinkan sebelum,&lt;br /&gt;ataupun selama tes berlangsung.” dan tanda tangan&lt;br /&gt;kita. Kalau mau mencontek, gampang aja. Di sini&lt;br /&gt;murid bener2 dipercaya… Ekspektasi awal orang&lt;br /&gt;terhadap murid positif, bukan negatif. Kami&lt;br /&gt;dipercaya membuat keputusan sendiri, bahwa kita&lt;br /&gt;bisa bertanggung jawab atas kepercayaan itu. Ini&lt;br /&gt;tercermin juga dari kelas online wajib AlcoholEdu,&lt;br /&gt;tentang alkohol di kampus. Yang menarik, di&lt;br /&gt;pendahuluan kelas itu, ditulis : “Kami tidak akan&lt;br /&gt;menggurui kamu untuk tidak minum. Kami hanya akan&lt;br /&gt;memberikan informasi, dan adalah kebebasan kamu&lt;br /&gt;untuk memutuskan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini buat saya breath of fresh air. Saya biasa&lt;br /&gt;dibilang, jangan begini, jangan begitu. Rasanya&lt;br /&gt;selalu ada prasangka yang unspoken, seperti kita&lt;br /&gt;harus selalu diarah-arahkan untuk bisa berbuat&lt;br /&gt;benar. Seperti kita akan mencontek kalo nggak ada&lt;br /&gt;yang melihat. Seperti kita bakal melakukan hal buruk&lt;br /&gt;kalo kita nggak ada yang melarang. Rasanya, kepercayaan&lt;br /&gt;seperti yang diterapkan di sini lebih ampuh. Karena&lt;br /&gt;merasa dipercaya, ada rasa tanggung jawab. Dan nggak&lt;br /&gt;ada bahan untuk ‘diberontakkan’, seperti yang,&lt;br /&gt;rasanya, banyak terjadi pada orang-orang yang&lt;br /&gt;terlalu banyak diatur. Poin saya di sini : expect&lt;br /&gt;yang terbaik dari murid, dan pastikan kalau murid&lt;br /&gt;menyadari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diversitas dan Individualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan di US membawa apresiasi akan diversitas ke&lt;br /&gt;level yang lebih jauh, dengan membentuk jurusan-jurusan&lt;br /&gt;baru yang menggabungkan jurusan2 berbeda yang saling&lt;br /&gt;berkaitan (interdisciplinary study). Misalnya,&lt;br /&gt;Symbolic Systems (contoh lulusan : Google’s Marissa&lt;br /&gt;Mayer) yang menggabungkan Computer Science, Philosophy,&lt;br /&gt;Psychology, Linguistics, Communication, dan Education –&lt;br /&gt;memberikan programmer2 spesialisasi dalam mengerti&lt;br /&gt;dan mengkomunikasikan keinginan user. Management&lt;br /&gt;Science &amp; Engineering yang seperti menspesialisasikan&lt;br /&gt;MBA ke bidang-bidang sains dan engineering. Human&lt;br /&gt;Biology, yang menggabungkan biologi, farmasi obat2an,&lt;br /&gt;nutrisi, dan antropologi. Interdisciplinary study&lt;br /&gt;seperti ini membawa pendidikan ke arah yang lebih&lt;br /&gt;spesifik dan terspesialisasi, serta mendayagunakan&lt;br /&gt;orang-orang yang punya beragam interest. Hampir&lt;br /&gt;semua (atau semua?) departemen memungkinkan&lt;br /&gt;mahasiswa untuk mendesign majornya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan di sini menghargai individualitas – tugas-&lt;br /&gt;tugas di kelas banyak yang sangat open-ended dan&lt;br /&gt;memungkinkan siswa melakukan apa yang jadi passionnya&lt;br /&gt;tanpa banyak pembatasan. Tugas akhir kelas humanities&lt;br /&gt;saya, misalnya, hasilnya bermacam2: film, film bisu,&lt;br /&gt;skit, rap, bahkan dunia virtual hasil permainan The&lt;br /&gt;Sims. Dan para profesor pun bisa menghargai hasil-hasil&lt;br /&gt;yang nggak konvensional. Salah satu hal yang paling&lt;br /&gt;sering ditekankan kepala asrama saya adalah kata-kata :&lt;br /&gt;“Don’t judge.” Jangan mengomentari atau mempertanyakan&lt;br /&gt;preferensi teman kamu dalam aspek apapun. Kalau kamu&lt;br /&gt;ditanya kenapa suka The Beatles, misalnya, jawaban&lt;br /&gt;“Because I do.” adalah jawaban yang valid, dan orang&lt;br /&gt;lain nggak punya hak bertanya lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua aspek ini terkadang hilang dari sistem pendidikan&lt;br /&gt;Indonesia. Murid didikte akan kelas-kelas apa yang&lt;br /&gt;harus diambil, dan ada semacam persepsi akan pelajaran&lt;br /&gt;mana yang lebih penting daripada yang lain. Pertanyaan&lt;br /&gt;yang tidak open-minded menjuruskan pikiran murid ke&lt;br /&gt;satu arah tertentu, dan sering kali pelajaran&lt;br /&gt;memojokkan orang dengan cara pandang yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR1H3AhydMI/AAAAAAAAAQI/sxrLEwesU54/s1600/Banjir%2BKaligawe.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="264" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR1H3AhydMI/AAAAAAAAAQI/sxrLEwesU54/s400/Banjir%2BKaligawe.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-4401941929783489430?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/4401941929783489430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=4401941929783489430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/4401941929783489430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/4401941929783489430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/merefleksikan-pendidikan-by-angelina_31.html' title='Merefleksikan Pendidikan by Angelina Veni (seri 2)'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR1H3AhydMI/AAAAAAAAAQI/sxrLEwesU54/s72-c/Banjir%2BKaligawe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-727862000430775186</id><published>2010-12-31T10:51:00.000+08:00</published><updated>2010-12-31T10:51:50.884+08:00</updated><title type='text'>Merefleksikan Pendidikan - by Angelina Veni</title><content type='html'>Tiga bulan ini sangat berarti buat saya – saya&lt;br /&gt;melihat kultur yang berbeda, mengadaptasi cara pandang yang berbeda,&lt;br /&gt;merasakan gaya pendidikan yang berbeda. Dalam post ini saya ingin&lt;br /&gt;berbagi aspek-aspek pendidikan Stanford yang mengesankan saya,&lt;br /&gt;refleksi saya terhadap pendidikan yang saya dapat di Indonesia&lt;br /&gt;sebelumnya dan apa yang saya harap bisa diterapkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral, bukan agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan sesudah saya mulai bersekolah, saya bertemu His Holiness&lt;br /&gt;the Dalai Lama saat beliau berbicara di Stanford mengenai&lt;br /&gt;compassion. Poin speechnya yang paling berkesan buat saya,&lt;br /&gt;adalah ketika beliau bilang bahwa compassion itu tidak&lt;br /&gt;melihat agama, dan bahwa pendidikan seharusnya tidak&lt;br /&gt;religiocentric atau berpusat pada suatu ideologi agama,&lt;br /&gt;namun pada moral values, compassion, yang universal.&lt;br /&gt;Menarik, mengingat beliau adalah pemimpin agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju dengan beliau. Rasanya struktur pendidikan&lt;br /&gt;agama di Indonesia tidak sesuai dengan semboyan Bhinneka&lt;br /&gt;Tunggal Ika itu sendiri. Katanya negara kita negara&lt;br /&gt;toleransi dan understanding antar 5 agama, tapi saya&lt;br /&gt;merasa hampir tidak tahu apa2 tentang Buddha, Hindu,&lt;br /&gt;dan Islam dari sekolah, selain nama kitab suci mereka,&lt;br /&gt;nama tempat ibadah, nama hari raya, nama tokoh besar.&lt;br /&gt;Yup, hal-hal penting. Tapi superfisial. Pertama&lt;br /&gt;kalinya saya merasa ‘mengerti’ agama, adalah ketika&lt;br /&gt;saya sekamar dengan teman beragama Islam sewaktu&lt;br /&gt;pelatihan, dan dia mengajarkan saya arti gerakan-&lt;br /&gt;gerakan sholat. Di Stanford, saya belajar meditasi&lt;br /&gt;Buddhisme Zen dan belajar ideologi mereka, dan&lt;br /&gt;ternyata banyak yang bisa saya pelajari dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan agama di Indonesia yang cuma berpusat&lt;br /&gt;pada 1 agama tertentu, membawa notion bahwa agama&lt;br /&gt;lain adalah “bukan agama saya, bukan urusan saya.”&lt;br /&gt;Menurut saya, pendidikan moral seharusnya menarik&lt;br /&gt;ideologi kelima agama dan menelaahnya secara universal,&lt;br /&gt;yang berlaku pada semua orang. Bila ada aspek2&lt;br /&gt;di mana ajaran mereka berlawanan, telaahlah tentang&lt;br /&gt;semuanya. Jangan take side tentang mana yang benar.&lt;br /&gt;Pelajarpun akan tumbuh menjadi orang-orang yang dunianya&lt;br /&gt;tidak berpusat pada kepercayaannya sendiri, tapi peduli&lt;br /&gt;dan punya deeper understanding tentang kepercayaan lain.&lt;br /&gt;Pelajaran bukan mestinya berarah pada membuat murid&lt;br /&gt;beriman, tapi memberikan pengetahuan dan latar&lt;br /&gt;belakang untuk mendorong murid menemukan imannya&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR1E7o2FNkI/AAAAAAAAAQA/NBrOnAltFqA/s1600/110403_papahkodrat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="367" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR1E7o2FNkI/AAAAAAAAAQA/NBrOnAltFqA/s400/110403_papahkodrat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-727862000430775186?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/727862000430775186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=727862000430775186' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/727862000430775186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/727862000430775186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/merefleksikan-pendidikan-by-angelina.html' title='Merefleksikan Pendidikan - by Angelina Veni'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR1E7o2FNkI/AAAAAAAAAQA/NBrOnAltFqA/s72-c/110403_papahkodrat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-219947523985685371</id><published>2010-12-31T10:42:00.000+08:00</published><updated>2010-12-31T10:42:35.712+08:00</updated><title type='text'>CARA MUDAH UNTUK MENGETAHUI KEASLIAN UANG</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR1CcpDjZAI/AAAAAAAAAPw/Pjd805L1VGk/s1600/jemuran3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="250" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR1CcpDjZAI/AAAAAAAAAPw/Pjd805L1VGk/s400/jemuran3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mudah untuk mengetahui keaslian uang:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;uang seribu: lipat menjadi 4 bagian, tekan kuat2 dan buka lipatannya, jika pedang patimura bengkok berarti palsu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;uang 5 ribu: ambil sisir lalu gesekkan pada uang, jika jenggot imam bonjol rontok berarti palsu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;uang 10 rb, 20 rb, 50 rb dan 100 rb: letakkan di depan rumah, jika hilang berarti asli&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR1C210gWFI/AAAAAAAAAP4/wGWkwEy5mjg/s1600/jemuran2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="242" src="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR1C210gWFI/AAAAAAAAAP4/wGWkwEy5mjg/s320/jemuran2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-219947523985685371?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/219947523985685371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=219947523985685371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/219947523985685371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/219947523985685371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/cara-mudah-untuk-mengetahui-keaslian.html' title='CARA MUDAH UNTUK MENGETAHUI KEASLIAN UANG'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TR1CcpDjZAI/AAAAAAAAAPw/Pjd805L1VGk/s72-c/jemuran3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-6572475616405573148</id><published>2010-12-26T01:29:00.000+08:00</published><updated>2010-12-26T01:29:42.227+08:00</updated><title type='text'>lebih dari 1.000 orang meninggal karena kecelakaan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRYpij_ZjLI/AAAAAAAAAO8/L2eBgu8T8Hs/s1600/seribu%2Bnyawa%2Bhilang%2Bdijalan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRYpij_ZjLI/AAAAAAAAAO8/L2eBgu8T8Hs/s400/seribu%2Bnyawa%2Bhilang%2Bdijalan.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Soelastri Soekirno  &lt;br /&gt;Tahukah Anda, tiap hari di Jakarta dan sekitarnya ada tiga orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Artinya dalam setahun, lebih dari 1.000 orang meninggal karena kecelakaan. Sayang, masyarakat dan pemerintah belum melihat hal ini sebagai situasi gawat yang mendesak untuk segera diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang Indonesia, termasuk Jakarta, meninggal karena kecelakaan lalu lintas sudah dianggap hal biasa. Dianggap takdir yang harus diterima. Bisa jadi karena pola pikir seperti itu, akhirnya membuat banyaknya nyawa melayang sia-sia di jalan bukan menjadi sesuatu yang mengejutkan dan memancing perhatian untuk segera dicari jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kepergian anggota keluarga yang menjadi sandaran hidup secara mendadak sudah pasti memunculkan dampak merugikan bagi keluarga yang ditinggalkan. Yang paling nyata, ekonomi keluarga hancur karena sandaran hidup tiba-tiba pergi untuk selamanya atau cacat tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi (bukan nama sebenarnya), warga Bekasi, yang ditemui beberapa waktu lalu saat mendapat kaki palsu gratis di Posko Pelayanan Terpadu Penanganan Korban Lalu Lintas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di Jakarta Selatan bisa menjadi contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki 40-an tahun itu merasa beruntung lolos dari maut dalam kecelakaan yang ia alami delapan bulan lalu. Namun, ia harus kehilangan kaki kanannya yang remuk akibat tergencet truk. Sepeda motornya yang setia menemani bekerja sebagai kurir lepas di sebuah kantor juga rusak parah. "Cicilan motor itu belum lunas," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak ekonomi akibat kecelakaan baru terasa saat ia tak bisa berjalan normal seperti sebelumnya. Sehari-hari Andi memakai tongkat kurk dan tentu tak bisa lagi menjadi kurir. Ekonomi rumah tangga pun morat-marit karena ia memiliki istri dan seorang anak balita. Kebetulan istrinya tak bekerja. "Berbulan-bulan saya harus menggantungkan hidup dari belas kasihan mertua. Malu rasanya," lanjutnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendapat panggilan dari Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menerima kaki palsu bantuan Yayasan Kick Andy dan Jasa Raharja, semangat hidupnya bak menyala lagi. Andi yang diantar istrinya tak kuasa menahan tangis saat mencoba kaki palsu selutut yang ia terima. "Dengan adanya kaki ini, saya bisa bekerja lagi," katanya sambil tak henti bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan lalu lintas, menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Royke Lumowa, biasanya tidak disebabkan satu faktor, misalnya karena kelalaian manusia. "Pasti karena dua faktor atau lebih. Dari hasil evaluasi, ada empat penyebab kecelakaan, yaitu faktor manusia, kendaraan, jalan atau sarana dan prasarana, serta cuaca atau lingkungan," kata Royke, Rabu (22/12/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, faktor manusia misalnya mengantuk, kebut-kebutan, melawan arus, tak memakai helm. Contoh kondisi kendaraan misalnya rem blong dan ban gundul. Faktor sarana dan prasarana seperti jalan rusak, jalan lurus dan mulus tetapi licin, marka jalan kurang, tak ada lampu penerangan pada malam hari, serta perbedaan antara badan jalan dan bahu yang terlalu mencolok. Sementara faktor cuaca seperti hujan yang berakibat jalan licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat banyak faktor penyebab kecelakaan, wajar bila upaya menurunkan korban meninggal dan angka kecelakaan tak hanya menjadi pekerjaan satu pihak, misalnya masyarakat. "Memang, pemerintah menjadi faktor penting dalam kondisi ini," kata Royke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang bertanggung jawab atas kondisi lalu lintas di jalan, ia berupaya menurunkan jumlah korban meninggal dengan membuat kompetisi antarkepolisian resor. Sasarannya bagaimana bisa menekan angka kecelakaan dan korban meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pihak swasta membantu dengan mendidik masyarakat agar berlalu lintas secara baik, benar dan aman. Ini antara lain dilakukan oleh PT Shell Indonesia. General Manager Communication and Extern Affairs PT Shell Indonesia Budiman Moerdijat menyebut upaya itu dilakukan dengan memberi pengetahuan berlalu lintas secara benar di 25 SD di Jakarta lalu mengadakan kompetisi berkendara secara aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pemerintah tetap memegang peran utama sebab membuat sarana dan prasarana layak adalah tugas pemerintah. Saatnya pemerintah berbenah. Kalau tidak, sesuai UU tentang Lalu lintas, korban kecelakaan, karena sarana tak memenuhi syarat, bisa menuntut pejabat pemerintah untuk diadili secara pidana. Nah, lho....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Kompas Cetak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-6572475616405573148?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/6572475616405573148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=6572475616405573148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6572475616405573148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6572475616405573148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/lebih-dari-1000-orang-meninggal-karena.html' title='lebih dari 1.000 orang meninggal karena kecelakaan'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRYpij_ZjLI/AAAAAAAAAO8/L2eBgu8T8Hs/s72-c/seribu%2Bnyawa%2Bhilang%2Bdijalan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-8445868533439690142</id><published>2010-12-26T00:34:00.000+08:00</published><updated>2010-12-26T00:34:19.513+08:00</updated><title type='text'>Memuliakan Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRYc2P0e_zI/AAAAAAAAAOs/nrG7ZeieX9k/s1600/peace%2Bunder%2Bone%2BGOD.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="333" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRYc2P0e_zI/AAAAAAAAAOs/nrG7ZeieX9k/s400/peace%2Bunder%2Bone%2BGOD.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuliakan Kehidupan&lt;br /&gt;Jumat, 24 Desember 2010 | 02:59 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komaruddin Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tokoh sejarah yang telah memperkaya dan mewariskan peradaban unggul, baik yang dikelompokkan sebagai figur pembawa ajaran agama maupun tokoh ilmuwan dan negarawan. Salah satunya adalah sosok Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, apa pun kategori seorang tokoh sejarah, pada akhirnya warisannya akan bermuara pada panggung kemanusiaan. Oleh karena itu, untuk menimbang kebesaran dan kontribusi seorang tokoh agama seperti Yesus, akan lebih mudah jika ditempatkan dalam konteks dampak yang ditinggalkan bagi kemanusiaan. Sedangkan aspek teologis dan keyakinan eskatologis biarlah itu menjadi urusan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak keyakinan agama di muka Bumi yang tidak mungkin diseragamkan manusia karena pluralitas agama, bahasa, dan bangsa merupakan bagian dari desain Tuhan agar kehidupan menjadi warna-warni. Tentu saja dalam pluralitas itu selalu ada kandungan wilayah yang abu-abu sehingga menjadi bahan perdebatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dari jumlah penduduk bumi yang sekitar enam miliar, dua pertiganya mengaku sebagai pengikut Yesus Kristus. Mereka merasa terinspirasi dan memperoleh panutan serta fondasi hidup, terlepas apakah mereka rajin datang ke gereja atau tidak. Agama apa pun yang dipeluk, bagi sebagian orang memang ada yang sekadar menjadi identitas sosial ketimbang sebagai penghayatan dan pengalaman spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Yesus lahir di wilayah Jerusalem, secara sosial-kultural agama Kristen—juga Yahudi—lebih berkembang dan dipersepsikan sebagai agama Barat, lalu Islam dipersepsikan sebagai agama Arab. Namun, sejak tiga dekade terakhir ini di Barat mulai populer istilah Abrahamic religions yang berusaha mencari titik-titik temu tiga agama di atas yang pembawanya sama- sama keturunan Ibrahim dan pengaruh ajarannya sangat besar ke dalam agama Yahudi, Nasrani, dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop kekerasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kajian filsafat dan antropologi agama, ajaran Yesus menonjol dengan pesan feminisme Ilahi yang mengutamakan cinta kasih, kelembutan, dan perdamaian. Ini kebalikan dari aspek maskulinisme yang mengetengahkan hukum dan kekuatan seperti ajaran Musa yang membawa misi membebaskan Bani Israel dari penindasan Firaun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan feminitas Ilahi ini sangat cocok untuk lebih dihayati ketika dunia sudah lelah dengan kekerasan dan peperangan. Kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru. Mengakhiri sebuah peperangan jauh lebih sulit ketimbang memulainya. Anak-cucu dan generasi penerusnya yang merasa orangtua mereka menjadi korban kezaliman pasti menyimpan dendam dan berusaha membalasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika pengikut Yesus Kristus ditanya, pesan dan ajaran apa yang paling fundamental, jawabannya adalah kasih sayang dan pesan perdamaian untuk memuliakan kehidupan. Hidup itu anugerah Tuhan yang mesti dijaga kemuliaannya. Namun, tak ada kemuliaan tanpa didasari sikap untuk saling mengasihi dan memuliakan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus mengajarkan, jika ingin dicintai Tuhan, maka cintailah sesama manusia. Jika ingin dekat dengan Tuhan, maka dekatilah mereka yang tengah menderita. Etos cinta kasih dan pelayanan inilah yang mendorong umat Kristiani menaruh perhatian untuk mendirikan rumah sakit dan sekolah bagi orang-orang miskin, baik di kota maupun di daerah pedalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah penyebaran berita gembira (Injil) yang menawarkan cinta kasih dan keselamatan ini muncul ketika kekuatan politik merangkul dan menjadikannya sebagai kendaraan agenda politik dan ekonomi. Fenomena serupa juga terjadi pada agama-agama lain. Namun, sejarah mengajarkan dan umat beragama sebaiknya juga mulai belajar dari sejarah, bahwa jebakan dan kubangan yang menyeret agama ke ranah pertikaian politik dan ekonomi mesti diakhiri, minimal sekali disadari dan dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaran hitam Perang Salib setelah sekian ratus tahun berlalu terlihat lebih gamblang dan mudah diurai anatomi penyebabnya. Sumbernya tak lain adalah konflik dan perebutan politik yang memanipulasi simbol dan emosi agama untuk mengerahkan massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh politik di Eropa waktu itu melakukan provokasi dan mobilisasi massa, bahwa melawan umat Islam di Jerusalem adalah pintu terdekat untuk masuk surga, persis provokasi jihad dengan bom bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini. Agama dan kekerasan begitu menyatu, begitu dijanjikan pintu surga telah menunggu di balik kekerasan untuk saling membunuh dengan nama Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjunjung kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua agama tentu saja memiliki keunikan doktrin dan ritual, tetapi semua agama juga memiliki dimensi kesamaan dalam etika sosial untuk sama-sama menjunjung tinggi kehidupan. Di sinilah sesungguhnya keunikan negara Pancasila yang mewajibkan pemeluknya untuk bertuhan dan saling menghormati agama-agama yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keragaman dan kerukunan hidup beragama di Indonesia akhir-akhir ini semakin memperoleh perhatian negara-negara Eropa khususnya karena saat ini mereka mesti menerima komunitas agama yang berbeda, terutama para imigran Muslim, yang sering memicu gesekan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, mereka yang secara teologis-kultural dianggap kelompok minoritas kondisinya sangat berbeda antara Indonesia dan Eropa. Umat Islam di Eropa umumnya adalah para imigran yang tidak mudah melebur dalam pergaulan sosial sehari-hari dengan warga setempat. Bahkan loyalitas pada negara tempat tinggal barunya juga diragukan. Mereka mengalami split integrity and identity, satu kaki berada di negara asalnya yang satu lagi berada di Eropa. Sedangkan di Indonesia, baik yang dianggap mayoritas maupun minoritas adalah sama-sama warga setempat sehingga dalam pergaulan sehari-hari di dalam masyarakat, kita semua sudah melebur tidak bisa lagi dibedakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa daerah ketika datang pesta Natal bagi umat Kristiani dan Lebaran bagi umat Islam semua saling berkunjung ikut memeriahkan. Begitu pun masyarakat Islam di sekitar Candi Borobudur turut memeriahkan upacara Waisak. Dengan demikian, pesan dan keteladan Yesus yang sangat mencintai dan menghargai sesamanya sangat relevan untuk dihayati dan diterapkan mengingat setiap agama sesungguhnya juga memiliki pesan dan ajaran yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dari begitu banyak tokoh sejarah yang menjadi sumber inspirasi dan penerang zaman, salah satunya adalah Yesus yang dikagumi, dicintai, dan dibela oleh miliaran hati penduduk Bumi meski tidak hidup sezaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dan masyarakat Indonesia saat ini sangat membutuhkan pemimpin yang jadi penerang dan penggerak zaman untuk keluar dari suasana keluh-kesah dan jenuh dengan bombardir berita korupsi yang tak kunjung menyusut, yang telah membuat rapuh pilar-pilar bernegara dan berbangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komaruddin Hidayat Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-8445868533439690142?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/8445868533439690142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=8445868533439690142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8445868533439690142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8445868533439690142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/memuliakan-kehidupan.html' title='Memuliakan Kehidupan'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRYc2P0e_zI/AAAAAAAAAOs/nrG7ZeieX9k/s72-c/peace%2Bunder%2Bone%2BGOD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-6215156512351139652</id><published>2010-12-23T06:54:00.000+08:00</published><updated>2010-12-23T06:54:25.438+08:00</updated><title type='text'>Litografi  pantai utara Jawa dekat Semarang (Franz Wilhelm Junghuhn, 1853)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRKBdk6tBUI/AAAAAAAAAOk/q9XRoBO6Kp8/s1600/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_noordelijke_kust_bij_Semarang_TMnr_H-3424.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="276" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRKBdk6tBUI/AAAAAAAAAOk/q9XRoBO6Kp8/s400/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_noordelijke_kust_bij_Semarang_TMnr_H-3424.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-6215156512351139652?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/6215156512351139652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=6215156512351139652' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6215156512351139652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6215156512351139652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/litografi-pantai-utara-jawa-dekat.html' title='Litografi  pantai utara Jawa dekat Semarang (Franz Wilhelm Junghuhn, 1853)'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRKBdk6tBUI/AAAAAAAAAOk/q9XRoBO6Kp8/s72-c/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_noordelijke_kust_bij_Semarang_TMnr_H-3424.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-2078095724620461660</id><published>2010-12-23T06:40:00.000+08:00</published><updated>2010-12-23T06:40:41.368+08:00</updated><title type='text'>PETRUK</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRJ-QX71tnI/AAAAAAAAAOU/eFxCEjBBjc4/s1600/p11_petruk_ratu_cirebon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="230" src="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRJ-QX71tnI/AAAAAAAAAOU/eFxCEjBBjc4/s320/p11_petruk_ratu_cirebon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petruk adalah tokoh punakawan dalam pewayangan  Jawa, di pihak keturunan/trah Witaradya. Petruk tidak disebutkan dalam kitab Mahabarata. Jadi jelas bahwa kehadirannya dalam dunia pewayangan merupakan gubahan asli Jawa. Di ranah Pasundan, Petruk lebih dikenal dengan nama Dawala  atau Udel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pedalangan, ia adalah anak pendeta raksasa di pertapaan dan bertempat di dalam laut bernama Begawan Salantara. Sebelumnya ia bernama Bambang Pecruk Panyukilan. Ia gemar bersenda gurau, baik dengan ucapan maupun tingkah laku dan senang berkelahi. Ia seorang yang pilih tanding/sakti di tempat kediamannya dan daerah sekitarnya. Oleh karena itu ia ingin berkelana guna menguji kekuatan dan kesaktiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah jalan ia bertemu dengan Bambang Sukodadi dari pertapaan Bluluktiba yang pergi dari padepokannya di atas bukit, untuk mencoba kekebalannya. Karena mempunyai maksud yang sama, maka terjadilah perang tanding. Mereka berkelahi sangat lama, saling menghantam, bergumul, tarik-menarik, tendang-menendang, injak-menginjak, hingga tubuhnya menjadi cacat dan berubah sama sekali dari wujud aslinya yang tampan. Perkelahian ini kemudian dipisahkan oleh Smarasanta (Semar) dan Bagong yang mengiringi Batara Ismaya. Mereka diberi petuah dan nasihat sehingga akhirnya keduanya menyerahkan diri dan berguru kepada Smara/Semar dan mengabdi kepada Sanghyang Ismaya. Demikianlah peristiwa tersebut diceritakan dalam lakon Batara Ismaya Krama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perubahan wujud tersebut masing-masing kemudian berganti nama. Bambang Pecruk Panyukilan menjadi Petruk, sedangkan Bambang Sukodadi menjadi Gareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petruk mempuyai istri bernama Dewi Ambarwati, putri Prabu Ambarsraya, raja Negara Pandansurat yang didapatnya melalui perang tanding. Para pelamarnya antara lain: Kalagumarang dan Prabu Kalawahana raja raksasa di Guwaseluman. Petruk harus menghadapi mereka dengan perang tanding dan akhirnya ia dapat mengalahkan mereka dan keluar sebagai pemenang. Dewi Ambarwati kemudian diboyong ke Girisarangan dan Resi Pariknan yang memangku perkawinannya. Dalam perkawinan ini mereka mempunyai anak lelaki dan diberi nama Lengkungkusuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena Petruk merupakan tokoh pelawak/dagelan  (Jawa), kemudian oleh seorang dalang digubah suatu lakon khusus yang penuh dengan lelucon-lelucon dan kemudian diikuti dalang-dalang lainnya, sehingga terdapat banyak sekali lakon-lakon yang menceritakan kisah-kisah Petruk yang menggelikan, contohnya lakon Petruk Ilang Pethele menceritakan pada waktu Petruk kehilangan kapak/pethel-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah Ambangan Candi Spataharga/Saptaraga, Dewi Mustakaweni, putri dari negara Imantaka, berhasil mencuri pusaka Jamus Kalimasada dengan jalan menyamar sebagai kerabat Pandawa (Gatutkaca), sehingga dengan mudah ia dapat membawa lari pusaka tersebut. Kalimasada kemudian menjadi rebutan antara kedua negara itu. Di dalam kekeruhan dan kekacauan yang timbul tersebut, Petruk mengambil kesempatan menyembunyikan Kalimasada, sehingga karena kekuatan dan pengaruhnya yang ampuh, Petruk dapat menjadi raja menduduki singgasana kerajaan Lojitengara dan bergelar Prabu Welgeduwelbeh (Wel Edel Bey). Lakon ini terkenal dengan judul Petruk Dadi Ratu. Prabu Welgeduwelbeh/Petruk dengan kesaktiannya dapat membuka rahasia Prabu Pandupragola, raja negara Tracanggribig, yang tidak lain adalah kakaknya sendiri, yaitu Nala Gareng. Dan sebaliknya Bagong-lah yang menurunkan Prabu Welgeduwelbeh dari tahta kerajaan Lojitengara dan badar/terbongkar rahasianya menjadi Petruk kembali. Kalimasada kemudian dikembalikan kepada pemilik aslinya, Prabu Puntadewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petruk dan panakawan yang lain (Semar, Gareng dan Bagong) selalu hidup di dalam suasana kerukunan sebagai satu keluarga. Bila tidak ada kepentingan yang istimewa, mereka tidak pernah berpisah satu sama lain. Mengenai Punakawan, punakawan berarti ”kawan yang menyaksikan” atau pengiring. Saksi dianggap sah, apabila terdiri dari dua orang, yang terbaik apabila saksi tersebut terdiri dari orang-orang yang bukan sekeluarga. Sebagai saksi seseorang harus dekat dan mengetahui sesuatu yang harus disaksikannya. Di dalam pedalangan, saksi atau punakawan itu memang hanya terdiri dari dua orang, yaitu Semar dan Bagong bagi trah Witaradya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Sanghyang Ismaya menjelma dalam diri cucunya yang bernama Smarasanta (Semar), kecuali Semar dengan Bagong yang tercipta dari bayangannya, mereka kemudian mendapatkan Gareng/Bambang Sukodadi dan Petruk/Bambang Panyukilan. Setelah Batara Ismaya menjelma kepada Janggan Smarasanta (menjadi Semar), maka Gareng dan Petruk tetap menggabungkan diri kepada Semar dan Bagong. Disinilah saat mulai adanya punakawan yang terdiri dari empat orang dan kemudian mendapat sebutan dengan nama ”parepat/prapat”.&lt;br /&gt;(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-2078095724620461660?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/2078095724620461660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=2078095724620461660' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2078095724620461660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2078095724620461660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/petruk.html' title='PETRUK'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRJ-QX71tnI/AAAAAAAAAOU/eFxCEjBBjc4/s72-c/p11_petruk_ratu_cirebon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-7854067089334625510</id><published>2010-12-21T18:44:00.000+08:00</published><updated>2010-12-21T18:44:11.018+08:00</updated><title type='text'>BERDO'A dan BERMUSYAWARAH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRCEt0W852I/AAAAAAAAAOE/gtwjfDeEd6U/s1600/DSCN6190.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRCEt0W852I/AAAAAAAAAOE/gtwjfDeEd6U/s320/DSCN6190.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan anak yang sukses bukan dimulai setelah anak itu lahir. Apalagi menunggunya sampai usia masuk sekolah. Dalam Islam, pendidikan anak bahkan dimulai sebelum anak itu berada di dalam rahim sang ibu. Karenanya, Rasulullah memerintahkan memilih pasangan hidup karena pertimbangan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan demikian," kata Abdullah Nasih Ulwan dalam Tarbiyatul Aulad, "pendidikan anak dalam Islam harus dimulai sejak dini. Yakni dengan pernikahan ideal yang berlandaskan prinsip-prinsip yang secara tetap mempunyai pengaruh terhadap pendidikan dan pembinaan generasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana jika keluarga itu telah terbentuk dengan permulaan yang tidak ideal? Alih-alih membubarkannya, kita hanya perlu memperbaikinya. Masih ada waktu. Jika kita menginginkan anak-anak yang baik, jadikanlah diri kita terlebih dahulu sebagai (calon) orang tua yang baik. Jika kita merindukan anak-anak yang berbakti, jadikanlah diri kita menjadi orang tua yang pantas dihormati dan mendapatkan bakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum Ismail lahir, Ibrahim selalu berdoa kepada Allah; bukan hanya bermunajat agar dikaruniai anak karena kini ia telah berusia tua, tetapi bermunajat agar dikarunia anak yang shalih. "Ya Rabbi...," demikian doa Ibrahim sebagaimana dicantumkan dalam QS. Ash-Shaaffaat ayat 100, "anugerahkanlah kepadaku (anak) yang termasuk orang-orang yang shalih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Doa adalah senjata mukmin," sabda Rasulullah SAW ribuan tahun kemudian. Maka untuk mendapatkan anak yang shalih, senjata itu harus dipakai setiap orang tua muslim. Menjadikan anak menjadi shalih berarti mengubah hati. Sedangkan penguasa hati adalah Allah. Kalau bukan Allah yang mengubahnya, kepada siapa lagi kita menyerahkan urusan yang luar biasa besar ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang tua yang berhasil mendidik anaknya bukan karena kepandaiannya mendidik anak," tutur M. Fauzil Adhim dalam Saat Berharga untuk Anak Kita, "tetapi karena doa-doa mereka yang tulus. Banyak orang tua yang caranya mendidik salah jika ditinjau dari sudut pandang psikologi, tetapi anak-anaknya tumbuh menjadi penyejuk mata yang membawa kebaikan dikarenakan amat besarnya pengharapan orang tua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tradisi parenting Nabi Ibrahim. Ia mengajak anaknya bermusyawarah, meskipun dalam persoalan kewajiban yang diketahuinya perintah Tuhan. Kita pun kemudian terkenang dengan kalimat Ibrahim yang dikabarkan Al-Qur'an dalam bahasa yang menyentuh: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" (QS. Ash-Shaaffaat : 102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibrahim tidak mengambil anaknya dengan paksa untuk menjadikan isyarat Rabbnya itu hingga cepat selesai," tulis Sayyid Quthb dalam Fi Zhilalil Qur'an ketika menafsirkan ayat ini, "Tapi... menyampaikan hal itu kepada anaknya seperti menyampaikan sesuatu hal yang biasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang biasa dimintai pendapatnya, ia akan merasa dirinya penting dan berharga. Sebuah emosi positif yang sangat mendukung perkembangan kecerdasannya. Anak yang diajak bermusyawarah dan didengarkan apa keinginannya, -kalaupun kurang tepat kemudian diarahkan- akan tumbuh kepercayaan dirinya. Ia menjadi subyek, bukan obyek. Dan itulah yang dilakukan Ibrahim pada Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan utama oleh Muchlisin, dikutip pada bagian2 yang dibutuhkan saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-7854067089334625510?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/7854067089334625510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=7854067089334625510' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/7854067089334625510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/7854067089334625510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/berdoa-dan-bermusyawarah.html' title='BERDO&apos;A dan BERMUSYAWARAH'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TRCEt0W852I/AAAAAAAAAOE/gtwjfDeEd6U/s72-c/DSCN6190.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-2853939380900550353</id><published>2010-12-20T14:14:00.000+08:00</published><updated>2010-12-20T14:14:50.574+08:00</updated><title type='text'>KAYA HATI, KAYA MATERI</title><content type='html'>Kaya hati, kaya materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu Abu Bakar kembali mencatat prestasi yang tidak bisa dilampaui Umar, apalagi orang lain. Sahabat Nabi bergelar Ash-Shidiq ini menginfakkan seluruh hartanya untuk jihad kali ini; perang Tabuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, sejarah tidak pernah mencatat Abu Bakar jatuh miskin, pailit, apalagi dikejar-kejar utang. Abu Bakar tetap diabadikan sejarah sebagai orang kaya. Saudagar besar yang dermawan. Yang kekayaannya selalu membawa kemanfaatan bagi umat. Hartanya yang banyak menopang jihad, menguatkan perjuangan. Ia tidak bermewah-mewahan dengan hartanya. Ia tetap sederhana dalam kekayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dua perangkap terbesar dalam hidup itu adalah", kata ayah yang kaya saat mengajari Robert T. Kiyosaki dan Michael, " ketakutan dan ketamakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Takut hidup tanpa uang memotivasi kita untuk bekerja keras dan kemudian setelah menerima slip gaji, ketamakan mengajak kita untuk mulai berpikir tentang semua hal indah yang bisa dibeli dengan uang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang seperti itu hidup dengan membentuk pola: bangun, bekerja, membayar tagihan. Bangun, bekerja, membayar tagihan. Ketika mendapatkan uang lebih banyak, mereka meneruskan siklus itu dengan meningkatkan pengeluaran. Dan mereka –selamanya - terjebak dalam lingkaran menyesakkan: takut tidak punya uang, sekaligus tamak untuk menggunakan ketika memilikinya. Hutang kemudian menghantui kehidupan mereka. Kalaupun dengan bekerja keras kemudian menjadi kaya, ia tetap dihantui rasa takut. Ketenangan jiwa terenggut. "Inilah yang saya sebut perlombaan tikus", kata ayah yang kaya, yang menjadi inspirator Robert T. Kiyosaki menjadi investor kaya dan pakar marketing dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dicontohkan Abu Bakar lebih dari 1000 tahun yang lalu bukan saja jauh mendahului teori Rich Dad, Poor Dad. Namun itu juga teladan dan amal generasi Islam terbaik. Kecerdasan finansial yang sempurna telah dipraktikkan Abu Bakar. Mudah memperoleh kekayaan, dan mudah pula menginfakkannya. Tidak ada ketakutan tidak punya uang. Tidak ada ketakutan jatuh dalam kemiskinan. Juga tidak ada kata tamak dalam kamus Abu Bakar. Harta dalam genggaman tangan, bukan menghuni hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan mendapatkan kekayaan dengan mudah dan kerelaan menginfakkannya adalah dua keterampilan utama dalam kecerdasan finansial. Keduanya sekaligus menjadikan seseorang kaya hati kaya materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah, keduanya sangat sulit dimiliki oleh sebagian muslim hari ini. Termasuk saya, dan mungkin Anda juga. Entahlah, mengapa dulu para ulama tidak membukukan teori mendapatkan kekayaan dengan mudah ala Abu Bakar, atau Umar, Utsman, dan Abdurrahman bin Auf. Lalu kita tidak gagap dengan serbuan teori Barat yang disodorkan Napoleon Hill, Robert T. Kiyosaki, dan sebagainya. Namun menyalahkan generasi terdahulu karena keterputusan ilmu adalah masalah di atas masalah. Karena sesungguhnya, masalahnya ada pada diri kita, bukan pada orang lain. Dengan demikian, tidak ada kata terlambat untuk belajar mendapatkan kekayaan dengan mudah. Ikhtiar mendapatkan sebanyak-banyaknya harta yang halalan thayyibah bukan sesuatu yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika keterampilan pertama tidak kita miliki, tidak berarti itu jaminan keterampilan kedua ada pada kita. Ia sama sulitnya. Bahkan lebih sulit. Mungkin kita beralasan, andaikan kita kaya, kita infaq sebanyak-banyaknya. Andaikan kita investor atau pengusaha kaya raya, kita shadaqah dengan nilai yang luar biasa. Kita tidak sadar, bahwa kata "andaikan" telah menjadi senjata syeitan dalam mengalahkan kita. Menggelincirkan kita dalam angan-angan, menjauhkan kita dari amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang lain memberi kita teladan pada keterampilan kedua ini. Ia sehari-hari bekerja membuat keranjang. Dari modal 1 dirham, ia jual keranjangnya 3 dirham. 1 dirham untuk nafkah keluarga. 1 dirham menjadi modal untuk esok hari. Dan 1 dirham lagi ia infaqkan; hari ini juga. Nama sahabat itu Salman Al-Farisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita memandang kecil infaq Salman Al-Farisi yang hanya hitungan dirham. Tetapi jika diakumulasikan setahun, bahkan sepanjang usianya, betapa luar biasa infaq Salman Al-Farisi ini. Infaqnya setara dengan kebutuhannya. Kita jadi merenung, kalau satu bulan kita menghabiskan 1 juta untuk kebutuhan kita, apakah bisa kita infaq 1 juta pula setiap bulannya? Subhaanallah. Belum lagi, saat itu ia menjabat Gubernur dan tidak mau mengambil gajinya. Semuanya ia infakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Abu Bakar mengeluarkan infaq besar yang luar biasa dan Salman Al-Farisi mengeluarkan infaq rutin yang istiqamah setiap harinya, keduanya mengajarkan hal yang sama: kesuksesan finansial. Potret ideal umat ini. Bebas ketakutan. Bebas ketamakan. Kaya hati kaya materi. Lalu, maukah kita berupaya ke sana? Ya Allah, mudahkanlah... [Muchlisin]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-2853939380900550353?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/2853939380900550353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=2853939380900550353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2853939380900550353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2853939380900550353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/kaya-hati-kaya-materi.html' title='KAYA HATI, KAYA MATERI'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-5414315380569925497</id><published>2010-12-17T11:10:00.000+08:00</published><updated>2010-12-17T11:10:28.129+08:00</updated><title type='text'>Salam dari Jayapura (kiriman teman MIIAS)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQrUfyUQL4I/AAAAAAAAAN8/wa1YqqGDtZQ/s1600/denah%2Bbaru%2Brob%2Btingkat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="165" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQrUfyUQL4I/AAAAAAAAAN8/wa1YqqGDtZQ/s320/denah%2Bbaru%2Brob%2Btingkat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dari Jayapura! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bertiga baru saja keluar dari pedalaman Tolikara menyaksikan Olimpiade Astronomi se Asia-Pacific. &lt;br /&gt;Hasilnya? &lt;br /&gt;Pelajar2 Indonesia menduduki urutan ke-2 dari 9 negara, dengan perolehan 1 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu. Korea Selatan di urutan pertama dengan 2 emas. Indonesia berada diatas China, Rusia, Kazakshtan, Kyrgistan, Nepal, Cambodia, dan Bangladesh. Lebih mengejutkan lagi, 3 medali perunggu Indonesia di raih oleh pelajar asal Tolikara, kabupaten terpencil di Tolikara, yang selama ini mengalami keterbelakangan pendidikan dan SDM. Dari &lt;br /&gt;Tolikara, Indonesia belajar! &lt;br /&gt;Kisahnya dimulai dengan seorang "gila" bernama Yohanes Surya, pendiri Surya Institute dan salah satu aktivis olimpiade science dunia, yang telah &lt;br /&gt;sukses mempromosikan banyak anak Indonesia ke ajang olimpiade science dunia, memprakarsai dilaksanakannya Olimpiade Astronomi Asia Pacific (APAO) di Indonesia. Program ini ditawarkan ke berbagai pemda di Indonesia, namun tidak ada yang tertarik. Hingga suatu hari ... &lt;br /&gt;Yohanes Surya ketemu dengan seorang "gila" lainnya bernama John Tabo, orang Papua, Bupati Tolikara, pegunungan tengah Papua, kabupaten baru yang terisolir dan hanya bisa dicapai dengan naik pesawat kecil dari Jayapura ke Wamena disambung berkendaraan off-road selama 4 jam, daerah dimana laki-laki tanpa celana dan perempuan tanpa penutup dada, ditemukan dimana-mana. John Tabo, tanpa diduga, bersedia menjadi sponsor pelaksanaan APAO di Indonesia, selain menjadi tuan rumah, dia juga mendanai seluruh biaya persiapan tim olimpiade Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari Papua, selama 1 tahun. &lt;br /&gt;John Tabo membangun tempat khusus (hotel) untuk menjadi venue &lt;br /&gt;olimpiade ini. Orang yang berfikir normal pasti bilang, untuk apa John gila ini urusin Olimpiade astronomi seperti ini? bukankah masih banyak persoalan internal kabupaten yang harus dia selesaikan? mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi dan berbagai infrastruktur dasar? Cari kerjaan dan masalah saja! &lt;br /&gt;John Tabo melakukan terobosan "gila". &lt;br /&gt;Dana diambil dari APBD, mau dari mana lagi? Dia tidak takut BPK atau BPKP yang akan menilainya salah prosedur. Untuk John Tabo, membangun adalah untuk rakyat, jangan dibatasi oleh hal-hal administratif. Yang penting misi dia untuk membangun SDM Tolikara yang mendunia dapat tercapai, dan itu "breakthrough" untuk mengatasi kemiskinan Tolikara, tidak perlu menunggu sampai infrastruktur jalan akses terbuka. &lt;br /&gt;Dikumpulkanlah 15 anak Indonesia sejak februari 2010 di Karawaci untuk, kesemuanya "gila". 8 dari 15 anak tersebut direkrut dari SMP/SMU Tolikara, yang semuanya memiliki kemampuan matematika yang rendah, &lt;br /&gt;menyelesaikan soal matematika tingkat kelas 4 SD saja tidak mampu. &lt;br /&gt;Bahkan ada yang namanya Eko, ketika ditanya 1/5 + 1/2, langsung dijawab 1/7! &lt;br /&gt;Seorang anak dari Kalimantan Tengah, malah tidak diijinkan kepala sekolah dan gurunya untuk mengikuti persiapan olimpiade ini. Guru-gurunya mengatakan bahwa apa yang akan dia ikuti itu sia-sia saja. Dia melawan ini dan lari dari sekolah! &lt;br /&gt;Ke-15 anak ini dilatih oleh pelatih2 "gila", yang tidak bosan dan kesal melatih anak-anak ini. Dalam 10 bulan ke-8 anak Tolikara ini mampu mengerjakan problem matematika paling sulit yang diajarkan pada tingkat terakhir SMA atau tingkat awal universitas. &lt;br /&gt;Pendekatan mengajarnya juga "gila".  Astronomi adalah  kumpulan dari berbagai ilmu science: matematika, fisika, kimia dan biologi menjadi satu mempelajari fenomena jagad raya.  &lt;br /&gt;Ini juga ilmu gila. Bayangkan seorang anak seperti Eko dari pedalaman Tolikara dapat menjadi salah seorang anak terpandai &lt;br /&gt;dibidang astronomi didunia hanya dalam waktu 10 bulan??!! &lt;br /&gt;Urusan ijin ternyata juga "gila-gilaan" . &lt;br /&gt;Ternyata even APAO ini tidak diakui oleh Kemdiknas. Akibatnya, untuk mendatangkan peserta luar negeri, tidaklah mungkin mendapatkan fasilitas visa dari negara. Pake prosedur normal ijin dari Pemerintah cq Mendiknas tidak keluar. &lt;br /&gt;Entah gimana ceritanya ... &lt;br /&gt;Surya Institute akhirnya bertemu dengan seorang "gila" dari UKP4. Orang inilah yang mengetok Menteri Diknas, sehingga kemdiknas mau mengeluarkan ijin. Lalu orang ini memfasilitasi ijin visa disaat-saat terakhir, ketika semua sudah pasrah, bahkan orang ini mempertemukan anak-anak Indonesia dengan wakil presiden RI. Orang normal mungkin akan berfikir, apa urusannya astronomi dengan wapres??!! &lt;br /&gt;Lalu siorang gila dari UKP4 ini menugaskan 3 orang anggotanya yang kebetulan juga "agak gila" untuk datang menghadiri kegiatan olimpiade di Tolikara. jadilah 3 orang itu sebagai satu2nya unsur &lt;br /&gt;pemerintah pusat dalam even Olimpiade di Tolikara. Lalu 3 orang ini membawa-bawa nama Wakil Presiden RI dan Kepala UKP4 untuk memotivasi anak2. &lt;br /&gt;Dalam percakapan hati ke hati dengan 15 orang anak, semalam sebelum pengumuman, tidak kurang 7 orang anak terharu menangis, melihat begitu besarnya perhatian pemerintah RI kepada mereka, sesuatu yang tidak pernah mereka rasakan dari pemerintah di Jakarta selama 10 bulan mereka di godok di Karawaci. Datang dan duduk bersama dengan mereka, ternyata lebih dari segalanya bagi anak-anak ini. &lt;br /&gt;Anak-anak Tolikara begitu terharu, menangis terisak, melihat ada orang Jakarta mau datang melihat mereka di Tolikara. &lt;br /&gt;Apa hasil dari semua kegilaan ini? Selain perolehan medali-medali diatas: &lt;br /&gt;1. Indonesia dikenal lewat Tolikara! Tolikara, meskipun tidak dikenal Indonesia, namun telah membuktikan kepada dunia bahwa dari tempat yang sedikit sekali dijamah pembangunan, bisa lahir juara-juara olimpiade science, yang akan &lt;br /&gt;mengharumkan nama Indonesia ditingkat dunia, &lt;br /&gt;2. Tolikara mulai membenahi sumber daya manusianya menuju SDM berkualitas dunia. Hasil olimpiade ini telah memotivasi semua anak Tolikara bahwa keterbatasan fisik dan fasilitas bukanlah halangan bagi anak Tolikara untuk menjadi SDM terbaik dunia. 8 anak Tolikara yang bersaing ditingkat dunia menjadi saksi hidup bahwa SDM Tolikara dapat bersaing ditingkat dunia. &lt;br /&gt;3. Tolikara membuktikan bahwa mereka dapat membangun "lebih cepat" jika cara berfikir "gila" ini diterapkan. Hanya dengan cara gila seperti ini pembangunan Papua dapat dipercepat. &lt;br /&gt;4. Kita perlu "A Tolikara Approach" untuk sebuah percepatan pembangunan Papua!   &lt;br /&gt;Pesan moral dari kisah ini: &lt;br /&gt;jadilah orang gila untuk membangun Indonesia lebih baik! &lt;br /&gt;Never underestimate things! &lt;br /&gt;Kesempatan ke Tolikara telah memberikan pelajaran berharga bagi saya. Belajar tidak harus selalu dari tokoh dunia. Dari seorang anak SMP yang tidak pernah &lt;br /&gt;diperhitungkan dipelosok Tolikara, kita dapat belajar untuk berbuat yang terbaik bagi Indonesia dan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partogi Samosir &lt;br /&gt;Counsellor &lt;br /&gt;Embassy of the Republic of Indonesia &lt;br /&gt;Washington, D.C&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-5414315380569925497?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/5414315380569925497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=5414315380569925497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/5414315380569925497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/5414315380569925497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/salam-dari-jayapura-kiriman-teman-miias.html' title='Salam dari Jayapura (kiriman teman MIIAS)'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQrUfyUQL4I/AAAAAAAAAN8/wa1YqqGDtZQ/s72-c/denah%2Bbaru%2Brob%2Btingkat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-1013674410951278490</id><published>2010-12-17T11:06:00.000+08:00</published><updated>2010-12-17T11:07:28.759+08:00</updated><title type='text'>Professor Johannes Surya (kiriman teman MIIAS)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;sy terharu dengan usaha Professor Johannes Surya. Beliau&lt;br /&gt;adalah doktor yang cum-laude dari College of William and Mary, Virginia USA.&lt;br /&gt;Berasal dari keluarga yang prihatin dari sejak kecil dan krn ini mungkin&lt;br /&gt;beliau lebih peka dengan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beliau (yg pernah sy tonton di Kick Andy), bahwa tidak ada&lt;br /&gt;siswa/mahasiswa yang bodoh. Yang terjadi adalah siswa itu belum&lt;br /&gt;mendapatkan guru/dosen yang dapat menjelaskan dengan pemahaman&lt;br /&gt;yang "make sense".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi pengajar yang baik adalah salahsatunya memiliki kemampuan mengadaptasi&lt;br /&gt;kompleksitas dari defenisi2, hukum2 alam menjadi simplisitas yang&lt;br /&gt;bisa masuk  dalam alur logika yang sedang diajar. Sesederhana apapun alur &lt;br /&gt;logika si pembelajar, si pengajar harus bisa masuk ke alur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor Surya sudah bisa membuktikan ini. Masuk ke alur berfikir anak2&lt;br /&gt;SD di Tolikara, (lebih terpencil di Papua, pulau paling terbelakang di Indonesia).&lt;br /&gt;Sesungguhnya, upaya Professor Surya sebunyi dengan filosofi Einstein dengan&lt;br /&gt;mottonya "make it simple but not simplifying"..Fenonema fisika dan mathematika&lt;br /&gt;ternyata bisa dimasukkan dalam alur logika anak2 di Tolikara. Ide beliau adalah&lt;br /&gt;PEMBELAJARAN GASING (Gampang, Asyik dan Menyenangkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira2 bagaimana dengan upaya kita sebagai dosen di kampus2? &lt;br /&gt;Mungkin sudah dianggap "lebay" jika masih dosen killer minded, senang dan bangga&lt;br /&gt;jika mahasiswanya dapat nilai rata kanan &amp;nbsp;hehehehe (D dan E). Tantangan&lt;br /&gt;kita semua bisa memulai pembelajaran GASING.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anis Baswedan sudah memulai gerakan "Indonesia Mengajar" (agak tersedot  ke&lt;br /&gt;politisasi), maka Professor Surya sudah berkarya dan jauh dari Du-gem (dunia gemerlap)&lt;br /&gt;politik tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salut utk professor Surya......&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-1013674410951278490?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/1013674410951278490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=1013674410951278490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1013674410951278490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1013674410951278490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/professor-johannes-surya.html' title='Professor Johannes Surya (kiriman teman MIIAS)'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-6558799089582007201</id><published>2010-12-13T22:16:00.000+08:00</published><updated>2010-12-13T22:16:00.110+08:00</updated><title type='text'>Migrasi dan Brain Drain</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQYqZrC2ZsI/AAAAAAAAAN4/8Hnf2GgIPDw/s1600/ka%2527bah+dlm+renc+pengembangan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQYqZrC2ZsI/AAAAAAAAAN4/8Hnf2GgIPDw/s320/ka%2527bah+dlm+renc+pengembangan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ardy Arsyad wrote:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang Tahun  Baru Islam, baru saja khatib jumat kemarin yangustad dari Malaysia itu  menuturkan bahwa, Rasulullah SAW memulai hijrah denganmeninggalkan  Makkah bukan pada bulan Muharram, namun pada akhir bulan Safar.Beliau  keluar dari gua Tsur pada bulan Rabiul Awal. Dan tiba di Madinah,  padaakhir Rabiul Awwal tahun 22 (tahun gajah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  mengapa Umar bin Khattab RA memilih Muharram sebagai permulaan  penanggalan Hijriah, karena perencanaan hijrah ke Madinah di-rapatkan  Rasulullah SAWdengan sahabat pada bulan Muharram ketika selesai  perjalanan haji. Pada saattersebut, konsensus juga dengan sahabat di  Madinah (kaum  Ansar) tentang akan dimulainyamigrasi besar-besaran kaum  muslim di Makkah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik untuk dikaji  dalam konteks ini. Pertama, kalender Islam tentunya berbeda dengan  penanggalan lain seperti kalender Masehi yang sebenarnya dimulai dari  kelahiranYesus atau Isa tanggal 25 December. Atau 1 January yang menurut  kepercayaan yahudi adalah hari ketika Nabi Isa AS di-sirkumsisi (atau  disunat). Kalender Islam juga berbeda dengan kalenderHindu yang dimulai  ketika musim semi datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, penentuan Muharram  sendiri oleh Khalifah Umar bin Khattab yang sepertinyamemberikan  keistimewaan pada tahapan niat atau perencanaan serta adanya kesepakatan  bersama, jauh lebih menentukan dari proses itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  tentunya bisa bertanya pula, mengapa tarikh Islam tidak dimulai saja  hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun ternyata hijrah itu sendiri  diperingati sebagai awal tahun.Mungkin Umar bin  Khattab RA menyadari  bahwa awal kebangunan Islam atauturning point sebagai ummat yang  diperhitungkan dalam sejarah peradaban dunia adalahketika mereka  mengadakan migrasi, perpindahan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah peradaban  besar dunia juga berawal dari migrasi sekte2 agama. Sejarah mencatat  bagaimana Amerika Serikat dibangun dari mereka yang merasa kurang bebas  mempraktekkanagamanya di Eropa terutama di Inggris dan Jerman. Lalu  dengan kapal yang pertamakali Mayflower I pada 1620 meninggalkan  Plymouth England&amp;nbsp; menuju benua baru Amerika.Uniknya, tempat yang mereka  tuju akhirnya mereka namakan mirip dengan tempatasal mereka, yaitu  Plymouth Massachusetts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban besar Islam di Andalusia  juga memulai kejayaannya ketika seorang pangerandari Dinasti Umayyah  harus diusir keluar dari Baghdad dan harus bermigrasi ke Semenanjung  Iberia.Golden age dari kekhalifan Andalusia ketika cucunya, Abdurrahman  III  memerintah.Peradaban besar yang kemudian mentransmisikan  renaissance di Eropa 500 tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasty Ming juga  diawali oleh Zhu Yuanzhang yang berasal darikeluarga miskin kemudian  meninggalkan kampungnya di Zhongli dan menjadi pendeta budha.Hingga  berusia 24 tahun, bergabung menjadi pemberontak kepada Dinasti Yuan yang  dikuasaiorang Mongol. Menaklukkan Nanjing dan juga kemudian menjadi  kaisar Hongwu memulai era Dinasti Ming, salah satu dinasti era keemasan  Cina. Pada era kaisar Hongwu, hubungan Cina dan Islam jugasangat erat.  Masjid dibangun di kota Nanjing, Guandong, Fujian, Yunandan sepuluh  jenderal kaisar dari kaum muslimin Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Migrasi juga lah  yang banyak membesarkan kerajaan besar di nusantara. Bahkan agama Islam  inidisebarkan oleh migrasinya pendakwah yang hidup dari berdagang,  hingga berasimiliasikawin mawin dengan penduduk setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaknai  kembali hijrah bisa diartikan dari  meninggalkan tempat yang buruk ke  tempat yang lebih baik.Perpindahan ini bisa dimaknai dalam arti fisik  dan juga non fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh saja percaya bahwa  "apabila sebuah tempat tidak bisa membesarkan potensimu,maka carilah  tempat yang potensimu dihargai dan kamu bisa besar dengan itu". Maka  nampaknya,gejala brain drain ketika kaum teknokrat Indonesia lebih  memilih hijrah dan menetap di luar negeri, adalahsebuah mekanisme  pilihan ketika tempat yang seharusnya kita kembali sepertinya  kurangmemberi ruang untuk menghargai potensi yang ada. Hasilnya adalah  keluar dan memilihtempat yang lebih baik, walaupun ribuan mil jauhnya  dari bumi pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brain drain akan sulit dibendung selama  atmosfir di tanah air lebih menghargai pilihan2 politik ketimbang  pertimbangan teknis sains dan akademis. Apapun yang disarankan  olehteknokrat akan menjadi berkas usang ketika kaum politisi lebih  cenderung berkolaborasiuntuk  mengamankan kekuasaaan mereka. Brain drain  akan terus terjadi,selama kaum akademik hanya menjadi alat stempel  akademisasi dari kebijakan pemerintah. Apalagi ketika menjadi dipaksakan  melacurkan karya intelektual mereka demimelegalkan intrik-intrik  politik dan kekuasaaan semata. Atau ketika harus menjadikonsultan  pengemis pada proyek-proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brain drain bukanlah  persoalan tentang hujan emas di negeri orang, dan hujan batu di negeri  sendiri.Namun pada seberapa besar response masyarakat dan pemerintah  akan perbaikannegeri ini dengan perlakuan yang berdasarkan apa yang  sebaiknya dengan kajian yangyang jelas. Bukan pada memuaskan pesanan  rezim kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya brain drain tidaklah perlu  ditakutkan sebagai kehilangan negara atas potensi-potensi intelektual  dan teknorat. Bukankah justru negara bisa berbangga karena  turutmenyumbangkan manusia dari bumi pertiwi atas khasanah pergaulan  dunia. Migrasinya  mereka sebaiknya dapat mengikuti pola diaspora Yahudi  dan migrasi orang Cina.Berpindah mencari tempat yang lebih baik, namun  tidak melupakan asal muasal serta membangun jaringan yang membesarkan  golongan mereka. Dua jaringan yang sangat kuat saat ini adalah Lobby  Yahudi dan jaringan Cina perantauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke makna  hijriah Rasulullah, proses hijrah bukanlah upaya mencari penghidupanatas  kesadaran material. Namun lebih kepada proses mencari ruang untuk  bisamenjadi awal perbaikan, bukan saja kaum Muhajirin, namun juga kaum  Ansar.Proses ini kemudian mencapai kulminasinya ketika fathul Makkah.  Artinya Rasulullahtidaklah lari dari persoalan dasar, yakni memperbaiki  keadaaan. Kembali ke negeriasal, kembali ke Makkah dan berupaya  memperbaiki. Bahkan Rasulullah SAWtidaklah berfikir lokalisasi, namun  menjadi titik tolak regionalisasi, dan internasionalisasiIslam. Islam  menjadi rahmatan lil alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi brain drain bisa pula  dimaknai sebagai proses yang pada tujuan akhirnya untukkemudian kembali  menjadi bagian perbaikan kondisi bangsa. Sejauh apa pun migrasi kita,  niatnya adalah untuk kemudian hari kembali  memperbaikikondisi bangsa di  tanah air, dan juga tentunya umat manusia secara keseluruhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-6558799089582007201?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/6558799089582007201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=6558799089582007201' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6558799089582007201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6558799089582007201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/migrasi-dan-brain-drain.html' title='Migrasi dan Brain Drain'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQYqZrC2ZsI/AAAAAAAAAN4/8Hnf2GgIPDw/s72-c/ka%2527bah+dlm+renc+pengembangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-536731691303629855</id><published>2010-12-13T22:08:00.000+08:00</published><updated>2010-12-13T22:08:33.448+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQYotrSNdHI/AAAAAAAAANw/EJ2MufAMyVk/s1600/kota+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQYotrSNdHI/AAAAAAAAANw/EJ2MufAMyVk/s320/kota+2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQYohKW0J0I/AAAAAAAAANs/Ey1w4qgSgcM/s1600/kota+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQYohKW0J0I/AAAAAAAAANs/Ey1w4qgSgcM/s320/kota+1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;beberapa contoh latihan menggambar design bangunan pada ruas jalan tertentu untuk mahasiswa D3 - PWK FT UNDIP&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-536731691303629855?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/536731691303629855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=536731691303629855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/536731691303629855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/536731691303629855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/beberapa-contoh-latihan-menggambar.html' title=''/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQYotrSNdHI/AAAAAAAAANw/EJ2MufAMyVk/s72-c/kota+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-893429316884075789</id><published>2010-12-13T21:15:00.000+08:00</published><updated>2010-12-13T21:16:48.933+08:00</updated><title type='text'>Tauhid,...Keutamaan dan Pembatalnya</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi Fillah! Kepadamu aku persembahkan kalimat-kalimat singkat ini yang membahas masalah keutamaan Tauhid dan peringatan dari hal-hal yang membatalkannya, seperti berbagai macam perbuatan syirik dan bid'ah, baik yang besar maupun yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Tauhid itu adalah kewajiban pertama yang diserukan oleh para rasul, yang merupakan pondasi da'wah mereka, Allah swt berfirman: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah taghut (An-Nahl:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tauhid itu adalah merupakan hak Allah yang paling besar atas hamba-Nya, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari hadits Mu'adz ra berkata: Rasulullah saw bersabda:'Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka barangsiapa yang mengamalkan tauhid akan masuk surga, dan barangsiapa yang mengamalkan dan menyakini hal-hal yang bertentangan dengannya, maka ia termasuk penghuni neraka. Dan karena tauhid itu pulalah para rasul diperintahkan untuk memerangi kaumnya hingga mereka meyakininya, sebagaimana sabda Rasulullah saw: Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah.[H.R. Bukhari-Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merealisasikan (mewujudkan) tauhid adalah jalan menuju kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, sedang melakukan hal-hal yang bertentangan dengannya adalah jalan menuju kepada kesengsaraan. Mengamalkan tauhid adalah jalan untuk menyatukan barisan dan kalimat umat, sedang kesalahan dalam tauhid adalah penyebab perpecahan dan terceraiberainya umat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai akhi fillah- semoga Allah merahmati kita semua- bahwa sesungguhnya tidak semua orang yang mengucapkan laa ilaha illallah termasuk ahli tauhid hingga terpenuhinya syarat-syarat tauhid yang tujuh itu, seperti yang disebutkan oleh ulama, yaitu:&lt;br /&gt;1. Mengetahui makna dan maksudnya, dengan kedua dimensinya, baik dari segi peniadaan (laa ilaha) tiada tuhan maupun dari segi penetapan (illallah) kecuali Allah, jadi tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah swt.&lt;br /&gt;2. Meyakini kandungannya dengan keyakinan yang kuat&lt;br /&gt;3. Menerima apa yang dimaksudkan oleh kalimat ini dengan hati dan lisan&lt;br /&gt;4. Tunduk kepada kandungannya&lt;br /&gt;5. Jujur, yaitu ia menyibukkan dengan lisan yang dibenarkan oleh hatinya&lt;br /&gt;6. Ikhlas yang tidak dicampuri oleh perasaan riya&lt;br /&gt;7. Mencintai kalimat ini dengan segala kandungannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudara-saudaraku yang saya cintai karena Allah!. Sebagaimana kita wajib untuk mengamalkan tauhid dengan memenuhi syarat-syarat laa ilaha illallah maka kitapun diwajibkan untuk menghindari dan mencegah diri dari perbuatan syirik dengan segala bentuk, pintu dan tempat masuknya, baik syirik yang besar maupun syirik yang kecil, karena sebesar-besar kezaliman adalah syirik kepada Allah, dimana Allah swt mengampuni dosa-dosa hamba-Nya kecuali perbuatan syirik itu. Dan barangsiapa yang terperosok ke dalamnya maka Allah swt mengharamkan surga baginya dan nerakalah tempat kembalinya. Allah swt berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (An-Nisaa':48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepadamu wahai akhi fillah! saya persembahkan beberapa hal yang membatalkan dan merusak tauhid, sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama agar kita dapat menghindarinya, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memakai kalung atau benang (yang diikatkan di leher atau di tangan) dari apapun jenisnya, seperti kuningan , besi ataupun kulit dengan maksud mengangkat(menghilangkan) dan menolak bencana karena hal ini termasuk perbuatan syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menggunakan Ruqyah Bid'ah (pengobatan dengan membaca mantra) dan Tamimah (jimat). Ruqyah bid'ah yang dimaksud adalah yang mengandung coretan-coretan, gambar-gambar dan perkataan-perkataan yang tidak dimengerti serta meminta pertolongan kepada jin dalam mendeteksi suatu penyakit atau melepaskan diri dari sihir. Sedang yang dimaksud dengan Tamimah adalah apa-apa yang dikalungkan pada manusia atau hewan yang terbuat dari benang atau ikatan lainnya, baik yang tertulis dengan ucapan bid'ah yang tidak bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah, ataupun yang bersumber dari keduanya-berdasarkan pendapat yang rajih (kuat)- karena ini termasuk hal yang melahirkan perbuatan syirik.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Ruqyah-yang mengandung syirik-, Tamimah, dan Tiwalah (sesuatu yang dibuat agar suami mencintai istrinya atau sebaliknya) adalah perbuatan syirik [H.R Ahmad dan Abu Daud]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk perbuatan ini adalah menggantungkan selembar kertas, sepotong logam kuningan atau besi di dalam mobil yang diatasnya tertulis 'Lafdhul Jalala' (Allah) atau ayat kursyi atau meletakkan mushaf Al-Qur'an di dalam mobil dengan keyakinan bahwa itu semua dapat menjaga dan mencegahnya dari kejelekan seperti mata yang mengandung sihir dan sejenisnya. Termasuk pula memasang sepotong kertas atau logam yang berbentuk telapak tangan atau terdapat gambar mata. Tidak boleh memasang itu semua dengan keyakinan dapat mencegah dari pandangan mata yang mengandung sihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang menggantungkan dirinya pada sesuatu maka Allah akan membuatnya tetap bergantung padanya. [H.R Ahmad, Tirmidzi dan Hakim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Termasuk diantara yang membatalkan tauhid adalah mencari berkah pada orang-orang tertentu dengan menyentuh dan meminta berkahnya, atau mencari berkah pada pohon-pohon, batu-batu dan lain-lain, bahkan kepada Ka'bahpun tidak boleh disentuh dengan tujuan mencari dan mengambil berkahnya, Umar ra ketika mencium Hajar Aswad berkata: Sesungguhnya saya tahu bahwa kamu adalah batu yang tidak mendatangkan mudharat dan manfaat, seandainya saya tidak melihat Rasulullah saw menciummu, saya tidak akan menciummu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Diantara yang membatalkan tauhid adalah menyembelih hewan bukan karena Allah, seperti untuk para wali, setan-setan, jin dengan tujuan mengambil manfaat dan mencegah kejahatan mereka, perbuatan ini termasuk syirik paling besar. Dan sebagaimana kita dilarang menyembelih untuk selain Allah, maka kitapun dilarang meyembelih pada tempat-tempat penyembelihan yang biasa digunakan menyembelih hewan untuk selain Allah, walaupun orang tersebut menyembelih dengan niat untuk Allah swt, dengan maksud mencegah seseorang terperosok ke dalam perbuatan syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Termasuk pula, bernadzar untuk selain Allah, karena nadzar itu adalah ibadah yang tidak boleh ditujukan kepada selain Allah swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Termasuk diantaranya adalah meminta pertolongan dan perlindungan kepada selain Allah swt. Rasulullah saw bersabda kepada Ibnu Abbas ra: Bila engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah dan bila engkau memohon sesuatu, maka mohonlah kepada Allah. Oleh karena itu kita dilarang memohon kepada Jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Diantara yang menafikan (membatalkan) tauhid adalah sifat Ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap para wali dan orang-orang shaleh dan mengangkat mereka melebihi kedudukannya, yaitu dengan berlebih-lebihan dalam memuliakan atau mengangkat mereka sederajat dengan kedudukan para rasul, atau menganggap mereka sebagai orang-orang yang ma'sum (terbebas dari dosa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Diantara yang merusak tauhid adalah thawaf di (sekeliling) kuburan, ini termasuk perbuatan syirik. Kita dilarang shalat di kuburan karena dapat menggiring seseorang kepada perbuatan syirik, maka bagaimana pula kita shalat dan beribadah kepadanya? Na'udzu billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Untuk menjaga tauhid, kita dilarang membangun sesuatu diatas kuburan atau membuat kubah dan masjid, serta dilarang meninggikan (tanah kuburan) nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Diantara yang merusak tauhid adalah sihir, mendatangi tukang sihir, dukun, ahli nujum dan sebagainya. Jadi tukang sihir itu adalah orang yang kafir, tidak boleh mendatangi, bertanya dan membenarkannya, walaupun mereka mengaku sebagai wali, syaikh dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Termasuk yang membatalkan tauhid adalah Thiyarah yaitu perasaan pesimis (karena melihat suatu jenis burung tertentu) kepada hari, bulan, atau orang tertentu. Ini semua dilarang, karena Thiyarah adalah sesuatu yang dilarang, sebagaimana disebutkan di dalam salah satu hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Termasuk yang merusak tauhid adalah mengandalkan dan bergantung kepada-sesuatu-sebab (perantara) seperti dokter, pengobatan, jabatan, dan sebagainya dan tidak bertawakkal kepada Allah SWT. Dan yang diperintahkan adalah mencari perantara itu seperti mencari penyembuhan dan rejeki tetapi dengan tetap menggantungkan hati (tawakkal) kepada Allah SWT semata, tidak kepada perantara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Termasuk yang menafikkan tauhid adalah ilmu nujum atau memanfaatkan bintang pada sesuatu yang tidak diciptakan untuk itu. Maka kita dilarang untuk menggunakan bintang untuk mengetahui atau meramal kejadian yang akan datang dan hal-hal ghaib, karena ini semua dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Termasuk pula meminta hujan berdasarkan musim, bintang dan benda langit lainnya dengan keyakinan bahwa bintang-bintang itulah yang menurunkan atau menahan hujan, akan tetapi yang menurunkan dan menahan turunnya hujan adalah Allah SWT, maka katakanlah, Hujan itu diturunkan kepada kami karena keutamaan (karunia) dan rahmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Di antara yang membatalkan tauhid adalah memalingkan suatu ibadah kepada selain Allah, seperti memalingkan perasaan cinta yang tulus atau rasa takut kepada makhluk-makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Termasuk yang menghapuskan Tauhid adalah perasaan aman dari tipu daya dan adzab Allah serta berputus asa dari rahmat-Nya. Maka janganlah merasa aman dari tipu daya Allah dan jangan berputus asa dari rahmat-Nya, tetapi hendaklah berada di antara perasaan takut dan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Termasuk yang membatalkan tauhid adalah tidak sabar terhadap takdir-takdir Allah, mengeluh dan menentang takdir, seperti mengatakan: Ya Allah, Mengapa engkau melakukan ini terhadapku, atau terhadap si Fulan. atau mengucapkan: Mengapa Engkau melakukan ini semua, ya Allah. dan termasuk dalam jenis ini adalah meratap, merobek kantong dan memotong-motong rambut (karena perasaan sedih yang berlebih-lebihan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Termasuk pula adalah riya' dan sum'ah (ingin memperdengarkan kebaikannya) dimana seseorang melakukan kebaikan karena dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Di antara yang menafikkan tauhid adalah mematuhi para ulama, pemimpin dan sebagainya dalam menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, karena taat kepada mereka dalam hal ini termasuk perbuatan syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Termasuk yang membatalkan tauhid adalah ucapan: Apa yang Allah dan engkau kehendaki. atau ucapan: Seandainya bukan karena Allah dan si Fulan. atau ucapan: Saya bertawakkal kepada Allah dan kepada si Fulan. Hendaklah menggunakan kata kemudian dalam ungkapan-ungkapan tersebut di atas, berdasarkan perintah Rasulullah SAW bahwa ketika mereka ingin bersumpah hendaklah mengatakan: Demi Tuhan Ka'bah dan mengatakan: Apa yang dikehendaki Allah kemudian apa yang engkau kehendaki. [H.R Nasai]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Termasuk perbuatan yang merusak Tauhid adalah mencaci maki tahun, waktu, hari dan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Termasuk yang menafikan tauhid adalah menghina agama, rasul-rasul, Al-Qur'an dan Sunnah. Atau mengejek orang-orang shaleh dan ulama disebabkan oleh karena mereka mengamalkan sunnah dan menampakkannya kepada mereka seperti memelihara jenggot, memakai siwak, memendekkan pakaian hingga ke atas mata kaki dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Termasuk pula penamaan Abdul Nabi, Abdul Ka'bah dan Abdul Husain. Ini semua dilarang karena mengandung makna penghambaan diri kepada selain Allah. Karena penghambaan diri hanya kepada Allah semata, seperti nama Abdullah dan Abdurrahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Termasuk yang menafikan Tauhid adalah menggambar makhluk-makhluk yang memiliki roh lalu mengagungkan dan menggantungkan gambar tersebut di dinding, ruang tamu dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Diantara yang merusak Tauhid adalah meletakkan dan menggambar salib atau membiarkannya ada pada pakaian sebagai pengakuan. Hendaklah salib itu dipatahkan atau dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Diantara yang menafikan Tauhid adalah mengangkat orang-orang kafir dan munafiq sebagai pemimpin dengan mengagungkan dan memuliakan mereka atau memanggil mereka dengan sebutan sayyid (tuan), menyambut ataupun mencintai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Termasuk yang menafikan dan bertentangan dengan Tauhid adalah bertahkim (berhukum) kepada selain apa yang diturunkan oleh Allah serta mendudukkan undang-undang buatan manusia sejajar dengan hukum syariat Allah Yang Maha Bijaksana, atau melegalisir undang-undang manusia dalam hukum, atau menganggap undang-udang tersebut sama atau bahkan lebih baik dari hukum syariat dan lebih cocok dengan zaman, dan seseorang yang meridhai itu termasuk dalam jenis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Termasuk yang membatalkan Tauhid adalah bersumpah dengan selain Allah, seperti bersumpah dengan nabi amanah dan semacamnya. Nabi saw bersabda: Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka sungguh ia telah kafir atau musyrik [H.R. Tirmidzi dan dihasankannya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi fillah! Sebagaimana kita wajib mengamalkan Tauhid dan berhati-hati dari segala hal yang bertentangan dan membatalkannya, maka kita juga harus selalu berjalan diatas jalan Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang dikenal dengan sebutan Al-Firqatun Najiyah (golongan yang selamat) yaitu jalan orang-orang salaf (dulu) umat ini seperti para sahabat dan yang datang sesudah mereka dalam segala aspek aqidah dan akhlak. Dan sebagaimana Ahlus Sunnah memiliki manhaj (jalan hidup) dalam hal aqidah pada masalah nama-nama dan sifat-sifat Allah dan sebagainya, maka demikian pula mereka memiliki manhaj dalam hal tingkah laku, akhlak, muamalah, ibadah, dan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Oleh karena itu ketika Rasulullah saw menyebutkan bahwa umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan: Semua di neraka kecuali satu, Beliau ditanya: Siapa mereka? Lalu Beliau menjawab: Mereka adalah seperti apa yang aku dan para sahabatku jalani sekarang.&lt;br /&gt;Beliau tidak mengatakan: Mereka yang mengatakan dan melakukan ini dan itu... saja Tetapi mereka yang mengikuti dan menjalani manhaj Rasulullah saw dan para sahabatnya dalam berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang harus anda lakukan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Dalam masalah Sifat, hendaklah anda menyifati Allah dengan apa yang Dia sifati dirinya dan apa yang Rasulullah sifati dengan tanpa penyimpangan, penggambaran bentuk, penyerupaan dan peniadaan. Jadi tidak boleh menolak (sifat-sifat itu) kecuali (apa) yang diingkari oleh Allah swt dan tidak ada penyerupaan. Berdasarkan firman Allah swt: Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Asy-Syuura:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bahwa Al-Qur'an itu adalah kalam Allah, bukan makhluk yang diturunkan oleh-Nya dan akan kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Beriman dengan apa yang akan terjadi setelah mati seperti adzab kubur dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keyakinan bahwa iman itu adalah perkataan dan perbuatan yang bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak boleh mengkafirkan seseorang ketika melakukan dosa selain syirik selama ia tidak melakukannya. Dan bahwa pelaku dosa besar bila ia bertaubat kepada Allah, maka Allah akan menerima taubatnya, dan bila meninggal sebelum bertaubat, maka ia berada dalam kehendak Allah. Bila Dia menghendaki, maka Dia akan mengampuninya dan bila Dia mengendaki, maka Dia akan menyiksanya lalu memasukkannya ke dalam surga. Dan bahwa tidak ada yang akan kekal di dalam neraka kecuali orang yang tergelincir dalam lembah kekafiran dan syirik, dan meninggalkan shalat termasuk perbuatan kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ahlus-Sunnah mencintai, mengagumi dan mengikuti seluruh sahabat Rasulullah, apakah mereka termasuk Ahlul-Bait atau bukan. Dan tidak meyakini kemaksuman seorang pun di antara mereka. Dan bahwa sahabat yang paling mulia adalah Abu Bakar Ash Shiddiq, kemudian Umar bin Khattab lalu Utsman bin 'Affan disusul Ali bin Abi Thalib, -semoga Allah meridhoi mereka-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mereka beriman kepada karomah para wali yaitu orang-orang yang bertakwa dan sholeh.&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah SWT: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (Yunus: 62-63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mereka tidak melihat bolehnya keluar dari kepemimpinan seorang imam (pemimpin) selama ia masih menegakkan sholat. Dan mereka pun tidak menganggapnya kafir murtad selama ia memiliki dalil dan petunjuk dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mereka juga beriman kepada takdir baik dan buruk dengan seluruh tingkatannya, dan meyakini bahwa manusia itu berjalan dan memiliki ikhtiyar (pilihan untuk melakukan usaha atau perbuatan yang terbaik). Jadi mereka tidak menafikkan takdir dan tidak pula menafikkan ikhtiyar, tetapi menetapkan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mereka senang melakukan kebaikan untuk manusia, mereka adalah sebaik-baik manusia bahkan termasuk yang paling adil di antara manusia.&lt;br /&gt;Shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diambil dari buletin Darull Qasim,Keutamaan Tauhid dan Peringatan dari Hal-hal yang Membatalkannya. Penyusun: Darull Qasim, muraja'ah: Syaikh Abdullah bin Jibrin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-893429316884075789?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/893429316884075789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=893429316884075789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/893429316884075789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/893429316884075789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/tauhidkeutamaan-dan-pembatalnya.html' title='Tauhid,...Keutamaan dan Pembatalnya'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-741151859643421327</id><published>2010-12-13T14:25:00.000+08:00</published><updated>2010-12-13T14:30:35.212+08:00</updated><title type='text'>puasa tasyu’a dan puasa asyura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQW9bvBiAoI/AAAAAAAAANU/3Gu6T9mvGsM/s1600/DSC00233.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQW9bvBiAoI/AAAAAAAAANU/3Gu6T9mvGsM/s320/DSC00233.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550050399981011586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir pekan pertama Muharram 1432 H ini, cukup urgen bagi kita untuk membahas puasa tasyu’a dan puasa asyura. Dengan harapan, kita semakin memahami puasa yang disunnahkan pada bulan Muharram ini termasuk fadhilah-nya, kemudian kita termotivasi untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud dengan puasa Tasyu’a dan Asyura?&lt;br /&gt;Puasa tasyu’a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Sedangkan puasa asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Puasa Tasyu’a dan Puasa Asyura&lt;br /&gt;Hukum puasa tasyu’a dan puasa asyura adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Sunnah yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW berpuasa Asyura dan memerintahkan supaya orang-orang berpuasa. (Muttafaq alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjelaskan hadits ini dalam Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyadhus Shalihin, DR. Mustofa Said Al Khin, DR. Mustofa Al Bugho, Muhyidin Mistu, Ali Asy Syirbaji, dan Muhammad Amin Luthfi mengatakan: puasa asyura adalah sunah muakkad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits lain yang menunjukkan bahwa puasa Asyura termasuk sunnah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Hari asyura adalah hari yang dipuasakan oleh orang-orang Quraisy pada masa jahiliyah. Rasulullah juga biasa puasa pada saat itu. Ketika datang ke Madinah, beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang-orang untuk turut berpuasa. Maka ketika difardhukan puasa Ramadhan, beliau bersabda, “Siapa yang ingin berpuasa, ia berpuasa, dan siapa yang tidak, ia berbukalah.” (Muttafaq alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tentang puasa tasu’a, para ulama’ biasanya memakai dalil hadits berikut ini:&lt;br /&gt;Seandainya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku benar-benar akan berpuasa pada hari kesembilan (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memang belum sempat berpuasa tasu’a, tetapi hadits qauliyah di atas menjadi dalil bahwa puasa tasu’a juga disunnahkan. Dari sana kemudian para sahabat melakukan puasa tasu’a itu demikian juga tabi’in, tabi’ut tabiin, dan generasi sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Puasa Tasu’a dan Asyura&lt;br /&gt;Puasa asyura (10 Muharram) sebenarnya telah dilakukan Rasulullah SAW pada periode Makkiyah (sebelum hijrah). Bahkan, orang-orang Quraisy pada masa jahiliyah juga melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah hijrah dan tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi melakukan hal serupa. Maka beliau bertanya pada mereka mengapa mereka berpuasa pada hari asyura itu. Setelah mendapatkan jawaban tentang kemuliaan hari itu bagi Nabi Musa a.s., maka Rasulullah SAW memberitahukan bahwa kaum muslimin lebih berhak atas hari itu. Kaum muslimin di Madinah pun mengerjakan puasa itu dengan sungguh-sungguh, hingga tiba kewajiban puasa Ramadhan pada tahun 2 H dan sejak saat itu Rasulullah menegaskan bahwa puasa Asyura adalah puasa sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari asyura adalah hari yang dipuasakan oleh orang-orang Quraisy pada masa jahiliyah. Rasulullah juga biasa puasa pada saat itu. Ketika datang ke Madinah, beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang-orang untuk turut berpuasa. Maka ketika difardhukan puasa Ramadhan, beliau bersabda, “Siapa yang ingin berpuasa, ia berpuasa, dan siapa yang tidak, ia berbukalah.” (Muttafaq alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW datang ke Madinah dan beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari asyura. Lalu Nabi SAW bertanya, “Ada apa ini?” Mereka menjawab, “Hari ini merupakan hari terbaik, yaitu saat Allah membebaskan Nabi Musa a.s dan Bani Israel dari kepungan musuh mereka, hingga hari itu dijadikan Nabi Musa a.s. sebagai hari puasa.” Lalu Nabi SAW bersabda, “Aku lebih berhak memuliakan hari ini dibandingkan kalian.” Kemudian beliau menyuruh kaum muslimin agar ikut berpuasa. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 9 H, tepatnya satu tahun sebelum Rasulullah SAW wafat, sebagian sahabat melapor kepada Rasulullah SAW bahwa hari asyura adalah hari yang dibesarkan Yahudi dan Nasrani. Sementara Islam memiliki semangat menghindari tasyabuh, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;Barangsiapa menyerupai orang-orang kafir, maka ia termasuk golongan mereka. (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah SAW berazam di tahun yang akan datang beliau akan menjalankan puasa pada hari kesembilan juga, yang dikenal dengan puasa tasu’a. Namun, belum sampai tahun depan itu datang, Rasulullah SAW wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ - إِنْ شَاءَ اللَّهُ - صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memetintahkan orang agar berpuasa padanya, mereka berkata, “Ya Rasulullah, ia adalah suatu hari yang dibesarkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.” Maka Rasulullah bersabda, “Jika datang tahun depan, insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas berkata, “Maka belum lagi datang tahun berikutnya itu, Rasulullah SAW pun wafat.” (HR. Muslim dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadhilah (Keutamaan) Puasa Tasyu’a dan Asyura&lt;br /&gt;Puasa Tasyu’a dan puasa Asyura termasuk puasa sunnah yang memiliki fadhilah yang luar biasa. Diantara fadhilan puasa Tasyu’a dan puasa Asyura itu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menjadi puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سُئِلَ أَىُّ الصَّلاَةِ أَفْضَلُ بَعْدَ الْمَكْتُوبَةِ وَأَىُّ الصِّيَامِ أَفْضَلُ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ فَقَالَ أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلاَةُ فِى جَوْفِ اللَّيْلِ وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW ditanya, “Shalat manakah yang lebih utama setelah shalat fardhu dan puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?” Nabi SAW bersabda, “Shalat yang paling uatama setelah shalat fardhu adalah shalat di tengah malamdan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (yang kamu namakan) Muharram.” (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, orang yang berpuasa asyura diampuni dosanya selama satu tahun sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah ditanya tentang puasa asyura, beliau menjawab, “dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-741151859643421327?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/741151859643421327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=741151859643421327' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/741151859643421327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/741151859643421327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/puasa-tasyua-dan-puasa-asyura.html' title='puasa tasyu’a dan puasa asyura'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQW9bvBiAoI/AAAAAAAAANU/3Gu6T9mvGsM/s72-c/DSC00233.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-8221521783973850926</id><published>2010-12-13T13:27:00.000+08:00</published><updated>2010-12-13T13:29:11.978+08:00</updated><title type='text'>PEMANASAN GLOBAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQWvDlcQmRI/AAAAAAAAANM/cud__eeVPho/s1600/tes.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 165px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQWvDlcQmRI/AAAAAAAAANM/cud__eeVPho/s320/tes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550034591929112850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Kota, Pemain Utama yang Mesti Berubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS - Senin, 13 Desember 2010 | 03:57 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Brigitta Isworo L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda adalah warga kota besar. Berapa jumlah mobil yang Anda miliki? Bagaimana sampah rumah tangga Anda diurus? Berapa kali sebulan Anda terbang ke luar kota atau ke luar negeri demi tugas kantor atau sekadar berwisata? Bagaimana desain rumah Anda? Berapa banyak lampu di rumah dan apa jenisnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tak banyak yang menyadari pertanyaan di atas amat terkait dengan kontribusi kita pada penambahan atau pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sekaligus penambahan atau pengurangan dampak perubahan iklim. Kota sebagai sebuah wilayah harus disadari juga amat rentan terhadap dampak perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti persoalan tentang kaitan kota dengan perubahan iklim pada awal September lalu diuraikan oleh pakar ekonomi dan politik Philipp Rode dari London, Inggris, pada program Climate 4Media yang diadakan oleh British Council yang berkantor di Beijing, China. Program tersebut diikuti oleh sekitar 60 orang dari lebih 10 negara dengan berbagai profesi, mulai dari wartawan, dosen, peneliti, pegiat film, hingga pegiat seni peran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rode langsung membuka paparannya dengan foto sampul majalah Der Spiegel tahun 1986. Pada foto itu ditampilkan Katedral Cologne di kota Cologne, Jerman, yang nyaris separuh bangunannya tenggelam akibat banjir. Ingat kondisi Jakarta bulan lalu yang ”lumpuh” akibat banjir dan genangan di seluruh pelosok kota dan wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak di kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel Para Ahli tentang Perubahan Iklim (IPCC) menyatakan bahwa pemanasan global diakibatkan oleh faktor manusia (antropogenik) karena emisi GRK dari berbagai aktivitas manusia telah menjebak panas matahari yang akhirnya mengakibatkan naiknya suhu bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2007 untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, jumlah manusia yang tinggal di kawasan urban (kota) lebih banyak daripada mereka yang tinggal di pedesaan. Sekitar 50,6 persen penduduk dunia tinggal di kota dan 49,4 persen tinggal di pedesaan (United Nations Population Division, 2007). ”Angka itu bisa lebih besar sekarang karena melihat pertumbuhan berbagai kota, terutama di Asia,” ujar Rode. Ini masalah serius,” ucapnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengungkapkan, ada lima hal yang menghubungkan kota dengan perubahan iklim, yaitu pertumbuhan dan kerentanan kota, pembangunan kota tidak berkelanjutan, kota bisa memelopori gaya hidup (ramah lingkungan), kota merupakan lingkungan yang progresif, dan masalah efektivitas pemerintahan kota. ”Kehidupan pemerintah kota jelas lebih dekat ke masyarakatnya dibandingkan dengan pemerintah pusat atau provinsi. Kondisi ini semestinya membawa pengertian lebih terhadap keseharian kehidupan penduduk. Ini hal krusial untuk perubahan,” ungkap Rode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rode mengungkapkan data jumlah penduduk pada waktu puncak—siang hari pada jam-jam kerja ketika mereka yang tinggal di pinggiran kota masuk ke kota. Mumbai, India, adalah salah satu kota terpadat dengan 101.066 orang per kilometer persegi (km), lalu Istanbul (Turki) dengan 68.602 orang per km, New York City 53.000 orang per km, Mexico City (48.300 orang per km), dan London sekitar 17.200 orang per km. Jakarta dari hasil sensus penduduk tahun ini, kepadatannya 14.476 per km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut IPCC, 75 persen emisi GRK adalah dari perkotaan, di antaranya dari konsumsi energi yang tidak efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sepuluh kota terbesar di dunia jumlah emisinya lebih besar daripada emisi Jepang,” ujar utusan khusus perubahan iklim dari Bank Dunia, Andrew Steer (Reuters), suatu kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara banyak kota di dunia rentan terhadap kenaikan muka air laut, apalagi jika pembangunannya dilakukan dengan tidak mengindahkan kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan. Kota-kota tersebut, antara lain, Jeddah (Arab), Kolkata (India), Bangkok (Thailand), Kuala Lumpur (Malaysia), Singapura (Singapura), Taipei (Taiwan), dan Jakarta. Kasus di Jakarta sebagai contoh, pembangunan gedung-gedung pencakar langit telah menyebabkan penurunan permukaan tanah sehingga Jakarta menjadi lebih rentan pada kenaikan paras muka air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelepasan emisi GRK di kota terjadi, antara lain, karena perubahan tata guna lahan—ketika taman atau areal hijau diubah menjadi kawasan perumahan, pertokoan, dan berbagai fasilitas kota lainnya atau transportasi yang tidak efisien serta perlistrikan untuk perumahan dan perkantoran/pertokoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika kegiatan produksi di suatu kota dipindahkan ke kota lain, tidak berarti emisi GRK dikurangi. Itu menipu karena emisi yang sama jumlahnya tetap ada, tetapi lokasinya saja yang berpindah,” ujar Rode menanggapi fenomena pemindahan pabrik-pabrik dari satu negara ke negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rode, komponen-komponen kunci yang berpengaruh terhadap emisi GRK kota, di antaranya kepadatan kota, distribusi penduduk dan aktivitas, infrastruktur transportasi, serta ukuran kota. Kepadatan yang dimaksud adalah jarak antara permukiman dan perkantoran. ”Jika didekatkan, ini akan mengurangi pergerakan dan menurunkan penggunaan bahan bakar karena orang bisa berjalan kaki sehingga emisi dari kendaraan bermotor berkurang,” tutur Rode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga ketika infrastruktur transportasi dikembangkan dengan baik, orang berpikir mana lebih menguntungkan? ”Naik kendaraan umum dengan waktu tempuh lebih pasti atau naik kendaraan bermotor sendiri yang bisa terkena macet,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang di Eropa dibangun citra ”bersepeda itu sehat”. Kini kota-kota seperti Kopenhagen (Denmark) dan Amsterdam (Belanda) sudah menjadi ”kota sepeda”. Di bidang perumahan, di berbagai kota di dunia diperkenalkan penerapan insulasi yang baik sehingga penggunaan alat pengatur suhu udara dalam rumah bisa dikurangi. Demikian pula pemenuhan kebutuhan energi dengan tenaga matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin 40 kota besar pada 2006 mengikat kemitraan dengan tekad mengurangi emisi GRK (baca: emisi karbon) dan meningkatkan efisiensi energi. Mereka disebut sebagai C40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai kota yang mengikatkan diri dalam C40—diprakarsai yayasan Clinton Climate Initiative—sudah ada beberapa yang menerapkan pembangunan berkelanjutan dengan mengurangi konsumsi energinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya Kopenhagen, 97 persen energinya berasal dari pengolahan limbah sampah, sementara Den Haag (Belanda) menggunakan air laut untuk pemanas rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masalah transportasi, Tirana, ibu kota Albania, mendapatkan pujian sebagai pemilik sistem transformasi paling berkelanjutan, sementara kota Stockholm, Swedia, telah berhasil mengurangi emisinya sebanyak 200.000 ton per tahun dengan kendaraan berbahan bakar energi bersih. Di Oslo, Norwegia, dipasang 10.000 lampu jalan yang bisa mengurangi konsumsi energi hingga 70 persen dan mengurangi emisi GRK 1.440 ton CO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta dari India, Jayanta Basu, menegaskan, persoalan kota dan perubahan iklim yang tak kunjung selesai antara lain disebabkan oleh mental sulit berubah masyarakat kota, masyarakat kota disibukkan oleh aktivitas tinggi sebagai rutinitas mereka, pemerintah yang tidak meletakkan isu ini sebagai isu penting dan prioritas, serta rendahnya akses masyarakat terhadap isu tersebut yang sebenarnya mengancam masa depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa menghinggapi Jakarta. Kini kita tinggal menunggu kiprah Jakarta. Apa guna menjadi anggota C40? Sekadar sebagai atribut ataukah memang bertujuan untuk menjadi salah satu kota besar dunia yang berkelanjutan? Sebagai catatan: berbagai proyek terkait transportasi ternyata mangkrak dan yang sudah adapun tetap amburadul.…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-8221521783973850926?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/8221521783973850926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=8221521783973850926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8221521783973850926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8221521783973850926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/pemanasan-global.html' title='PEMANASAN GLOBAL'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQWvDlcQmRI/AAAAAAAAANM/cud__eeVPho/s72-c/tes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-3035780245838078062</id><published>2010-12-13T13:21:00.000+08:00</published><updated>2010-12-13T22:12:10.012+08:00</updated><title type='text'>kiriman millis teman</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQYpfWV5_TI/AAAAAAAAAN0/q0jPvaw1f_M/s1600/baitul+atiq_5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQYpfWV5_TI/AAAAAAAAAN0/q0jPvaw1f_M/s320/baitul+atiq_5.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%; font-weight: bold;"&gt;APAKAH MASIH ADA MANFAATNYA?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Oleh Ust Cahyadi Takariawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seminar ini tidak mengubah apa-apa”, kata seorang wanita peserta Seminar Nasional yang digelar Lemhannas RI tadi pagi (09/12/2010). “Ada, walaupun sedikit”, jawab Kombes Pol Suko Raharjo yang menjadi mitra bicaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering mendengar ungkapan seperti itu. Ungkapan keputusasaan, kegelisahan, kekecewaan, dan tiada harapan. John Rambo pernah mengucapkan kalimat seperti itu kepada rombongan misionaris gereja di bawah pimpinan Michael Burnet dan Sarah Miller, yang akan berangkat ke Myanmar. “Kamu tidak akan mengubah apapun”, kata Rambo. Namun para misionaris tetap berkeyakinan ada yang bisa mereka perbuat di Myanmar. Tapi ini terjadi di film Rambo IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan keseharian di tanah air kita, terlalu banyak kekecewaan dan keputusasaan masyarakat menghadapi realitas yang sulit berubah. Sikap apatis muncul dari kondisi seperti ini, sehingga banyak corak praktis dan pragmatis yang mewarnai pola hidup masyarakat. Dalam Pemilihan Umum untuk Anggota Legislatif misalnya, banyak masyarakat memilih berdasarkan transaksi praktis, karena mereka sudah tidak percaya bahwa akan ada perubahan mendasar. Siapapun yang menjadi anggota legislatif, hasilnya sama saja. Itu cara berpikir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) yang bersifat langsung, terjadi pula sifat transaksional yang pragmatis. Sebagian masyarakat percaya, siapapun yang terpilih, tidak akan membawa perubahan yang signifikan. Maka, cara memilih berdasarkan kepentingan pragmatis, siapa yang memberi kemanfaatan paling banyak dan paling dirasakan menjelang masuk bilik TPS, itulah calon yang akan dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya semua orang percaya, kalau setiap warga negara Indonesia baik tua maupun muda, besar maupun kecil, membawa satu sendok madu untuk dikumpulkan di Gedung Olah Raga Senayan, maka akan terkumpul 237.556.363 sendok madu. Semua orang percaya, kalau setiap warga negara Indonesia menyerahkan uang Rp. 100 (seratus Rupiah) kepada Panitia Pembangunan Rumah Korban Merapi dan Mentawai, maka akan terkumpul Rp. 23.755.636.300 atau duapuluh tiga milyar tujuhratus limapuluh lima juta enamratus tigapuluh enam ribu tigaratus rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak masyarakat kita tidak percaya kepada hal yang kecil dan sederhana. Mereka tidak percaya kalau uang seratus rupiah yang mereka sumbangkan bisa menghasilkan akumulasi hampir 24 milyar rupiah, yang apabila disumbangkan untuk membangun rumah layak huni bagi korban Merapi atau Mentawai, akan bisa membangun 1.000 rumah seharga Rp. 24.000.000 per rumahnya. Ini lebih layak dari rumah yang dibangun oleh Pemerintah untuk korban gempa Jogja tahun 2006 yang nilainya Rp. 15.000.000 per rumahnya. Bukankah di rumah kita uang seratus rupiah dianggap sebagai pecahan yang tak ada nilainya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah nilai bisa terdiri dari dirinya sendiri yang memang telah bernilai, atau terdiri dari kumpulan berbagai bagian yang kurang bernilai. Kalau dalam dunia hadits, kita mengenal istilah hadits sahih lidzatihi dan sahih lighairihi, atau hadits hasan lidzatihi dan hasan lighairihi. Sahih karena dirinya sendiri, atau sahih karena banyaknya hadits serupa yang nilainya hasan. Tumpukan pasir bahan bangunan yang menjulang menyerupai gunung adalah kumpulan dari butir-butir pasir yang sangat kecil. Sering kali kita baru menghargai pasir ketika sudah satu truk, atau ketika sudah tampak menggunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat teman lama, Ahmad Ghanzali, semoga Allah merahmatimu dimanapun kini kau berada. Dia seorang aktivis Jamaah Tabligh, yang semenjak masa kuliah di UGM dulu, sekitar kurun waktu tahun 1987 – 1990 dia sangat aktif menjalankan aktivitas dakwah. Ada ungkapan penuh keyakinan yang sering dia ceritakan kepada saya, “Kalau orang kita ajak ke masjid belum mau, ajak lagi lain kali. Jika belum mau juga, ajak lagi lain kali. Jika belum mau juga, ajak lagi, dan seterusnya. Nanti lama-lama ia akan mau ke masjid”. Ia yakin, perubahan adalah buah dari konsistensi, buah dari kesungguhan, buah dari ketekunan, buah dari keterusmenerusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya mengajar di Pesantren Darush Shalihat Yogyakarta pekan kemarin, ibu Nyai Pesantren bertanya kepada saya, “Bagaimana cara menumbuhkan kepekaan sosial kepada santriwati ? Berbagai usaha sudah saya lakukan tetapi belum ada hasilnya”. Saya menjawab singkat, “Tidak ada yang sia-sia dari proses pembinaan yang kita lakukan. Semua pasti memiliki pengaruh, mungkin bukan sekarang, namun suatu saat nanti baru kelihatan hasilnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin melihat uang duapuluh empat milyar rupiah itu sekarang, karena kita sudah tidak bisa menghargai proses dan waktu lagi. Kita tidak percaya bahwa uang recehan seratus rupiah itu ada manfaatnya. Kita ingin melihat pasir itu menumpuk bak gunung, baru kita percaya bahwa memang ada manfaatnya untuk membangun rumah dan bangunan tinggi. Kita tidak percaya bahwa satu butir pasir ada manfaatnya. Kita selalu ingin melihat lautan lepas yang dipenuhi air laut, karena kita tidak lagi menghargai bahwa air laut itu kumpulan dari partikel-partikel H2O.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin melihat Indonesia berubah sekarang, menjadi baik sekarang, bebas korupsi sekarang, menjadi negara kuat dan maju sekarang, mandiri sekarang. Ya, sekarang. Bukan besok, bukan lusa. Kita sulit menghargai proses, bahwa hal-hal yang besar bisa dimulai dari yang kecil. “Saya cuma menebang satu pohon”, kata seorang warga saat diingatkan banjir bandang itu datang karena gunung yang gundul lantaran penebangan liar. Dia merasa tidak bertanggung jawab atas banjir yang datang, karena “bagaimana mungkin menebang satu pohon bisa mendatangkan banjir?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya cuma membuang satu keranjang sampah setiap hari”, kata seorang ibu rumah tangga saat diingatkan agar tidak membuang sampah ke sungai, karena banjir itu muncul dari aliran sungai yang dipenuhi sampah. Ia tidak merasa bertanggung jawab atas munculnya banjir di wilayah kampungnya, karena “bagaimana mungkin satu keranjang sampah bisa menyumbat aliran sungai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kalau saya baik, Indonesia akan baik ?” Pertanyaan ini kurang lebih sama nilainya dengan, “Apakah kalau saya rusak, Indonesia akan rusak?” Kita sering lupa, penduduk Indonesia itu terdiri dari 237.556.363 “saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kalau saya tertib dan sopan di jalan, kondisi lalu lintas akan aman?” Pertanyaan ini mirip dengan, “Apakah kalau saya ugal-ugalan di jalan, lalu lintas akan kacau?” Kita sering lupa, bahwa keramaian jalan raya itu adalah kumpulan dari banyak “saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kalau saya jujur dan bersih, korupsi bisa hilang dari Indonesia?” Pertanyaan ini kurang lebih juga sama jawabannya dengan, “Apakah kalau saya korup, Indonesia akan menjadi negara terkorup?” Kita sering lupa, bahwa birokrasi dan lembaga negara itu adalah kumpulan dari para “saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kita telah digilas oleh budaya instan, semua pengin terjadi secara cepat tanpa proses. Teman ronda saya di kampung, Pak Narno, sering meledek orang yang tidak merokok. “Katanya kalau berhenti merokok, dalam waktu dua tahun akan bisa membeli sepeda motor. Buktinya, orang-orang kampung yang tidak merokok itu juga tidak punya sepeda motor”. Teman saya itu tidak percaya proses, dia hanya ingin melihat hasil tanpa proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pendidikan yang kita lakukan tidak ada manfaatnya ? Terlalu pesimistik dan vatalistik pertanyaan seperti itu. Kita ingin melihat anak didik yang baik sekarang, tanpa harus sekolah. Tanpa harus diingatkan, tanpa harus dinasehati, tanpa harus diluruskan. Atau, kita ingin setiap nasihat langsung diikuti, setiap ajakan kepada kebaikan langsung dilaksanakan, semua larangan langsung dihindari. Tanpa proses, tanpa jeda waktu, karena kita ingin melihat kebaikan itu sekarang. Sungguh, kita sudah sulit menghargai proses dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah nasihat tidak ada lagi manfaatnya ? Apakah seminar sudah tidak memberikan makna ? Apakah tulisan sudah tidak ada artinya ? Apakah penataran sudah tidak ada fungsinya ? Apakah khutbah sudah tidak ada gunanya ? Apakah kuliah sudah tidak ada pengaruhnya ? Apakah aturan dan undang-undang sudah tidak ada tempatnya ? Apakah semua usaha itu pasti sia-sia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkacalah kita kepada Nabi Mulia, Muhammad Saw. Saat beliau dimusuhi oleh masyarakat Thaif yang mengusir beliau, malaikat datang menawarkan sebuah alternatif untuk menghancurkan orang-orang Thaif yang durhaka. Namun dengan arif beliau menolak tawaran itu, “Bahkan saya berharap, dari Thaif ini kelak lahir generasi yang menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya”. Demikian yang dikutip oleh Munawar Khalil dalam Kelengkapan Tarikh Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan beliau kepada kebaikan ditolak mentah-mentah oleh penduduk Thaif. Apakah ajakan itu tidak ada gunanya ? Pasti berguna. Nyatanya telah muncul generasi yang beriman dari Thaif, buah dari usaha dan doa beliau. Kita ingat pula kisah Maryam yang lemah saat melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan” (Maryam : 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu” (Maryam : 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu” (Maryam : 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi lemah karena melahirkan, adakah gunanya menggoyang pangkal pohon korma yang sangat kokoh itu ? Sepuluh orang lelaki perkasa akan kesulitan menggoyang pangkal pohon korma agar terjatuh buahnya, bagaimana dengan seorang perempuan yang tengah dalam kondisi lemah ? Apakah ada gunanya usaha itu ? Pasti ada. Dengan usaha itu, ada “alasan” bagi Allah untuk menolong Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat banyak kegunaan dan kemanfaatan dari setiap bentuk usaha kita menuju kebaikan. Batu yang keras bisa terkikis oleh tetes air yang konsisten. Hati yang keras bisa dilembutkan oleh nasihat yang kontinyu. Pikiran yang kotor bisa bersih oleh penyadaran yang berkelanjutan. Jiwa yang lusuh kusut bisa bangkit oleh sentuhan yang mengena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu memiliki keyakinan, tidak ada usaha kebaikan kita yang sia-sia. Bahkan seandainya kita tidak melihat hasil usaha itu di dunia, Allah akan menghargai dengan sangat pantas semua usaha kita di hadapan-Nya. Teringat nasihat Tutor Pembimbing kepada rekan pendidikan di Lemhannas, mas Andi Zaenal Dulung, “Kalau nilai Taskap-mu ini jelek saat ujian, saya yakin nilai kamu di hadapan Allah sangat baik”. Taskap adalah Kertas Karya Perorangan, sebagai tugas akhir pendidikan sembilan setengah bulan di Lemhannas. Sang Tutor yakin, isi Taskap mas Andi mengajak kepada kebaikan, maka pasti Allah akan memberikan nilai yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keyakinan saya. Tak ada yang sia-sia, tak akan merugi, semua usaha kita melakukan perbaikan dan kebaikan, selalu ada manfaatnya. Selalu ada hasilnya, di masa sekarang, atau di masa yang akan datang. Di dunia, atau nanti di surga. Fahal jaza-ul ihsan illal ihsan…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, teruslah bekerja, teruslah berkarya, hingga akhir usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancoran Barat, 9 Desember 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-3035780245838078062?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/3035780245838078062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=3035780245838078062' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/3035780245838078062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/3035780245838078062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/kiriman-millis-teman.html' title='kiriman millis teman'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TQYpfWV5_TI/AAAAAAAAAN0/q0jPvaw1f_M/s72-c/baitul+atiq_5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-2458653206511339344</id><published>2010-12-13T13:15:00.000+08:00</published><updated>2010-12-13T13:21:21.650+08:00</updated><title type='text'>KOMPAS, 13 DES 2010 - kolom opini</title><content type='html'>Lingkungan atau Kemiskinan?&lt;br /&gt;oleh: Arianto A Patunru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being green is costly. Itu adalah ungkapan dalam diskusi tentang pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Artinya kira-kira adalah membangun ekonomi sekaligus menjaga lingkungan itu susah. Apalagi bagi negara miskin: boro-boro melindungi lingkungan, menjamin orang agar tidak kelaparan saja susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan itu yang ingin ikut diluruskan oleh konferensi ”The Environment of the Poor: Making Sustainable Development Inclusive” di New Delhi, India, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Populasi orang miskin cenderung terkonsentrasi di daerah terpinggirkan: wilayah kumuh, lahan gersang, lokasi rentan banjir, dan sebagainya. Saat ini upaya pemberantasan kemiskinan di Asia dan Pasifik menunjukkan cukup banyak kemajuan. Namun, pada saat kemiskinan dalam dimensi sosial dan pendapatan menurun, kemiskinan lain cenderung meningkat: kemiskinan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman dampak negatif dari perubahan iklim juga ikut mempersulit upaya pengentasan orang miskin. Kebanyakan negara miskin berorientasi rural dan pertanian tradisional, maka sangat rentan dengan perubahan iklim. Tanpa antisipasi dan mitigasi yang tepat, kemiskinan bisa malah bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan di Indonesia memiliki beberapa karakteristik penting. Saat ini ia masih diasosiasikan dengan pedesaan (rural), pertanian dan informal. Di samping itu, kemiskinan nonmoneter (akses pada sanitasi, air bersih, dan lain lain) lebih parah ketimbang kemiskinan moneter. Isu ini sudah banyak dibahas dan kebijakan penanganannya juga memperlihatkan kemajuan. Namun, hubungan kemiskinan dengan lingkungan masih belum banyak dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah salah satu negara dengan emisi karbondioksida terbesar. Sebagian besar emisi datang dari sektor kehutanan. Laju deforestasi di Indonesia masih sangat tinggi, sementara negara-negara seperti China, India, dan Vietnam menunjukkan reforestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi 26-41 persen emisinya sebelum 2020. Penurunan emisi bukan hanya untuk kepentingan dunia, tetapi lebih untuk kepentingan Indonesia sendiri. Pertanian (termasuk kehutanan) adalah sektor yang mengeluarkan emisi besar. Namun, ia juga tempat bergantung banyak orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi ketergantungan ekonomi kepada sektor pertanian tanpa mekanisme realokasi bisa menimbulkan beban tambahan. Deforestasi adalah pengurangan jumlah sumber daya alam neto. Artinya, ia tidak berkelanjutan: akses generasi mendatang atas kesempatan ekonomi yang sama dengan generasi sekarang akan terancam. Hal sama terjadi di sektor pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya kemudian adalah apa yang harus (dan bisa) dilakukan. Kita bisa muncul dengan daftar jawaban yang sangat panjang. Namun secara realistis dan dalam jangka pendek kita hanya bisa melakukan beberapa hal. Maka prioritisasi menjadi penting sekali. Isu pembangunan yang mengemuka saat ini adalah kemiskinan. Beberapa studi (misalnya McCulloch et al, 2007) menunjukkan bahwa salah satu jalan keluar dari kemiskinan di Indonesia adalah dengan membantu migrasi pekerja dari sektor pertanian dan informal ke sektor non-pertanian dan formal. Di sini faktor yang penting adalah fleksibilitas pasar kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat kemiskinan juga menunjukkan disparitas regional dan dikotomi desa-kota (rural-urban). Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan mempunyai tingkat kemiskinan di bawah rata-rata nasional. Namun, tempat lain, terutama di bagian timur, memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi. Tingkat kemiskinan rural mencapai 17,4 persen dan urban 10,7 persen. Kesenjangan ini bahkan lebih parah pada dimensi kemiskinan nonmoneter. Di sini faktor yang penting berhubungan dengan konektivitas regional serta desa-kota: infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudahan bermigrasi—baik pekerja maupun transportasi barang—antar sektor akan membantu pengurangan jumlah kemiskinan, karena akses bagi mereka yang miskin pada kesempatan ekonomi makin terbuka. Maka, beban pada sumber daya alam tak terbarukan seperti hutan dan tambang juga berkurang sehingga emisi karbondioksida bisa lebih dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sektor manufaktur menunjukkan pertumbuhan yang masih rendah. Padahal, sektor ini menyerap tenaga kerja relatif banyak. Ekspor Indonesia masih bergantung pada komoditas primer. Di sini ada peran penting dari sistem logistik terutama infrastruktur. Dibanding komoditas primer, komoditas manufaktur harus berhadapan dengan biaya logistik dengan frekuensi lebih tinggi. Infrastruktur yang buruk menimbulkan disinsentif yang secara tak langsung mengalihkan kegiatan produksi dari sektor penyerap tenaga kerja ke sektor yang lebih bertopang modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun infrastruktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu pembangunan infrastruktur adalah hal yang kompleks, termasuk pendanaannya. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah perbaikan pada struktur APBN. Saat ini alokasi untuk subsidi mencapai hampir Rp 200 triliun, atau 2,5 persen dari PDB—lebih besar daripada defisit APBN. Sebagian besar subsidi diarahkan untuk konsumsi energi (BBM dan listrik); jumlahnya melebihi pengeluaran untuk infrastruktur. Selain praktik anggaran seperti ini tidak produktif, ia juga membawa dampak buruk terhadap lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murahnya konsumsi energi berbasis fosil (berkat subsidi) menyebabkan insentif untuk investasi pada energi terbarukan menjadi sangat kecil. Produknya tak akan mampu bersaing dengan produk energi yang disubsidi. Selain itu, dengan alokasi begitu besar untuk subsidi, kesempatan membangun infrastruktur dengan lebih baik juga tak dapat dimanfaatkan dengan optimal, sehingga migrasi antarsektor dan antarwilayah menjadi terhambat. Maka, masalah kemiskinan dan lingkungan tak dapat ditangani dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jangka pendek mungkin ada hubungan substitusi (saling meniadakan) antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Namun, ia akan berubah menjadi komplementer dalam jangka lebih panjang jika ada upaya berkelanjutan—gradual sekalipun—untuk menginternalkan eksternalitas lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu upaya itu adalah dengan mulai menyadari bahwa praktik subsidi pada konsumsi energi berbasis fosil justru mendistorsi insentif menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan; pembangunan inklusif yang mampu memberi akses lebih besar bagi orang miskin untuk keluar dari kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arianto A Patunru  Direktur LPEM FE UI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-2458653206511339344?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/2458653206511339344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=2458653206511339344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2458653206511339344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2458653206511339344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/12/kompas-13-des-2010-kolom-opini.html' title='KOMPAS, 13 DES 2010 - kolom opini'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-147020598201796899</id><published>2010-11-07T14:56:00.000+08:00</published><updated>2010-11-07T15:00:42.378+08:00</updated><title type='text'>Menelusuri Kebenaran Letusan Gunung Merapi 1006</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TNZOgnbCa4I/AAAAAAAAAM8/8gTSe_zmw-0/s1600/jeblug.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TNZOgnbCa4I/AAAAAAAAAM8/8gTSe_zmw-0/s320/jeblug.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536699114143771522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menelusuri Kebenaran Letusan Gunung Merapi 1006&lt;br /&gt;oleh: Supriati Dwi Andreastuti dkk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;   Gunung Merapi (2.968 m dpl.) sebagai salah satu gunung api aktif Indonesia telah banyak menarik perhatian masyarakat, baik karena aktivitasnya maupun keunikannya bila ditinjau dari sisi ilmiah maupun budaya. Banyak penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan pemantauan untuk keperluan mitigasi maupun untuk peningkatan pemahaman terhadap karakteristik Gunung Merapi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Seperti diketahui, selama ini letusan Merapi dikenal selalu mengarah ke barat atau baratdaya. Hal ini dapat dipahami karena kawah aktif Gunung Merapi saat ini terbuka ke arah barat-baratdaya. Sehingga selama pertumbuhan kubah lava masih di dalam dan belum melampaui dinding kawah, maka letusan akan mengarah ke barat - baratdaya. Namun bila dinding kawah telah terlampaui dan pertumbuhan kubah melimpah keluar kawah, maka kondisi ini dapat mengganggu kestabilan kubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Hal tersebut akan mendorong longsornya kubah dan menyebabkan letusan yang terjadi mengarah ke sektor tersebut. Letusan tahun 1954-1956 yang mengarah ke utara merupakan contoh kasus tersebut. Dalam sejarah letusannya, Gunung Merapi dicirikan dengan perubahan yang sangat berarti pada tipe letusannya. Pada masa sekarang, letusan Gunung Merapi berkaitan dengan pertumbuhan dan gugurnya kubah lava, dan menghasilkan awan panas yang oleh kalangan ahli gunung api disebut sebagai Tipe Merapi karena sifatnya yang khas. Tipe letusan ini juga disebut “Wedhus Gembel” oleh masyarakat di sekitar Merapi. Dalam sejarah letusannya tercatat letusan yang paling tua diketahui adalah tahun 1006 (Data Dasar Gunung Api, 1979). Namun catatan terperinci mengenai letusan ini tidak diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Selama ini telah banyak perdebatan yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan kebenaran letusan besar 1006. Ketika tahun tersebut diperdebatkan sebagai tahun terjadinya letusan besar, banyak asumsi diajukan untuk mendukung atau menolak teori tersebut. Angka tahun letusan sesungguhnya masih dipertanyakan dan perlu penelitian tentang kebenarannya. Demikian juga peristiwa kejadian dan tingkat letusannya masih merupakan pertanyaan para penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Asumsi terdahulu menyebutkan bahwa longsornya Merapi dan letusannya yang besar pada tahun 1006 telah menyebabkan perpindahan Kerajaan Hindu Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur (Ijzerman, 1891; Scheltema, 1912; Labberton, 1922; van Bemmelen, 1949, 1956, 1971). Tetapi pernyataan ini disanggah oleh Boechari (1976), karena Mpu Sindok telah memerintah di Delta Brantas pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal Mula Angka Letusan Tahun 1006&lt;br /&gt;   Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya angka letusan tahun 1006, dan yang menjadikan asumsi Bemmelen dianggap sebagai suatu kebenaran. Asal mulanya adalah dari ditemukannya Prasasti Kalkuta di India yang berangka tahun 963 Saka (1041) yang disebut juga sebagai Prasasti Pucangan. Di dalam prasasti tersebut dinyatakan bahwa telah terjadi bencana besar (pralaya) pada tahun 928 Saka (1006) akibat serangan Raja Wurawari dari Lwaram terhadap Kerajaan Mataram Hindu. Hal ini juga dikuatkan oleh Kern (1913) yang mengemukakan bahwa runtuhnya Kerajaan Mataram Hindu disebabkan oleh perang. Sementara itu, Labberton (1922) mengaitkan kemungkinan penyebab runtuhnya kerajaan tersebut dengan kejadian vulkanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Labberton (1922) dan Bemmelen (1949) juga berasumsi bahwa letusan pada tahun 1006 telah mengakibatkan perpindahan Kerajaan Mataram Hindu ke Jawa Timur. Lebih lanjut Bemmelen (1949) menghubungkan letusan tersebut dengan runtuhnya bagian puncak Merapi ke arah barat. Dijelaskan bahwa letusan besar tahun 1006 terjadi akibat pergerakan tektonik sepanjang sesar transversal yang menjadi dasar deretan Gunung Api Ungaran – Merapi. Diperkirakan gempa menyertai pergerakan tersebut dan merusak sebagian Candi Borobudur dan Mendut yang dibangun pada abad ke-9. Aktivitas tektonik ini diikuti dengan terjadinya longsoran Merapi dan letusan besar yang produk letusannya diperkirakan menutup candi-candi tersebut, merusak Kerajaan Mataram Hindu Kuno di Jawa Tengah, dan membendung aliran Kali Progo. Longsoran tersebut membentuk Perbukitan Gendol yang terletak di bagian barat Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan&lt;br /&gt;   Beberapa masalah atau pertanyaan yang timbul dari teori letusan besar Gunung Merapi adalah:&lt;br /&gt;1. Bukti adanya produk letusan yang diendapkan waktu itu. Jika memang ditemukan, kebenaran letusan Gunung Merapi 1006 (Andreastuti dkk.) endapan yang dimaksud, seberapa jauh dan seberapa luas sebaran endapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bila terjadi longsor pada bagian puncak Merapi, adakah ditemukan endapan debris avalanche yang merupakan produk longsoran pada waktu itu ke arah barat. Dan bila perbukitan Gendol merupakan hasil longsoran dari Merapi, kemiripan karakteristik dengan endapan produk Merapi perlu dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bukti bahwa perpindahan Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur diakibatkan karena letusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi&lt;br /&gt;   Dalam menelusuri kebenaran tentang terjadinya letusan tahun 1006, ada beberapa metode yang digunakan,&lt;br /&gt;antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Identifikasi dan korelasi stratigrafi. Dengan melakukan identifikasi endapan di sekitar Gunung Merapi serta melakukan korelasi stratigrafi dengan stratigrafi Gunung Merapi yang ada, maka diperoleh kerangka sejarah pengendapan/letusan yang terjadi waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menelusuri acuan riset yang telah dilakukan dan memahami kondisi sosial yang berkaitan dengan waktu tersebut baik dari aspek sejarah, arkeologi, maupun budaya. Dalam penyelidikan ini materi yang diteliti adalah endapan hasil letusan besar yang ada di sekitar Merapi yang berdekatan dengan tahun 1006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Selain itu dilakukan pula penelusuran terhadap bukti-bukti sejarah/arkeologi berupa prasasti yang berkaitan dengan perkembangan budaya masyarakat pada waktu terkait. Makalah ini dimaksudkan untuk mengetahui kebenaran terjadinya letusan tersebut, dan mencari bukti-bukti baik dari aspek geologi maupun sosial budaya yang dapat mendukung atau menyanggah kebenaran letusan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas Gunung Merapi dan Sejarah Letusannya&lt;br /&gt;   Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia seperti ditunjukkan oleh intensitas letusannya yang tinggi. Letusan Gunung Merapi terjadi sekali dalam kurun waktu 1-7 tahun. Dengan masa tidak aktif paling lama 12 tahun (Bemmelen, 1949) terjadi pada tahun 1849-1861.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dalam aktivitasnya, letusan Gunung Merapi menghasilkan awan panas rata-rata mencapai jarak 4-5 km. Sejak tahun 1900, indeks letusan berkisar antara 1-3, dengan indeks maksimum 3 terjadi pada tahun 1930 dan 1961. Dua letusan ini menghasilkan awan panas dengan jarak hingga 12 km ke arah baratdaya, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 14 Juni 2006 dengan indeks letusan 2 dan menghasilkan awan panas dengan jarak maksimum 7 km ke arah selatan/tenggara (Kali Gendol).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Menurut Andreastuti (1999, 2000), tipe letusan Gunung Merapi sekarang yang berkaitan dengan pertumbuhan dan runtuhnya kubah diperkirakan mulai intensif terjadi sejak tahun 1800-an. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa letusan yang berkaitan dengan pertumbuhan kubah juga terjadi pada periode sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dengan banyaknya argumentasi tentang letusan 1006, maka ketika ditelusuri kembali, bagaimana letusan tahun 1006 diasumsikan sebagai letusan besar, diperlukan bukti ilmiah untuk mendukung pernyataan tersebut. Andreastuti (1999), telah melakukan studi tentang Gunung Merapi dan mempelajari sejarah letusannya yang terjadi sejak sekitar 3.000 tahun yang lalu, dan menemukan setidaknya 11 letusan besar yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sejarah letusan Gunung Merapi ditentukan berdasarkan pemetaan distribusi endapan hasil letusan, sehingga dapat disusun teprostratigrafi atau urutan perlapisan produk letusan gunung tersebut. Letusan besar biasanya dicirikan oleh material hasil pengeringan magma yang dilontarkan secara vertikal dan menghasilkan material yang didominasi oleh batuapung. Semakin tinggi dan banyak material yang terlontar, maka semakin besar tingkat letusannya, dan semakin luas distribusinya. Letusan ini biasanya disertai dengan penyebaran abu yang mencakup daerah yang luas, hingga tidak hanya mengancam makhluk hidup, namun juga sarana transportasi darat, bahkan penerbangan. Lebih jauh, sebaran abu ini juga berpengaruh pada iklim global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa beberapa letusan besar telah terjadi di masa lalu 1006. Kejadian letusan paling dekat dengan waktu tersebut adalah letusan yang terjadi sekitar 1112 ± 73 tahun yang lalu berdasarkan penentuan umur menggunakan Karbon. Letusan ini bertipe plinian dan menghasilkan Selo tefra dalam indeks letusan 3-4, dengan kolom letusan setinggi 10 km vertikal (Andreastuti, 1999, p 32). Pada tipe lokasinya di daerah Plalangan, lereng utara Gunung Merapi, endapan ini menunjukkan perulangan lapisan jatuhan piroklastika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan&lt;br /&gt;   Pernyataan Bemmelen (1949) yang menyebutkan bahwa pralaya terjadi pada tahun 928 Saka dan berkaitan dengan longsoran dan letusan Merapi perlu ditinjau kembali mengingat bukti-bukti dan sejarah, peninggalan budaya, dan bukti geologi menunjukkan fakta yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti Sejarah&lt;br /&gt;   Fakta sejarah menunjukkan bahwa terdapat kesalahan interpretasi pada Prasasti Pucangan yang dibuat oleh Raja Airlangga (1019-1042) pada tahun 1041. Semula Kern (1913) menyebutkan bahwa pralaya terjadi pada tahun 928 Saka (1006). Namun hal ini dibantah oleh Boechari (1976) yang mengemukakan bahwa pralaya terjadi pada tahun 1016. Sementara itu Sedyawati (2006) menyebutkan bahwa pralaya terjadi pada tahun 939 Saka (tahun 1017). Dalam prasasti di atas juga dinyatakan bahwa pralaya yang terjadi disebabkan oleh serangan Raja Wurawari dari Lwaram. Pralaya itu sendiri terjadi pada jaman pemerintahan Raja Darmawangsa Tguh (991-1016).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Catatan sejarah menunjukkan bahwa prasasti terakhir di Jawa Tengah yang ditemukan adalah Wulakan yang berangka 925 Masehi, sedangkan prasasti pertama yang ditemukan di Jawa Timur adalah Anjukladang (Prasasti Candi Lor) yang ditemukan pada situs Candi Lor, di Desa Candirejo, empat kilometer di sebelah selatan Kota Nganjuk. Prasasti Anjukladang berangka tahun 859 Saka (937), dan dibuat oleh Mpu Sindok yang memerintah dari tahun 928 atau 929 sampai 948.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Prasasti ini merupakan prasasti kemenangan perang Kerajaan Mataram dari serangan tentara Sriwijaya. Mpu Sindok adalah raja terakhir Dinasti Sanjaya yang memerintah Kerajaan Mataram dan mendirikan kerajaan di Jawa Timur bernama Medang dengan ibukota kerajaannya adalah Watugaluh, di tepi Sungai Brantas (dekat Kabupaten Jombang sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Prasasti Canggal lain yang ditemukan berkaitan dengan teori Bemmelen (1949) bahwa Perbukitan Gendol diasumsikan sebagai longsoran dari Gunung Merapi. Prasasti ini terdapat di Candi Wukir, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Prasasti Canggal berangka tahun 732 Masehi, yang berarti Perbukitan Gendol telah ada lebih dari dua setengah abad sebelum tahun 1006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Berkaitan dengan pernyataan Labberton (1922) tentang pralaya yang berhubungan dengan kejadian vulkanik, terdapat prasasti yang menyebutkan tentang letusan gunung api, yaitu Prasasti Rukam. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka (907 M) dan ditemukan di Desa Gondosuli, Kecamatan Bulu, Temanggung. Dalam prasasti tersebut dikatakan bahwa Desa Rukam telah rusak akibat letusan gunung api. Namun tidak disebutkan asal letusan gunung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Bukti lain yang mendukung adalah ditemukannya keramik dalam endapan vulkanik di sisi baratdaya Borobudur. Keramik ini berasal dari Dinasti Tang (618-906 M) dan temuan koin serta pecahan keramik dari Dinasti Song abad ke-10-13 (Miksic,1991).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti Geologi&lt;br /&gt;   Berdasarkan data geologi yang ada, baik dari penelitian sebelumnya atau penelitian yang dilakukan di sini, maka hasil penelitian dapat disarikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;   Perbukitan Gendol, yang terletak sekitar 20 km sebelah barat Merapi dan diperkirakan oleh Bemmelen (1949) sebagai hasil longsoran Gunung Merapi, memunyai umur jauh lebih tua dari Merapi (sekitar 3,5 juta tahun; Newhall dkk., 2000), sedangkan batuan tertua dari Merapi berumur 400.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Bemmelen (1949) juga menyebutkan bahwa Bukit Gendol terdiri atas perselingan breksi lahar dan endapan fluviatil tufan. Fragmen vulkaniknya terdiri atas vitrofi rik augit-hipersten-horenblenda yang serupa dengan Merapi tua, tetapi berbeda dengan Menoreh karena tidak ada hipersten. Sebaliknya Newhall (2000) menyanggah bahwa terdapat kesamaan antara batuan dari Gendol dan Menoreh yang terletak 7 km di sebelah baratnya dengan mineral asosiasi horenblenda-piroksen andesit. Selain itu batuan dari perbukitan Gendol memunyai tingkat pelapukan yang sangat tinggi dibanding dengan Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sementara itu, Andreastuti (1999) dalam studinya mengemukakan bahwa asosiasi mineral batuan Merapi tua tersusun atas horenblenda-piroksen andesit dengan atau tanpa ortopiroksen. Ditinjau dari karakteristik endapannya, perbukitan Gendol tidak menunjukkan ciri endapan debris avalanche, yaitu hasil longsoran sektoral gunung api dalam skala besar, akibat ketidakstabilan gravitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Endapan ini berbentuk sebaran seperti kipas dan endapan dicirikan oleh morfologi perbukitan di sepanjang jalur longsoran dengan ketinggian yang semakin berkurang menjauhi sumbernya. Di daerah sekitar Gunung Merapi endapan debris avalance ditemukan di lereng bagian selatan, yaitu di Kali Boyong. Namun belum ditemukan di tempat lain. Hasil analisis Karbon menunjukkan bahwa endapan ini berumur 1130 ± 50 tahun (akhir abad ke-9 atau awal abad ke-10) (Newhall, 2000). Salah satu ciri endapan debris avalanche adalah masih ditemukannya struktur asli batuan sebelum longsor (contoh perlapisan), juga ditemukan struktur jigsaw crack yang merupakan karakteristik khas endapan tersebut. Namun, dari aspek endapan, rekaman sejarah letusan Merapi menunjukkan bahwa endapan yang dihasilkan oleh letusan yang cukup besar dan yang mendekati tahun 1006 adalah letusan plinian yang Struktur perlapisan dalam blok batuan menghasilkan Selo tefra). Berdasarkan penanggalan karbon (14C), endapan tersebut berumur 1112 ± 73 tahun atau tahun 765 - 911. Jadi produk letusan ini berumur lebih tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpulan&lt;br /&gt;   Dugaan Labberton (1922) dan Bemmelen (1949) bahwa suatu letusan pada tahun 1006 telah mengakibatkan perpindahan Kerajaan Mataram Hindu ke Jawa Timur telah dibantah oleh Boechari (1976) karena Kerajaan Mataram telah pindah ke Jawa Timur sejak tahun 928. Hal ini juga ditunjukkan dengan ditemukannya Prasasti Anjukladang yang dibuat oleh Mpu Sindok pada tahun 937, dan merupakan prasasti Kerajaan Mataram pertama di Jawa Timur. Pada Prasasti Pucangan secara jelas disebutkan bahwa pralaya di Kerajaan Mataram terjadi tahun 1016 disebabkan oleh serangan Raja Wurawari dari Lwaram pada zaman pemerintahan Raja Darmawangsa yang memerintah dari tahun 991-1016 M. Penggantinya adalah Airlangga yang membuat Prasasti Pucangan pada tahun 1041 dan memerintah dari tahun 1019-1042.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dari penemuan endapan Selo tefra dan berdasarkan fakta sejarah bahwa Mpu Sindok telah memerintah pada 928 atau 929 sampai 948, maka kemungkinan letusan Merapi cukup besar waktu itu (VEI 3-4) yang terjadi antara tahun 765-911 telah mendorong penduduk Kerajaan Mataram untuk mulai pindah ke Jawa Timur. Endapan debris avalanche yang terjadi di Merapi mungkin dalam skala kecil antara tahun 870-970. Bukti-bukti ini menyimpulkan bahwa letusan besar Gunung Merapi pada tahun 1006 tidak pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dari fakta-fakta yang telah dibahas di atas, ada tiga kemungkinan penyebab pindahnya penduduk Kerajaan Mataran ke Jawa Timur pada waktu itu, yaitu akibat intensitas Merapi yang tinggi, atau untuk menghindari serangan dari kerajaan Sriwijaya, dan yang terakhir karena letak lokasi perdagangan yang strategis di daerah Delta Brantas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-147020598201796899?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/147020598201796899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=147020598201796899' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/147020598201796899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/147020598201796899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/11/menelusuri-kebenaran-letusan-gunung.html' title='Menelusuri Kebenaran Letusan Gunung Merapi 1006'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TNZOgnbCa4I/AAAAAAAAAM8/8gTSe_zmw-0/s72-c/jeblug.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-147608484114410848</id><published>2010-06-06T10:05:00.000+08:00</published><updated>2010-06-06T10:06:51.035+08:00</updated><title type='text'>Sejarah Bangsa Israel dari Presfektif Sejarah Islam</title><content type='html'>ditulis oleh: wawan.darmansyah@yahoo.co.id,http://wawand.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah bangsa Yahudi ini ?” Menurut kajian sejarah yang&lt;br /&gt;berdasarkan penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, awal&lt;br /&gt;bangsa Yahudi mempunyai hubungan rapat dengan kisah nabi Ibrahim AS yang&lt;br /&gt;berlaku sekitar 3800 tahun yang lalu atau 1800 tahun SM. &lt;br /&gt;Tafsir Al-Qur’an menunjukkan bahawa Ibrahim AS tinggal di daerah&lt;br /&gt;Palestine yang dikenali sekarang sebagai Al-Khalil (Hebron) dan beliau&lt;br /&gt;tinggal di sana bersama Nabi Luth (QS, 21:69-71). &lt;br /&gt;Anak nabi Ibrahim adalah nabi Ismail dan nabi Ishak kemudian anak nabi&lt;br /&gt;Ishak adalah nabi Yaakub, kemudian dari keturunan 12 anak nabi Yaakub inilah&lt;br /&gt;yang dikenali sebagai 12 suku Israel. &lt;br /&gt;Anak bangsu nabi Yaakub AS adalah nabi Yusuf AS, yang terkenal dalam&lt;br /&gt;sejarah, setelah ditinggalkan di dalam telaga di padang pasir oleh&lt;br /&gt;abang-abangnya, akhirnya menjadi kepala bendahara negeri Mesir. &lt;br /&gt;Kemudian ayahnya, nabi Yaakub, serta abang-abangnya mengikut nabi&lt;br /&gt;Yusuf AS ke Mesir dan hidup damai di sana sampai suatu hari Firaun yang&lt;br /&gt;berkuasa memperbudakkan (menjadikan hamba) keturunan mereka yang dikenal&lt;br /&gt;dengan bani Israel. &lt;br /&gt;Kerana kekejaman Firaun yang tak terkira terhadap bani Israel, Allah&lt;br /&gt;SWT telah mengirim nabi Musa AS masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa&lt;br /&gt;bani Israel keluar dari Mesir. &lt;br /&gt;Musa AS dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat&lt;br /&gt;Allah, sekitar tahun 1250 SM. &lt;br /&gt;Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan (Palestine),&lt;br /&gt;dalam Al-Qur’an, nabi Musa memerintahkan Bani Israel untuk memasuki Kanaan,&lt;br /&gt;(Qur’an, 5:21). &lt;br /&gt;Setelah nabi Musa AS wafat, bangsa Israel tetap tinggal di Kanaan.&lt;br /&gt;Menurut ahli sejarah, nabi Daud AS menjadi raja Israel dan membangun sebuah&lt;br /&gt;kerajaan berpengaruh. &lt;br /&gt;Selama pemerintahan anaknya nabi Sulaiman, batas-batas Israel&lt;br /&gt;diperluas dari Sungai Nil di Selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria&lt;br /&gt;sekarang di utara.&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak&lt;br /&gt;bidang, terutama senibina. Di Baitul Maqdis (Jerusalem), nabi Sulaiman&lt;br /&gt;membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa.&lt;br /&gt;Setelah wafatnya nabi Sulaiman, Allah SWT mengutus ramai lagi nabi&lt;br /&gt;kepada Bani Israel meskipun dalam banyak hal bani israel tidak mendengar&lt;br /&gt;perintah para nabi, membunuh mereka dan mengkhianati Allah.&lt;br /&gt;Setelah kematian nabi Sulaiman, kerajaan bani Israel (yahudi)&lt;br /&gt;berpecah, di utara Israel dengan ibukota Samarria dan Di Selatan Juda dengan&lt;br /&gt;ibukota Baitul Maqdis (Yerrusalem).&lt;br /&gt;Dengan berlalunya waktu, suku yahudi jatuh di bawah Assyurria dan&lt;br /&gt;Babylon atau pergi ke Mesir sebagai pelarian.&lt;br /&gt;Ketika raja Persia Kyros tahun 539 SM mengizinkan orang Yahudi&lt;br /&gt;kembali dari pelarian mereka, banyak orang Yahudi yang tidak kembali, di&lt;br /&gt;sinilah mulainya Diaspora, penyebaran bangsa Yahudi ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;Pada tahun 63 SM Juda dan Israel jatuh ke tangan orang Romawi dan&lt;br /&gt;tahun 70 SM berjaya menghancurkan pemberontakan Yerusalem dan menghancurkan&lt;br /&gt;biara dan Juda.&lt;br /&gt;Awal terbentuknya Israel&lt;br /&gt;Setelah itu orang Yahudi hidup dalam pelarian, sehingga zaman khilafah&lt;br /&gt;Othmaniyah barulah orang Yahudi dapat merasakan kehidupan yang damai dengan&lt;br /&gt;membayar pajak perlindungan kepada kerajaan Othmaniyah.&lt;br /&gt;Akhir abad ke 19, ditunjangi oleh Jewish Colonization Assocation Baron&lt;br /&gt;Hirsch, Yahudi dari Eropah Timur berpindah ke Argentina dan membentuk&lt;br /&gt;Kolonialisme pertanian, untuk kembali ke Palestine bermula tahun 1881.&lt;br /&gt;Kronologi penubuhan Israel adalah seperti berikut; &lt;br /&gt;1896 Theodor Herzl Yahudi kelahiran Budapest meengasaskan pembentukan&lt;br /&gt;Negara Yahudi modern. Tujuannya untuk menuntut dan membuat negara untuk orang&lt;br /&gt;Yahudi di Palestine, disokong oleh wang hasil sumbangan dari seluruh orang&lt;br /&gt;Yahudi di dunia. Herzl ini juga dikenal pendiri zionisme, yang juga tidak&lt;br /&gt;disetujui oleh orang Yahudinya sendiri. &lt;br /&gt;1914 Di Palestine tinggal 1200 orang Yahudi. Setelah kekalahan&lt;br /&gt;khilafah Othmaniyah dalam perang dunia pertama, Palestine menjadi bola&lt;br /&gt;permainan para penjajah dan para Zionis ada di sisi British dan Amerika. &lt;br /&gt;1917 Tanggal 2 November menteri luar British Lord Balfour&lt;br /&gt;menandatangani Deklarasi Balfour untuk membangun negara yahudi. Sebulan&lt;br /&gt;kemudian masuklah tentera British ke Baitul Maqdis (Jerusalem). &lt;br /&gt;1920 Gabungan Negara-negara menyerahkan mandat Palestine kepada&lt;br /&gt;British. Akibatnya datanglah 75.000 lagi orang Yahudi ke Palestine.&lt;br /&gt;Negara-negara Arab tidak menyetujui didirikannya negara Yahudi di Palestine. &lt;br /&gt;1922 Transjordania dipisahkan dari daerah mandat. Sebagai perwakilan&lt;br /&gt;orang Yahudi dibuatlah Jewish Agency. Di tahun itu lebih kurang 80.000 orang&lt;br /&gt;Yahudi tinggal di Palestine&lt;br /&gt;1933 Di Jerman berlaku penghapusan etnik Yahudi secara sistematik oleh&lt;br /&gt;Rejim Hitler.&lt;br /&gt;1936 Masyarakat Arab menentang politik masuknya orang Yahudi ke&lt;br /&gt;Palestine tapi orang Yahudi dibantu oleh tentera Inggeris.&lt;br /&gt;(Gambar Atas kanan – Peta Palestine tahun 1946 sebelum peristiwa&lt;br /&gt;Nakba )&lt;br /&gt;1937 Sesudah pemerintah Mandat membatasi imigrasi dan pembelian tanah&lt;br /&gt;oleh orang Yahudi, timbullah ketegangan yang dilakukan oleh organisasi bawah&lt;br /&gt;tanah Yahudi terhadap orang Inggeris.&lt;br /&gt;1939 Pendidikan sebuah brigade Yahudi untuk memasukkan orang Yahudi ke&lt;br /&gt;Palestine&lt;br /&gt;1945 Suruhanjaya Inggeris Amerika menganjurkan penerimaan 100,000&lt;br /&gt;orang Yahudi di Palestine, tapi kemudian ditolak oleh Inggeris sehingga&lt;br /&gt;menyebabkan rusuhan di antara Yahudi – Palestine.&lt;br /&gt;1947 UNO menganjurkan pemisahan Palestina dan pembentukan negara&lt;br /&gt;Yahudi dan Arab. Perang antara Yahudi dan Arab menghindarkan dilanjutkannya&lt;br /&gt;rencana itu.&lt;br /&gt;1948 Inggris mengakhiri Mandatnya atas Palestine dan pada 14 Mei&lt;br /&gt;meninggalkan Palestine. Tentera Yahudi memasuki Palestine dan mengusir orang&lt;br /&gt;Palestine yang didukung oleh negara-negara Arab. Di hari yang sama Ben&lt;br /&gt;Gurion mengisytiharkan kemerdekaan Israel di kota yang dibentuk mereka, Tel&lt;br /&gt;Aviv, sehingga kemudian menyebabkan perang hari pertama Timur Tengah.&lt;br /&gt;1949 Setelah perang, Israel memenangi peperangan dan bangsa-bangsa&lt;br /&gt;bersatu mengakui Israel sebagai sebuah negara.&lt;br /&gt;Masjid Al-Aqsha (Arab: المسجد الاقصى , Al-Masjid Al-Aqsa, arti harfiah: “masjid terjauh”) adalah bagian dari kompleks bangunan suci di Palestina yang dikenal dengan nama Al-Haram asy-Syarif bagi umat Islam dan dengan nama Har Ha-Bayit (Bukit Baitallah (?) Temple Mount) bagi umat Yahudi dan Nasrani.&lt;br /&gt;Literatur Muslim(Al Quran nul karim ) menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW diangkat ke Sidratul Muntaha dari lokasi ini pada tahun 621n Hijriyah, menjadikan Masjid ini sebagai tempat suci di Islam (lihat Isra’ Mi’raj.)&lt;br /&gt;Masjid Al-Aqsa yang dulunya dikenal sebagai Baitul Maqdis, merupakan Kiblat shalat umat Islam yang pertam a sebelum dipindahkan ke Ka’bah di dalam Masjidil Haram. Umat Muslim berkiblat ke Beitul Maqdis selama Nabi Muhammad mengajarkan Islam di Mekkah (13 tahun) hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu kiblat shalat adalah Ka’bah di dalam Masjidil Haram, Mekkah hingga sekarang.&lt;br /&gt;Masjid Al-Aqsa saat ini adalah masjid yang dibangun secara permanen oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Kekhalifahan Umayyah (Dinasti Bani Umayyah) pada tahun 66 H dan selesai tahun 73 H. Agak berbeda dengan pengertian Masjid Al-Aqsa pada peristiwa Isra’ Mi’raj yaitu meliputi seluruh kawasan Al-Haram asy-Syarif.&lt;br /&gt;Pembakaran Masjid Al-Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969 telah mendorong berdirinya Organisasi Konferensi Islam yang saat ini beranggotakan 57 negara. Pembakaran tersebut juga menyebabkan sebuah mimbar kuno yang bernama “Shalahuddin Al-Ayyubi” terbakar habis. Dinasti Bani Hasyim, penguasa Kerajaan Yordania telah menggantinya dengan mimbar buatan Jepara, Indonesia. Keluarga Bani Hasyim, yang masih bertalian darah dengan Nabi Muhammad menurut tradisi merupakan keluarga yang bertanggungjawab memelihara tempat-tempat suci Islam di kawasan tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-147608484114410848?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/147608484114410848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=147608484114410848' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/147608484114410848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/147608484114410848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/06/sejarah-bangsa-israel-dari-presfektif.html' title='Sejarah Bangsa Israel dari Presfektif Sejarah Islam'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-971807938849005346</id><published>2010-06-06T09:57:00.000+08:00</published><updated>2010-06-06T09:59:50.688+08:00</updated><title type='text'>SEMAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TAsAyBUKaxI/AAAAAAAAAMo/2vQY8LSzKFU/s1600/90d47a1e-508b-417a-93db-f1b2b8529a32.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 262px; height: 269px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TAsAyBUKaxI/AAAAAAAAAMo/2vQY8LSzKFU/s320/90d47a1e-508b-417a-93db-f1b2b8529a32.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479474230972803858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CPARFIK%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CPARFIK%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CPARFIK%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Times-Roman; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Times-Italic; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-priority:99; 	color:blue; 	mso-themecolor:hyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:12.0pt; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:79.4pt 79.4pt 3.0cm 99.25pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:13.9pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Wayang merupakan bahasa simbol kehidupan yang bersifat rohaniah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;daripada jasmaniah. Jika orang melihat pagelaran wayang, yang dilihat bukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;wayangnya, melainkan masalah yang tersirat dalam lakon wayang itu. Wayang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;purwa dikalangan masyarakat awam lebih dikenal dengan nama wayang kulit,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;bahkan ada juga yang menamakan wayang kulit purwa. Karena wayang kulit itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;berjumlah banyak sedangkan wayang purwa adalah jenis pertunjukan wayang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;kulit dengan lakon-lakon semula bersumber pada cerita-cerita kepahlawanan india&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;yaitu Ramayana dan Mahabarata (Guritno, 1988).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Dalam bahasa &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;krama &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(halus) wayang purwa dinamakan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;ringgit purwa &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;atau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;ringgit wacucal. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Hazeu (1979) menyebut bahwa wayang adalah identik dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;kata &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;ringgit. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Sehingga wayang atau &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;ringgit &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;sangat berkaitan dengan susunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;rumah tradisional Jawa yang biasanya terdiri atas bagian-bagian ruangan; yaitu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;emper, pedhopo, omah buri, gandhok, sethong, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dan bagian yang disebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;pringgitan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(tempat yang biasanya untuk menggelar atau mementaskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;pertunjukan wayang), yaitu bagian yang menghubungkan antara &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;penhopo &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;’rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;bagian depan’ dengan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;omah buri &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;’bagian belakang’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Hazeu (1979) berpendapat bahwa asal-muasal wayang berasal dari Jawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;asli, bukanlah meniru atau mencontoh dari Hindu, denagn lima argumen, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(a) nama-nama peralatan wayang semua adalah kata asli jawa, (b) wayang itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;telah ada semenjak sebelun bangsa Hindu datang ke Jawa, (c) struktur lakon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;wayang digubah menurut model yang amat tua, (d) cara bercerita dalang juga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;mengikuti tradisi yang amat tua, dan (e) desain teknis, gaya susunan lakonan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;berkhas Jawa. Pischel (1982) membuktikan bahwa asal-muasal wayang yang dari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;india itu berasal dari kata &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;rupopajivase &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(terdapat pada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Mahabarata &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;)dan kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;rupparupakam &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(terdapat dalam &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Therigatha &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;). Namun pendapat ini lemah, karena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;kata-kata itu disebut dalam kitab-kitab hanyalah sambil lalu.Krom, berpendapat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;bahwa wayang adalah Kreasi Hindu Jawa, suatu sinkretisme; alasannya: (1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;wayang hanya terdapat di daerah Jawa Bali, yaitu daerah yang paling kuat banyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;mengalami pengaruh dari kebudayaan Hindu; (2) India lama telah mengenal teater&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;bayang; (3) cerita-cerita wayang menggunakan atau berasal wiracarita India; (4)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;adanya hubungan wayang dan penyembahan arwah nenek moyang (Hamzah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Amir, 1991)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Brendes (1991) juga perpendapat bahwa wayang adalah asli Jawa aeperti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;juga gamelan, batik, dan sebagainya. Wayang sangat erat hubungannya dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;kehidupan sosial, kultural dalam religius bangsa Jawa. Misalnya tokoh &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Semar,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Gareng, Petruk &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Bagong &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;berasal dari Jawa yakni para nenek moyang yang di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;pertuhankan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Dalam pertunjukan wayang purwa dewasa ini adegan yang amat dinantinanti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dan digemari para penonton, utamanya para genarasi muda adalah adegan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;limbukan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(dua abdi wanita) dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;gara-gara &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(empat abdi pria). Dalam adegan garagara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;tersebut muncullah keempat tokoh &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;punokawan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;, dan tokoh &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;punokawan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;melambangkan rakyat atau &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;kawulo alit &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(Sri Mulyono, 1978)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Dalam dunia pewayangan istilah sedulur papat lima pancer merupakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;simbolisasi ksatria dan empat abdinya. Sedulur papat adalah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;punokawan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;, lima&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;pancer adalah ksatria (Yudistira, Arjuna, Bima, Sadewa, Nakulo)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Admin (2007) Dalam hal ini, yang dinamakan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;punokawan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;yakni &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Semar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;sebagai pamomong keturunan Saptaarga ditemani oleh tiga anaknya, yaitu;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Gareng, Petruk dan Bagong &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;sebagai pengiring para ksatria Pandawa. Kehadiran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;mereka seringkali hanya dianggap sebagai tambahan yang kurang diperhitungkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dan untuk menghadirkan lelucon saja, padahal kerap menentukan arah perubahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Ke lima tokoh ini menduduki posisi penting dalam kisah pewayangan. Kisah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Mereka diawali mulai dari sebuah pertapaan Sapta arga atau pertapaan lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Setelah mendapat berbagai macam ilmu dan nasihat-nasihat dari Sang Begawan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;mereka turun gunung untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;melakukan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;tapa ngrame&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;. Dalam perjalanannya, Punokawan harus menemani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;perjalanan sang Ksatria dalam memasuki “hutan”, memasuki sebuah medan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;medan kehidupan yang belum pernah dikenal, gelap, penuh semak belukar,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;banyak binatang buas, makhluk jahat yang siap menghadangnya, bahkan jika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;lengah dapat mengancam jiwanya, sehingga berhasil keluar “hutan” dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;selamat, sampai sang Ksatria dapat menyingkirkan segala penghalang dan berhasil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;menyelesaikan tugas hidupnya dengan selamat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Kata &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;punokawan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;menurut pedalangan berasal dari kata &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;pana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;, artinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;cerdik, jelas, dan cermat dalam pengamatan; sedang kata &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;kawan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;berarti teman atau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;sahabat, jadi punokawan berarti teman atau sahabat (pamong) yang sangat cerdik,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dapt dipercaya serta mempunyai pandangan yang luas serta pengamatan yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;tajam dan cermat; atau dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah tanggap ing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;sasmita lan limpad pasanging grahita ’peka dan peduli terhadap masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(www.wayang-indonesia.com).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Pandam Guritno (1976) menyatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;punokawan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;pewayangan merupakan pengejawantahan sifat, watak, manusia dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;lambangnya masing-msing Yaitu: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Semar &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;lambang &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Karsa &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(kehendak atau niat),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Gareng &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;lambang &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;cipta &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(pikiran, rasio, nalar), &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Petruk &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;lambang &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;rasa &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(perasaan),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Bagong &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;lambang &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;karya &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;(usaha, perilaku, perbuatan). &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Punokawan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;yang berjumlah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;empat itu melambangkan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;cipta-rasa-karsa &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;karya &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;manusia. Jadi punokawan (&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;pana ’tahu’ terhadap empat tersebut diatas, dan kawan ’teman’ manusia hidup di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dunia. Empat hal tersebut bila diurutkan berdasarkan kepentingannya adalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;karsa, rasa, cipta &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;karya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Tokoh punokawan yang selalu mengikuti para satria yang berbudi luhur itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;ada 4 yaitu: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Semar, Gareng, Petruk, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Bagong&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;. Namun, dari keempat tokoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;tersebut yang paling menjadi panotan adalah semar. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Ki Lurah Semar &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;sering di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;sebut &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;pamong agung&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;, karena merupakan pengayom dan pelindung orang lain,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;selalu menegakkan kebenaran dan keadilan. Karena tugas &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Semar &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;selain bertindak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;sebagai penasihat dalam kesukaran atupun bertindak agresif dan emosional bagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;para satria, juga sebagai penghibur sewaktu para satria yang diasuhnya sedang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dalam kesusahan. Bahkan semar menjadi penyelamat dan penolong pada waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;satria dalam bahaya, sehingga sering disebut terang ilahi yang berkewajiban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;mewujudkan watak dan perilaku moral yang baik, yaitu watak yang luhur, welas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;asih, gotong royong dan mengutamakan kepentingan orang banyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Ibid (2003) Asal-usul &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Semar &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;adalah dari telor: kulitnya menjadi Togog&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;yang menjadi simbol hidup laksana kulit tanpa isi yang mementingkan duniawi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;semata oleh karena itu ia mengabdi pada raksasa sebagai simbul angkaramurka,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;putihnya menjadi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Semar &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;yang menjadi simbol hidup yang penuh kesucian yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;mementingkan isi dari pada kulitnya. Ia selalu memihak kepada kebenaran dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;keadilan dan meluruskan segala bentuk penyelewengan oleh karena itu ia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;mengabdi kepada raja dan ksatria utama, kuningnya menjadi Manikmaya yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;mencerminkan kekuasaan karena itu ia dinobatkan menjadi rajanya dewa di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Kahyangan "Junggring Salaka" sebagai Bhatara Guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Biarpun &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Semar &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;itu manusia atau rakyat biasa yang menjadi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;panakawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;para raja dan ksatria, tapi Semar memiliki kesaktian yang melebihi Bhatara Guru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;yang rajanya para Dewa. Semar selalu bisa mengatasi kesaktian dari Bhatara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Guru apabila ingin mengganggu Pendawa Lima yang dalam asuhannya. Banyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;arti simbolik dalam masalah ini yang penulis percayai mungkin mendekati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;kebenaran adalah :Bhatara Guru dalam agama Hindu adalah Dewa Shiva yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dipuja oleh pemeluk agama Hindu, sedangkan Semar adalah tokoh asli Jawa / asli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Indonesia yang mungkin juga dipuja saat sebelum kedatangan agama Hindu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Secara simbolik bisa diartikan bahwa existensi dari budaya atau nilai-nilai luhur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;dari Jawa kuno selalu akan bisa mengatasi dari pengaruh Hindu dan secara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;simbolik selalu memenangkan tokoh &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Semar &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;terhadap tokoh-tokoh dewa Hindu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Dan hanya dengan menerima tokoh &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Semar &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;agama Hindu bisa berkembang di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Indonesia. Hal ini sekali lagi dibuktikan dengan apa yang dilakukan oleh Sunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Kalijaga yang menggunakan senjata Puntadewa jamus "Kalimasada" sebagai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;transisi dari Hindu menjadi Islam yaitu dengan menimbulkan kisah hutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Ketangga yang mengisahkan pertemuannya dengan Puntadewa dan meng-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Islamkan dengan menjabarkan jamus Kalimasada sebagai Kalimat Sahadat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Dan peng-Islaman masayarakat Jawa tidak melepas sama sekali tokoh yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;sudah ada dari zaman sebelum Hindu dari sekarang seperti &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Semar &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;perilakunya dijadikan teladan ataupun panutan masyarakat Jawa. Dan disadari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;oleh Sunan Kalijaga bahwa Islam hanya akan bisa diterima oleh masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;Jawa apabila kesenangan orang Jawa akan "wayang purwo / kulit" tidak diganggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;yang sebetulnya kesenangan orang Jawa kepada "wayang kulit / purwo"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;bukan sekedar sebagai tontonon tapi suatu upaya pelestarian dari petuah atau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;etika atau budaya Jawa yang berumur sangat tua yang masih hidup sampai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;sekarang oleh karena itu wajah Islam di Jawa atau mungkin juga di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;mempunyai ciri budaya yang berbeda dengan Islam di Saudi Arabia tanpa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11.5pt;"  &gt;mengurangi makna Islam yang mendasar (&lt;a href="http://www.wayang-indonesia.com/"&gt;www.wayang-indonesia.com&lt;/a&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-971807938849005346?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/971807938849005346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=971807938849005346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/971807938849005346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/971807938849005346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2010/06/semar.html' title='SEMAR'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/TAsAyBUKaxI/AAAAAAAAAMo/2vQY8LSzKFU/s72-c/90d47a1e-508b-417a-93db-f1b2b8529a32.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-8982135030986493035</id><published>2009-12-15T14:42:00.000+08:00</published><updated>2009-12-15T14:56:21.204+08:00</updated><title type='text'>Once Upon A Time in Flinders Uni</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/SycyGfqT8xI/AAAAAAAAAL4/azuhaQwUViw/s1600-h/DSCN4300crop.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/SycyGfqT8xI/AAAAAAAAAL4/azuhaQwUViw/s400/DSCN4300crop.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415352164095882002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;I feel cold, but my friend from Australia doesn't, I think I'm fat enough but I have a lot of friends here that bigger than me.....and taller&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/SycwHP6WIrI/AAAAAAAAALo/f-evCQR2U7A/s1600-h/DSCN4224.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/SycwHP6WIrI/AAAAAAAAALo/f-evCQR2U7A/s400/DSCN4224.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415349978024780466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;My room in Flinders University, I have a lot of place to do my work, at the postgraduate room, at Jim Shiller's room, and in the library&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/SycwwTfZccI/AAAAAAAAALw/3iNEGbMtgHQ/s1600-h/DSCN4227crop.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 362px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/SycwwTfZccI/AAAAAAAAALw/3iNEGbMtgHQ/s400/DSCN4227crop.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415350683360129474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;And this was a time when the student have a time for dialog and gathering with the Ambassador&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-8982135030986493035?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/8982135030986493035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=8982135030986493035' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8982135030986493035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/8982135030986493035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2009/12/once-upon-time-in-flinders-uni.html' title='Once Upon A Time in Flinders Uni'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/SycyGfqT8xI/AAAAAAAAAL4/azuhaQwUViw/s72-c/DSCN4300crop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-2260526899721662647</id><published>2009-12-15T14:32:00.001+08:00</published><updated>2009-12-15T14:40:37.064+08:00</updated><title type='text'>My Story</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/Sycur6IwjBI/AAAAAAAAALg/JCCgBXXLI10/s1600-h/DSCN0330+rz.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/Sycur6IwjBI/AAAAAAAAALg/JCCgBXXLI10/s400/DSCN0330+rz.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415348408811555858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;This is my first time I landed in Sydney International Airport, I drive a carrying car&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/SyctyujODqI/AAAAAAAAALY/lwzwtXqRbdk/s1600-h/DSCN6081cropmod.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 247px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/SyctyujODqI/AAAAAAAAALY/lwzwtXqRbdk/s400/DSCN6081cropmod.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415347426448772770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;When I'm going to Raja Empat Island in the north of West Papua, it's a small island but clean and beautiful, very silent, the sea is so clean like mirror, nice and good&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-2260526899721662647?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/2260526899721662647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=2260526899721662647' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2260526899721662647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2260526899721662647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2009/12/my-story.html' title='My Story'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/Sycur6IwjBI/AAAAAAAAALg/JCCgBXXLI10/s72-c/DSCN0330+rz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-6369313752044117341</id><published>2009-11-14T13:25:00.000+08:00</published><updated>2009-11-14T13:28:06.856+08:00</updated><title type='text'>HARI PERTAMA MASUK KAMPUS FLINDERS UNIVERSITY</title><content type='html'>Hari pertama masuk kampus, cari fakultas sosial science sendirian, sampai di fakultas lapor kalau sudah datang ternyata harus lapor ke Human Resource Universitas dulu, akhirnya ke ruang Bev McLeod untuk konfirmasi dan laporan kalau sudah datang. Oleh Bev McLeod diminta untuk urus asuransi ke Medicalcare atau Medibank. Tempatnya jauh di Merion Super Market, waduh keluar kampus lagi dan sendirian, sebab teman yang lain masuk ke fakultas hukum.&lt;br /&gt;Alhamdulillah ketemu juga Marion Super Market, di super market gede begini nyari Medicare dan Medibank, susahnya bukan main, tanya orang juga belum pada tahu, akhirnya ketemu orang tua yang tahu lokasinya. Antre panjang di Madicare, ternyata gak melayani asuransi kesehatan untuk foreigner, di suruh ke Medibank, alhamdulillah pelayanan Medibank bagus sekali. Medicare itu milik pemerintah kayak ASKES di Indonesia, kalau Medibank swasta, lebih ramah dan lebih baik pelayanannya. Setelah menunjukkan surat dan paspor serta ketentuan untuk asuransi dari Flinders, maka diminta untuk bayar asuransi selama di Australia sebesar 183$, celakanya pihak asuransi gak mau dibayar cash, harus pakai kartu kredit, kartu ATM bank Commonwealth gak bisa untuk bayar, coba kartu ATM bank BNI juga gak bisa, kartu kredit saya yang dari BII sengaja tak tinggal, khawatir kalau hilang atau kebablasan penggunaan malah kena denda banyak, saya begitu yakin bahwa Commonwealth Bank akan lebih mudah dan aman.&lt;br /&gt;Akhirnya (ini yang saya katakan pelayanan yang baik), saya disuruh bayar pakai cheque, dan order cheque nya langsung dituliskan oleh petugas Medibank, dia bikin surat ke Commonwealth bank minta supaya orang ini (saya) dibuatkan cheque untuk pembayaran ke Medibank. Tapi nyari counter Commonwealth bank saya keblasuk-blasuk sampai jauh keluar dari Marion Mall, sebab semua yang saya tanya juga gak tahu tempatnya. Untung ada ATM yang lagi dimasukin uang, nah dari petugas yang lagi memasukkan uang tadi saya tanya lokasi Commonwealth bank dimana, dengan petunjuk arah petugas ini langsung ketemu lokasi counter ComBank. Sampai di Bank saya bilang kalau mau bayar dengan cheque, saya disuruh ambil uang lewat ATM dulu baru datang ke counter untuk dibikinkan cheque, saya bilang kalau saya sudah ada cash, petugasnya heran kok saya sudah bawa uang, akhirnya dilayani juga dan langsung balik ke kampus lagi menemui Bev McLeod.&lt;br /&gt;Dari kampus ke Marion naik bus nomor 179, bayar 2,7$. Dari rumah ke kampus hanya bayar 1,8$, pulang ke kampus bayar lagi 2,7$. Sebenarnya dari kampus ke Marion saya gunakan tiket pulang pergi (PP), tiket berlaku untuk jangka waktu 2 jam, karena ngurus asuransi dan pembayaran lebih dari 2 jam maka balik ke kampus bayar 2,7$ lagi.&lt;br /&gt;Sampai di kantor McLeod dia juga heran, “hello here you come again, is it finish?...oh it’s very good, almost all of foreign student need 1 or 2 days for doing this, but you only a couple of hour, that great” Itu ucapan selamat pertama yang saya terima dari petugas di Australia.&lt;br /&gt;Akhirnya urusan asuransi beres semua dan Bev McLeod saya kasih oleh-oleh tas batik, tas ransel batik, dia senang sekali, tapi gak tahu oleh dia akan digunakan untuk apa, sebab dia itu ternyata bos di human resource kampus, mungkin setara dengan kepala bagian administrasi di kampus Indonesia. Setelah selesai dari universitas, saya menemui Prof Anton Lucas, ditunjukkan kamar kerja saya, diberi kunci dan password untuk komputer, lalu diajak ke perpustakaan untuk mendapatkan kartu, dan tercatat sebagai staff di Flinders University.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-6369313752044117341?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/6369313752044117341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=6369313752044117341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6369313752044117341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/6369313752044117341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2009/11/hari-pertama-masuk-kampus-flinders.html' title='HARI PERTAMA MASUK KAMPUS FLINDERS UNIVERSITY'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-1136047703683411760</id><published>2009-11-12T05:13:00.000+08:00</published><updated>2009-11-12T05:20:05.043+08:00</updated><title type='text'>2012, Matahari, dan Bosscha</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;oleh: Ninok Leksono&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Kalau menyimak wacana tentang Kiamat 2012 yang disebut berdasarkan sistem kalender Maya, argumen pentingnya ada di sekitar Matahari. Antara lain disebutkan, pada tahun 2012 aktivitas Matahari, yang sudah dimulai sejak tahun 2003, akan mencapai puncaknya. Selain itu, Matahari dan Bumi akan berada segaris dengan lorong gelap di pusat Galaksi Bima Sakti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Tentu, Matahari amat sentral bagi Tata Surya, khususnya Bumi dan kehidupan yang ada di biosfernya. Jika ada peningkatan aktivitas di sana, Bumi pasti akan kena pengaruh. Namun, Matahari sudah rutin menjalani siklus aktivitasnya—yang berperiode 11 tahun itu—selama lebih dari empat miliar tahun dan sejauh ini baik-baik saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Kini, seiring dengan merebaknya buku tentang Kiamat 2012, juga film-film Hollywood tentang tema yang sama, juga muncul bantahan, tidak saja dari pimpinan suku Maya, tetapi juga dari kalangan astronomi. Mudah dimengerti kalau kalangan astronomi lalu bersuara. Ini karena penyebar kabar Kiamat 2012 banyak menyebut benda langit, seolah hal itu dapat menguatkan skenario yang mereka usung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Padahal, dasar skenario itu sendiri, yakni kalender Maya, tidak berbeda jauh dengan kalender modern. Kalau kalender Maya punya berbagai macam siklus dengan panjang berlain-lainan, kita juga punya hal serupa. Jadi, kalau kalender Maya akan berakhir tanggal 21 Desember 2012, itu untuk kita bisa terjadi misalnya pada tanggal 31 Desember 1999. Esok hari setelah tanggal itu, yakni 1 Januari 2000, akan dimulai siklus baru, apakah itu yang berdasarkan hari, tahun, puluhan tahun, abad, atau milenium.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Seperti sudah kita saksikan, berakhirnya siklus macam-macam pada tanggal 31 Desember 1999 tidak disertai dengan kiamat bukan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Bagaimana dengan perjajaran antara Bumi, Matahari, dan pusat Galaksi Bima Sakti? Penyebar kiamat menyebutkan, saat perjajaran akan menimbulkan gaya pasang yang akan memicu gempa bumi yang menghancurkan untuk menamatkan riwayat dunia. Gaya pasang yang sama juga akan memicu badai matahari yang akan menghancurkan Bumi. Bahkan, untuk menambah efek, planet-planet juga disebut akan berjajar pada tanggal 21 Desember 2012.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Ternyata, setelah diperiksa dengan saksama, Matahari tidak akan menutupi (menggerhanai) pusat galaksi. Bahkan, kalaupun Matahari bisa menutupi pusat galaksi, efek pasang dapat diabaikan, tulis Paul A Heckert yang dikutip pada awal tulisan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Dengan penjelasan itu, skenario Kiamat 2012 tidak perlu dianggap serius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Berdasarkan teori evolusi (lahir dan matinya) bintang, di mana Matahari adalah salah satunya, Matahari memang sekitar lima miliar tahun lagi akan mengembang menjadi bintang raksasa merah yang akan memanggang Bumi. Namun, bukankah lima miliar tahun masih jangka waktu yang amat, amat lama untuk ukuran manusia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Namun, demi tujuan-tujuan lebih praktis, misalnya untuk mengetahui hubungan aktivitas Matahari dan gangguan komunikasi, atau untuk mengetahui lebih dalam tentang sifat-sifat Matahari, studi tentang Matahari tetaplah hal penting. Dan inilah rupanya yang diperlihatkan oleh Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Penelitian Bosscha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Selama ini, Observatorium Bosscha lebih dikenal dengan penelitiannya di bidang struktur galaksi dan bintang ganda. Penelitian Matahari secara intensif dan ekstensif dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Namun, Sabtu 31 Oktober lalu, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diwakili oleh Dekan FMIPA Akhmaloka meresmikan teleskop matahari tayang langsung (real time). Sistem pengamatan Matahari yang terdiri dari tiga teleskop yang bekerja pada tiga panjang gelombang berlain-lainan ini dibuat dengan bantuan dari Belanda dan rancang bangunnya banyak dikerjakan oleh peneliti dan insinyur ITB sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Sistem teleskop yang dilihat dari sosoknya jauh lebih kecil dari umumnya teleskop yang ada di Bosscha ini terdiri dari teleskop yang bekerja pada gelombang visual, di mana untuk mendapatkan citra Matahari, sinarnya dilemahkan dulu sebesar 100.000 kali. Untuk pemantauan, citra Matahari diproyeksikan pada satu permukaan yang dapat dilihat dengan aman. Ini diperlukan karena selain untuk penelitian, fasilitas ini juga digunakan untuk pendidikan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Dua teleskop lainnya masing-masing satu untuk penelitian kromosfer rendah dan satu lagi untuk penelitian kromosfer tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Menambah semarak peresmian, hadir pula ahli fisika matahari dari Belanda, Rob Rutten, yang pagi itu menguraikan tentang kemajuan penelitian fisika matahari dan tantangan yang dihadapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Membandingkan materi paparannya, yang dilengkapi dengan citra hidup Matahari berdasarkan pemotretan menggunakan teleskop matahari canggih, tentu saja apa yang diperoleh oleh teleskop di Bosscha bukan bandingannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Kontribusi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Direktur Observatorium Bosscha Taufiq Hidayat dalam sambutan pengantarnya menyebutkan, lembaga yang dipimpinnya beruntung masih dapat terus menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga di luar negeri untuk mendukung aktivitas ilmiahnya. Sementara peneliti Matahari di Bosscha, Dhani Herdiwijaya, selain menguraikan berbagai aspek riset tentang fisika matahari juga menyampaikan harapannya untuk mendapatkan hasil penelitian detail tentang Matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Peresmian teleskop surya di Bosscha tampak sebagai momentum bagi bangkitnya minat terhadap riset Matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;mso-line-height-alt:10.45pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;Seiring dengan peringatan Tahun Astronomi Internasional 2009, berlangsung pula peringatan 400 tahun pengamatan bintik matahari. Dalam konteks ini, masih banyak tugas manusia untuk mendalami lebih jauh serba hal tentang Matahari, bintang yang menjadi sumber kehidupan di Bumi. Alam seperti yang ada sekarang ini, menurut skenario Ilahi, masih akan terbentang lima miliar tahun lagi, bukan sampai tahun 2012.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.5pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-1136047703683411760?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/1136047703683411760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=1136047703683411760' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1136047703683411760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1136047703683411760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2009/11/2012-matahari-dan-bosscha.html' title='2012, Matahari, dan Bosscha'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-2457415174918295784</id><published>2009-11-01T15:03:00.000+08:00</published><updated>2009-11-01T15:10:52.588+08:00</updated><title type='text'>TIDAK ADA AIR YANG TAK BENING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/Su00QDxAUCI/AAAAAAAAAKw/4Zx_7an_d3U/s1600-h/DSCN0677+rz.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/Su00QDxAUCI/AAAAAAAAAKw/4Zx_7an_d3U/s400/DSCN0677+rz.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399028978780491810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Negara menghendaki stabilitas.Masyarakat menghendaki ketertiban. Sejarah menghendaki keamanan. Jiwa menghendaki ketenangan. Hati menghendaki keheningan. Mental menghendaki endapan. Dan seluruh kehidupan ini, di ujungnya nanti, menghendaki ketentraman, keheningan, kemurnian.&lt;br /&gt;Karena itu, agama menganjurkan kembali ke fithri.&lt;br /&gt;Kita berdagang, berpolitik, berperang, bergulat, bekerja banting tulang, bikin rumah, bersaing dengan tetangga. Yang tertinggi dari itu semua dan yang paling dirindukan oleh jiwa, adalah "air bening hidup".&lt;br /&gt;Hidup bagai gelombang samudera. Hidup bergolak. Segala pengalaman perjalanan Anda adalah arus air sungai yang mencari muaranya.&lt;br /&gt;Masa muda melonjak-lonjak. Tapi masa muda berjalan menuju masa senja. Dan masa senja bukanlah lonjakan-lonjakan, melainkan ketenangan dan kebeningan.&lt;br /&gt;Maka, lewat naluri ataupun kesadaran, setiap manusia mengarungi waktu untuk pada akhirnya menemukan "air bening".&lt;br /&gt;Ada orang yang dipilihkan oleh Tuhan atau memilih sendiri untuk mengembara langsung ke gunung-gunung dan menemukan sumber air murni.&lt;br /&gt;Orang lain menunggu saja saudaranya pulang dari gunung untuk dikasih secangkir kebeningan.&lt;br /&gt;Orang yang lain lagi menjumpai dunia adalah kotoran, maka ia ciptakan teknologi untuk menyaring kembali air itu dan menemukan kebeningannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ada orang yang hidupnya menyusur sungai, parit-parit kumuh, got-got, kubangan-kubangan. Sampai akhir hayatnya tak mungkin ia memilih sesuatu yang lain, karena mungkin tak punya kendaraan, tak punya kapal, bahkan tak punya sendal untuk melindungi kakinya dari kotoran-kotoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidak mungkinan itu mungkin karena memang 'dipilihkan' oleh Yang Empunya Nasib, tapi mungkin juga didesak oleh kekuatan-keuatan zaman yang membuatnya senantiasa terdesak, terpinggir dan tercampak ke got-got.&lt;br /&gt;Bagaimana cara orang terakhir ini menemukan air bening?&lt;br /&gt;Di dalam sembahyangnya, permenungannya, penghayatannya, kecerdasannya serta kepekaan hatinya, ia tahu tidak ada air yang tak bening.&lt;br /&gt;Semua air itu bening. Tidak ada "air kotor", menurutnya air kotor adalah air bening yang tercampur oleh kotoran.&lt;br /&gt;Dengan menemukan jarak antara kotoran dengan air bening, tahulah ia dan ketemulah ia dengan sumber kebeningannya. Ia terus hidup di got-got, dan justru kotoran-kotoran itu makin menyadarkannya pada keberadaan air bening dalam got-got.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah makna hal itu dalam kehidupan Anda?&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib/"Secangkir Kopi Jon Pakir"/Mizan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"    style="font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:100%;color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" line-height: 14px;font-size:11px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-2457415174918295784?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/2457415174918295784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=2457415174918295784' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2457415174918295784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2457415174918295784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2009/11/tidak-ada-air-yang-tak-bening.html' title='TIDAK ADA AIR YANG TAK BENING'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/Su00QDxAUCI/AAAAAAAAAKw/4Zx_7an_d3U/s72-c/DSCN0677+rz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-2391983262434964819</id><published>2009-10-28T05:23:00.000+08:00</published><updated>2009-10-28T10:53:36.397+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;?xml:namespace prefix = v /&gt;&lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;&lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;&lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;&lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;&lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;&lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;&lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;&lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;&lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;&lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;&lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;&lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;&lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;&lt;v:path connecttype="rect" gradientshapeok="t" extrusionok="f"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:lock aspectratio="t" ext="edit"&gt;&lt;v:imagedata title="eacute" src="file:///C:\Users\Acer\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/v:imagedata&gt;&lt;/o:lock&gt;&lt;/v:path&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:stroke&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-2391983262434964819?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/2391983262434964819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=2391983262434964819' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2391983262434964819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/2391983262434964819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2009/10/apec-2007-and-urban-citizenship-in.html' title=''/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-1248195759194756589</id><published>2009-10-05T22:43:00.000+08:00</published><updated>2009-10-05T22:46:57.960+08:00</updated><title type='text'>PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:14.0pt;mso-bidi-font-size:11.0pt;mso-ansi-language:IN"&gt;KONSERVASI AIR TANAH DENGAN TEKNOLOGI LUBANG RESAPAN BIOPORI DI KELURAHAN GEDAWANG, KECAMATAN BANYUMANIK, SEMARANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="color:black;mso-themecolor:text1; mso-ansi-language:IN"&gt;Parfi Khadiyanto, Retno Susanti, Wakhidah Kurniawati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="color:black;mso-themecolor:text1; mso-ansi-language:IN"&gt;Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, FT UNDIP &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="color:black;mso-themecolor:text1; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;span lang="IN" style="color:black;mso-themecolor:text1; mso-ansi-language:IN"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;a href="http://staff.undip.ac.id/pwk"&gt;&lt;span lang="IN" style="color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN; text-decoration:none;text-underline:none"&gt;http://staff.undip.ac.id/pwk&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt;/parfi_kh + &lt;a href="http://www.parfikh.blogspot.com/"&gt;&lt;span lang="IN" style="color:black; mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN;text-decoration:none;text-underline: none"&gt;http://www.parfikh.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt;) &lt;span lang="IN" style="color:black;mso-themecolor:text1; mso-ansi-language:IN"&gt;Email: &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:parfikh@gmail.com"&gt;&lt;span lang="IN" style="color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN; text-decoration:none;text-underline:none"&gt;parfikh@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt; – mobile: +62811277037&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:14.0pt;mso-bidi-font-size:11.0pt;color:black;mso-themecolor: text1;mso-ansi-language:IN"&gt;ABSTRAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="color:black;mso-themecolor:text1; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Pengambilan air tanah yang tidak diimbangi dengan semangat konservasi, yaitu dengan memasukkan air hujan ke dalam tanah akan berakibat pada berkurangnya ketersediaan air tanah. Apalagi pada daerah yang baru terbangun, dengan mengubah &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;ground cover&lt;/i&gt; dari bahan yang tidak ramah pada sumberdaya air, dari sawah/tegalan menjadi permukiman dengan segala bentuk bahan perkerasan halamannya, membuat debit air larian meningkat drastis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Hal ini sudah dirasakan oleh masyarakat di kelurahan Gedawang, kecamatan Banyumanik, kota Semarang. Sejak tahun 2004, ketika musim kemarau masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih karena jaringan PDAM kota belum ada, air sumur banyak yang kering. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini mengajak masyarakat agar bisa melakukan konservasi sumberdaya air dengan teknologi sederhana dan murah, yaitu dengan pembuatan lubang resapan biopori.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Lubang resapan biopori yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;dibuat dengan diameter &lt;st1:metricconverter productid="10 cm" st="on"&gt;10 cm&lt;/st1:metricconverter&gt; dan dalam &lt;st1:metricconverter productid="100 cm" st="on"&gt;100 cm&lt;/st1:metricconverter&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;akan menambah &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;luas bidang resapan sebanyak 3&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;140 cm&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; atau hampir 1/3 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;. Dalam hal ini, sudah ada 26 rumah yang membuat lubang dengan jumlah rata-rata sebanyak 10 - 15 per rumah, secara total sudah ada sebanyak 338 lubang, artinya di RW 04 Gedawang ada tambahan bidang resapan seluas sekitar 102 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;, sama dengan luas satu kapling rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Kata kunci: Lubang Biopori, Konservasi Air, Gedawang, Banyumanik, Semarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;span lang="IN" style="color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:14.0pt;mso-bidi-font-size:11.0pt;color:black;mso-themecolor: text1;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:14.0pt;mso-bidi-font-size:11.0pt;color:black;mso-themecolor: text1;mso-ansi-language:IN"&gt;1. PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Pertumbuhan ekonomi yang cepat menyebabkan tingkat urbanisasi yang cukup tinggi, yang membawa berbagai implikasi dan persoalan terhadap pemenuhan kebutuhan ruang kota yang terus-menerus meningkat, khususnya perumahan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;ebutuhan akan ruang semakin meningkat sebagai akibat meningkatnya aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, sedangkan disisi lain&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;, yaitu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;luasan &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;ruang yang ada sangat terbatas, semakin langka dan mahal, sehingga mendorong pemanfaatan ruang yang bersifat memaksimalkan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;kondisi &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;ruang yang ada. Kondisi tersebut di atas akhirnya menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan perumahan yang kurang terkendali. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;Sehingga terjadilah pertumbuhan permukiman di pinggiran kota secara cepat untuk pemenuhan kebutuhan rumah dengan harga lahan yang masih murah. Kosekuensi yang timbul adalah bahwa lokasi tersebut belum tersedia jaringan utilitas layanan inrastruktur dari pemerintah, antara lain infrastruktur penyediaan air bersih, sehingga masyarakat dalam pemenuhannya akan air bersih memanfaatkan keberadaan air tanah dengan membuat sumur dangkal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Pengambilan air tanah yang tidak diimbangi dengan semangat konservasi, yaitu dengan memasukkan air hujan ke dalam tanah akan berakibat pada berkurangnya ketersediaan air tanah. Apalagi pada daerah yang baru terbangun, dengan mengubah &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;ground cover&lt;/i&gt; dari bahan yang tidak ramah pada sumberdaya air, dari sawah/tegalan menjadi permukiman dengan segala bentuk bahan perkerasan halamannya, membuat debit air larian meningkat drastis. Dengan menggunakan rumus metoda rasional Q = C.I.A, dimana Q = debit air larian; dipengaruhi oleh C = koefisien air larian, makin keras permukaan makin besar nilai koefisien air lariannya; I = intensitas hujan; dan A = luasan area tangkapan air hujan. Maka sudah tampak bahwa suatu lingkungan apabila ada perubahan kondisi permukaan tanahnya dari yang alami ke non alami, pasti akan terjadi limpasan air larian (dari hujan) yang meningkat, mengakibatkan peningkatan debit banjir pada saat musim hujan dan mengakibatkan kekeringan pada musim kemarau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Hal ini sudah dirasakan oleh masyarakat di kelurahan Gedawang, kecamatan Banyumanik, kota Semarang. Sejak tahun 2004, ketika musim kemarau masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih karena jaringan PDAM kota belum ada, air sumur banyak yang kering, sehingga bagi sebagian masyarakat yang mampu, membeli air dari truk tangki ukuran 5.000 liter dengan harga Rp 75.000,- per tangki. Dalam satu bulan rata-rata membutuhkan antara 3 – 4 truk, sehingga pada musim kemarau pengeluaran untuk air bersih bisa mencapai Rp 300.000,- perbulan selama 4 – 6 bulan dalam satu tahun. Bagi yang kurang mampu terpaksa mencari air dari sendang yang jaraknya sekitar 1,5 km dari permukiman dengan kualitas air yang tidak terjamin kesehatan dan kebersihannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini mengajak masyarakat agar bisa melakukan konservasi sumberdaya air dengan teknologi sederhana dan murah, yaitu dengan pembuatan lubang resapan biopori.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:14.0pt;mso-bidi-font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;2. BAHAN dan METODA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah alat untuk membuat lubang (semacam bor) dengan diameter sekitar 10 – 15 cm sedalam 100 cm, alat ini yang disebut sebagai bor lubang biopori (karena saat ini lubang biopori sudah dipatenkan oleh TIM BIOPORI IPB dengan La Conserva-nya, maka untuk menjaga agar tidak dianggap menyalahi prosedur, alat dibeli dari La Conserva IPB). Dengan alat ini maka akan bisa dibuat lubang pada posisi tertentu dimana air selalu lewat daerah tersebut, dengan pemikiran bahwa l&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;ubang biopori &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;ini &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang. Sebagai contoh, bila lubang dibuat dengan diameter &lt;st1:metricconverter productid="10 cm" st="on"&gt;10 cm&lt;/st1:metricconverter&gt; dan dalam &lt;st1:metricconverter productid="100 cm" st="on"&gt;100 cm&lt;/st1:metricconverter&gt; maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;140 cm&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; atau hampir 1/3 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;, meskipun sebenarnya bidang atas yang datar sudah tertutup oleh perkerasan semua, satu titik lubang sama dengan seolah-olah menyisakan 1/3 m&lt;sup&gt;2 &lt;/sup&gt;bidang terbuka untuk meresapnya air ke dalam tanah&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diameter &lt;st1:metricconverter productid="10 cm" st="on"&gt;10  cm&lt;/st1:metricconverter&gt;, yang semula mempunyai bidang resapan 78,5 cm&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman &lt;st1:metricconverter productid="100 cm" st="on"&gt;100 cm&lt;/st1:metricconverter&gt;, luas bidang resapannya menjadi 3&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;218 cm&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;. Lubang resapan biopori ”diaktifkan” dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Dengan adanya aktivitas fauna tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk dan senantiasa terpelihara keberadaannya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt; Air akan mudah dan cepat meresap ke dalamnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;Ada manfaat tambahan dengan pembuatan lubang biopori ini yaitu, s&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;ampah yang telah didekomposisi &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;di dalam lubang akan menjadi &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;kompos. Dengan melalui proses seperti ini maka lubang biopori selain berfungsi sebagai bidang resapan air, juga sekaligus sebagai ”pabrik” pembuat kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt; di halaman rumah&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Khalayak &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;yang menjadi &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;sasaran strategis dipilih &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;warga yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;mampu mengorganisir dan menerapkan teknologi sederhana lubang biopori ini&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt; yaitu&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt; tokoh kunci yang ada di masyarakat: &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;para pengurus RT/RW&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;, para tokoh masyarakat yang masuk dalam jajaran kepengurusan LPMK, dan tokoh agama setempat (ketua takmir masjid/musholla, ketua kelompok pengajian), juga ibu-ibu PKK dan ibu-ibu Dasa Wisma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Kegiatan ini secara tidak langsung akan mengkait dengan institusi yang ada di Bagian Pembangunan Kecamatan, Bagian Lingkungan Hidup&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt; Kota&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Dinas Pekerjaan Umum Kota. Institusi-institusi tersebut adalah yang menangani masalah lingkungan permukiman perkotaan, biasanya dinas ini yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;punya program &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;memb&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;ri bantuan pengadaan sumur resapan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;arena sumur resapan membutuhkan lahan yang cukup luas, padahal pada lingkungan permukiman Rumah Sederhana yang luas kaplingnya hanya sekitar &lt;st1:metricconverter productid="100 m2" st="on"&gt;100 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/st1:metricconverter&gt;, umumnya sudah tertutup oleh bangunan semua, sehingga kalau ada bantuan sumur resapan terkadang kesulitan mencari lahan. Dengan lubang biopori ini, diharapkan masalah kesulitan mancari lahan untuk pembangunan/ pembuatannya tidak akan terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:14.0pt;mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;3. PELAKSANAAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:14.0pt;mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt; KEGIATAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14.0pt;mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Melakukan sosialisasi tentang pentingnya konservasi sumberdaya air, dilakukan dalam pertemuan RW/RT/PKK/Pengajian. Secara berkeliling mengikuti kegiatan yang ada di dalam RW terpilih untuk melakukan sosialisasi, waktu yang dibutuhkan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;ternayat cukup &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;lama&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;, banyak warga yang kurang faham akan manfaat dari lubang biopori ini&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Membentuk kelompok kerja untuk memilih lokasi pembuatan lubang biopori, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;dilakukan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;pada saat &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;kegiatan sosialisasi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;Beberapa RT menyatakan bahwa pembentukan kelompok ini nanti saja setelah musim hujan tiba.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;embelian alat dengan mengajak &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt; orang &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;anggota &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;kelompok kerja pergi ke IPB (institut Pertanian Bogor) untuk melihat langsung dan mengikuti pelatihan dari sumber aslinya, dikawal 2 orang tim pengabdian masyarakat (ketua dan 1 anggota). &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;Di Bogor cukup dilakukan dalam waktu satu hari, sehingga total hari perjalanan yaitu bertiga naik KA pagi, siang sampai Jakarta, langsung menuju Bogor dengan KA juga, bermalam satu hari, esok harinya sudah bisa pulang ke Semarang lagi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Pelaksanaan pembuatan lubang biopori di lokasi terpilih. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;Ternyata di luar dugaan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;bahwa dengan mengajak tokoh masyarakat berangkat ke Bogor, dapat menumbuhkan semangat warga untuk antusias membuat lubang resapan biopori di halaman rumah mereka, di sekitar sumur mereka, 10 (sepuluh) alat yang dibeli langsung tersebar ke masyarakat, sampai dengan laporan ini dibuat inventarisasi keberadaan alat masih tersebar di masyarakat. Tim pengabdian sebenarnya berharap agar alat dikumpulkan di rumah ketua kelompok atau ketua RT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:14.0pt;mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;4. HASIL DAN PEMBAHASAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;Kegiatan pengabdian ini efektif berlangsung dari bulan Juni 2009 sampai dengan bulan Agustus 2009, usulan kegiatan sebenarnya direncanakan mulai bulan April 2009 sampai dengan Oktober 2009. Tetapi kepastian disetujuinya baru akhir Mei 2009, tepatnya 29 Mei 2009, sehingga kegiatan baru bisa dilaksanakan bulan Juni 2009, di mana pada bulan itu hujan sudah tidak ada lagi, akibatnya ketika bicara tentang konservasi air dengan mengajak masyarakat untuk memasukkan air hujan sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya ke dalam tanah, mereka merasa seolah-olah kegiatan ini baru akan bermanfaat nanti setelah hujan datang. Baru setelah diajak berlogika bahwa kebutuhan air justru akan terasa terganggu pada saat musim kemarau, dan dengan ketersediaan beberapa tokoh masyarakat untuk membentuk kelompok kerja dalam kegiatan ini, sedikit demi sedikit akhirnya terlaksana pula. Sudah barang tentu harus dengan kesabaran dan menggunakan logika yang ada di masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;Dari sekitar 42 kepala rumah tangga yang selalu ikut dalam sosialisasi, baru 26 rumah yang membuat lubang resapan biopori ini, lainnya menunggu kalau sudah musim hujan nanti, hasil ini sudah bisa dianggap lumayan bagus karena sudah lebih dari 50% peserta yang melaksanakannya. Bagi yang belum melaksanakan, kendalanya adalah pada waktu luang mereka, hari libur (sabtu dan minggu) dimanfaatkan untuk rekreasi dengan keluarga, sebab mayoritas di lingkungan permukiman baru adalah keluarga muda. Sebagian yang lain merasa lahannya sudah tertutup perkerasan semua, sehingga kalau ingin membuat lubang resapan biopori harus membongkar sebagian perkerasan dengan alat pemukul yang keras (linggis, palu, betel, dsb) dimana hal tersebut terasa sulit bagi mereka, sehingga mereka akan menggunakan jasa tenaga kasar (tukang batu) bila ada.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Sebagai gambaran, untuk letak/posisi lubang biopori dapat dijelaskan sebagai berikut, lubang biopori akan dibuat pada dasar saluran pembuangan air hujan, atau pada alur sekeliling batang pohon dan pada batas tanaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Sedangkan mengenai jumlahnya, digunakan dengan perhitungan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Jumlah Lubang = intesitas hujan (mm/jam) x luas bidang kedap (m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;) /&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;laju peresapan air per lubang (liter/jam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Sebagai contoh, untuk daerah &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;Semarang bagian atas (kecamatan Banyumanik) &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;intensitas hujan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;sekitar &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;(50 mm/jam), laju peresapan air perlubang 3 liter/menit (180 liter/jam) pada &lt;st1:metricconverter productid="100 m2" st="on"&gt;100 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/st1:metricconverter&gt; bidang kedap (perkerasan), perlu dibuat lubang sebanyak = &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;(50 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;[intensitas hujan] &lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;x &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;[luas perkerasan, termasuk atap]&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;)/180 = &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;17&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt; lubang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Bila lubang yang dibuat berdiameter &lt;st1:metricconverter productid="10 cm" st="on"&gt;10 cm&lt;/st1:metricconverter&gt; dengan kedalaman &lt;st1:metricconverter productid="100 cm" st="on"&gt;100 cm&lt;/st1:metricconverter&gt;, maka setiap lubang dapat menampung &lt;st1:metricconverter productid="7,8 liter" st="on"&gt;7,8 liter&lt;/st1:metricconverter&gt; sampah organik. Ini berarti bahwa setiap &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;halaman rumah dengan 17 lubang dapat menghasilkan sampah organik 132,6 liter perminggu.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:14.0pt;mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;5. KESIMPULAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;Bahwa ternyata kegiatan yang bersifat untuk memelihara keberlanjutan fungsi lingkungan, khususnya keberlanjutan ketersediaan air yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri, kalau cara mengajaknya kurang sabar dan tidak dengan mengikuti logika berfikir mereka, akan mengalami kesulitan dalam prakteknya. Ketika bisa dijelaskan tentang teknik dan cara konservasi yang bisa dilakukan secara sederhana, masuk di pemikiran masyarakat, bisa mereka terima dengan mudah dan logis menurut mereka, akan disambut dengan baik, dan masyarakat antusias untuk melaksanakannya. Maka dalam hal ini peran motivator sangatlah dominan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;Bentuk konservasi sumberdaya air yang sudah melekat di benak masyarakat Gedawang khususnya dan masyarakat Semarang umumnya, adalah dengan pembuatan sumur resapan seperti yang tertuang dalam aturan ketika mengajukan ijin mendirikan bangunan. Sehingga ketika diberi tahu ada teknologi lain yang lebih murah, mudah dan tidak butuh lahan luas, justru mereka bertanya, bisakah lubang sekecil itu memberi solusi untuk konservasi air tanah? Di sinilah terasa bahwa peran motivator baik dalam memilih orang dan cara penyampaiannya menjadi ujung tombak keberhasilan kegiatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;Lubang resapan biopori yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;dibuat dengan diameter &lt;st1:metricconverter productid="10 cm" st="on"&gt;10 cm&lt;/st1:metricconverter&gt; dan dalam &lt;st1:metricconverter productid="100 cm" st="on"&gt;100 cm&lt;/st1:metricconverter&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;akan menambah &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;luas bidang resapan sebanyak 3&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;140 cm&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; atau hampir 1/3 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;. Dalam hal ini, sudah ada 26 rumah yang membuat lubang dengan jumlah rata-rata sebanyak 10 - 15 per rumah, secara total sudah ada sebanyak 338 lubang, artinya di RW 04 Gedawang ada tambahan bidang resapan seluas sekitar 102 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;, sama dengan luas satu kapling rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:14.0pt;mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;6. UCAPAN TERIMA KASIH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Terimakasih kami sampaikan kepada:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, yang telah membiayai kegiatan pengabdian ini melalui Surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah Kompetitif Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset, Nomor: 018/SP2H/PPM/DP2M/IV/2009, tanggal 1 April 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Rektor Universitas Diponegoro, melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat yang menyetujui terlaksananya kegiatan ini dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Program Penerapan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) dengan nomor kontrak: 91A/H7.3/PM/2009, tanggal 6 April 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Bapak Dr. Ir. Wayan Sukarya Dilaga, MS, selaku ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Diponegoro&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Bapak Drs. Irfan Sutanto, selaku kepala kelurahan Gedawang, kecamatan Banyumanik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Bapak Ir. Dimas Mursid Rahardjo, MS, selaku ketua LPMK kelurahan Gedawang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;6.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Bapak Ir. Suranto, selaku ketua RW 04 kelurahan Gedawang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;7.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;Masyarakat RW 04 kelurahan Gedawang yang tak bisa kami sebutkan satu persatu, atas partisipasinya dalam kegiatan ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.0pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:14.0pt;mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;7. DAFTAR PUSTAKA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;text-indent:-42.55pt"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Kamir R Brata, pengajar pada Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan,&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Fakultas Pertanian&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Institut Pertanian Bogor&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;, Kompas &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;31 &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;anuari 2008&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;15 MANFAAT DARI PEMBUATAN LUBANG RESAPAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;BIOPORI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;text-indent:-42.55pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;______, Kompas &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size: 12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;31 &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;anuari 2008&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:IN"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;ALAT LUBANG RESAPAN BIOPORI DIDAFTARKAN PATEN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;text-indent:-42.55pt"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt;Tim Biopori IPB, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.biopori.com/tim.php"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN;text-decoration:none; text-underline:none"&gt;http://www.biopori.com/tim.php&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt;, &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;BIOPORI TEKNOLOGI TEPAT GUNA RAMAH LINGKUNGAN&lt;/b&gt;, diakses 27 April 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;text-indent:-42.55pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt;Tim Biopori IPB, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.biopori.com/news_atasibanjir.php"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN; text-decoration:none;text-underline:none"&gt;http://www.biopori.com/news_atasibanjir.php&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt;, &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;LUBANG RESAPAN&lt;/b&gt; &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;BIOPORI KURANGI BANJIR&lt;/b&gt;, diakses 27 April 2007&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;text-indent:-42.55pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt; &lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt;Arindra Weimardo, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.wastumaya.com/arsitek-biopori"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN; text-decoration:none;text-underline:none"&gt;http://www.wastumaya.com/arsitek-biopori&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt;, &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;ARSITEK PAKAILAH BIOPORI, &lt;/b&gt;blog arsitektur dan perencanaan ruang, diakses 10 Juli 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:42.55pt;text-indent:-42.55pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3786262114561685227-1248195759194756589?l=parfikh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parfikh.blogspot.com/feeds/1248195759194756589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3786262114561685227&amp;postID=1248195759194756589' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1248195759194756589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3786262114561685227/posts/default/1248195759194756589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parfikh.blogspot.com/2009/10/pengabdian-kepada-masyarakat_05.html' title='PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT'/><author><name>Dosen FT UNDIP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09633120360593815858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_7u-pha9e3h0/STLEyfCxoXI/AAAAAAAAAGE/JVoyL9prDeg/S220/Copy+(2)+of+papahPASFOTO7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3786262114561685227.post-5628103566307052945</id><published>2009-09-01T15:15:00.001+08:00</published><updated>2009-09-01T15:18:12.165+08:00</updated><title type='text'>BEKICOT...alias SIPUT</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Saya teringat kembali semasa saya masih kecil. Tiap pagi hari, di kebun rumah nenek saya sering menemukan banyak bekicot yang merayap perlahan di tembok pembatas kebun. Mereka seperti berlomba-lomba merayap mendaki tembok tersebut.&lt;br /&gt;Dengan isengnya, saya bermain-main dengan ujung jari telunjuk saya menyentuh tentakel mereka yang berbentuk seperti sepasang antena. Setiap kali tentakelnya tersentuh, bekicot akan langsung terkejut. Seketika bekicot akan menyurutkan sepasang tentakel beserta tubuhnya yang lunak berlendir masuk ke dalam cangkangnya, bersembunyi sampai situasi dianggapnya aman kembali.&lt;br /&gt;Tetapi setelah beberapa saat, mereka pasti akan mengeluarkan tubuhnya kembali beserta tentakelnya. Lalu merayap kembali melanjutkan perjalanannya mendaki tembok. Dan pada saat itulah saya kembali menyentuh tentakel mereka satu persatu sambil berteriak kegirangan. Begitulah saya mempermainkan bekicot-bekicot itu secara terus menerus.&lt;br /&gt;Karena merasa bosan, terkadang saya menjatuhkan mereka satu persatu dari tembok dan mencampakannya ke permukaan tanah yang masih lunak karena embun pagi. Tetapi setiap kali mereka terjatuh, mereka akan selalu berusaha merayap kembali mendaki dinding tembok yang sama. Sampai akhirnya saya merasa bosan dan meninggalkan mereka untuk bermain ke tempat yang lain.&lt;br /&gt;Beberapa jam kemudian saya kembali menemui para bekicot yang saya tinggalkan tersebut. Ternyata mereka dengan perlahan telah berhasil mendaki tembok yang begitu tinggi. Begitu tingginya sampai tangan saya tidak dapat menjangkau mereka lagi. Sehingga terbebaslah mereka dari kejahilan saya.&lt;br /&gt;Merenungkan pengalaman saya semasa kecil, saya mendapatkan suatu pelajaran yang sangat berharga. Inilah bagian dari pembelajaran kehidupan atau sekolah kehidupan atau universitas kehidupan (university of life). Pelajaran berharga yang saya ajarkan di Sekolah Bisnis Gratis USB. USB adalah Sekolah Gratis yang saya dirikan untuk membantu para generasi muda agar memiliki kehidupan sukses sesuai dengan pilihan lifestyle mereka sendiri.&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman saya di masa kecil.&lt;br /&gt;Manusia dalam kehidupannya mirip dengan para bekicot yang saya ceritakan tadi. Mereka berlomba-lomba mendaki ”tembok kesuksesan” dalam hidupnya. Tetapi di tengah perjalanan mencapai kesuksesan, nasib sering mempermainkan mereka. Seperti ujung jari telunjuk anak kecil yang membuatnya takut atau merasakan sakit.&lt;br /&gt;Bahkan nasib juga terkadang mencampakkan kita ke tempat yang ”paling bawah”, situasi yang paling tidak diinginkan terjadi. Seperti bekicot yang terkejut tiba-tiba dicampakkan dari atas tembok ke tanah oleh seorang anak kecil. Merasakan sakit dan tidak berdaya. Sepertinya perjuangan selama ini untuk mencapai kesuksesan seketika m
