Postingan

Kurangi Beban Ekonomi Pulau Jawa

Siapa pun tidak akan menyangkal bahwa Indonesia sebenarnya masih dalam posisi beruntung di tengah gejolak ketersediaan pangan dan energi dunia. Kekayaan bumi Indonesia akan hasil pangan dan energi sudah menjadi pengetahuan masyarakat domestik dan internasional meskipun sering terjadi kondisi bahwa kekayaan pangan dan energi itu tidak tecermin dalam ketahanan pangan dan energi Indonesia. Keluarnya Indonesia dari OPEC telah menyadarkan kita atas kenyataan yang sangat pahit di mana Indonesia, yang pernah sangat disegani di OPEC, ternyata telah menjadi negara pengimpor minyak bumi neto. Kenyataan yang hampir mirip juga terjadi pada dua komoditas pangan, yaitu beras dan gula. Terjadinya ketidaksesuaian antara potensi dan kenyataan menimbulkan pertanyaan atas kesungguhan pemerintah dalam menjaga ketahanan energi dan ketahanan pangan. Pertanyaan dasar yang akan timbul adalah apakah kebijakan ketahanan energi dan pangan ini akan lebih menitikberatkan pada kecukupan produksi dan pasokan domesti...

Sedekah Bumi = Apitan

Sedekah Bumi adalah semacam upacara atau jenis kegiatan yang intinya untuk mengingat kepada Sang Pencipta, Allah SWT, yang telah memberikan rahmatNYA kepada manusia di muka bumi ini, khususnya kepada kelompok petani yang hidupnya bertopang pada hasil bumi. Di perdesaan, atau pinggiran kota, yang masyarakatnya hidup dari bertani (palawija, bukan padi) biasanya melakukan kegiatan sedekah bumi. Mereka percaya bahwa dengan bersyukur maka Allah SWT akan menambah kenikmatan-kenikmatan lagi, Allah akan menyuburkan tanah mereka, Allah akan menambah hasil panen mereka, dan Allah akan menghilangkan "paceklik" pada hasil bumi mereka. Maka dari itu, masyarakat dengan sadar dan penuh semangat melakukan kegiatan ritual ini, meskipun dengan cara yang sederhana. Biasanya mereka melakukan dengan cara "pamer" hasil bumi, yaitu karnaval keliling desa dengan mengarak hasil bumi, ada ketela pohong, mangga, durian, jagung, ketimun, petai, dsb, tergantung dari hasil bumi non padi yang mer...

Keajaiban Basmalah

SYAIKH MUHAMMAD AS-SANWANI, Grand Syaikh Al Azhar Mesir yang ke-13, dalam kitabnya yang bernama “Hasyiyah Ala Mukhtashar Ibnu Jamrah” yang berisi penje!asan kitab Mukhtashar Shahih Bukhari, menulis beberapa kisah nyata tentang keajaiban basmalah. Di antaranya, beliau menuturkan, “Suatu ketika Abu Hurairah ra., salah seorang sahabat nabi terkenal, bertemu dengan setan penggoda orang mukmin dan setan penggoda orang kafir. Setan penggoda orang kafir itu gemuk, segar, rapi dan memakai baju bagus. Sedangkan setan penggoda orang mukmin kurus, kering, kusut dan telanjang. Setan gemuk itu bertanya pada setan penggoda kaum mukmin yang kurus, “Kenapa keadaanmu menyedihkan, kau kurus kering, kusut dan relanjang?”. Setan kurus menjawab, “Aku bertugas menggoda orang mukmin yang selalu berzikir dan membaca basmalah menyebut nama Allah. Ketika hendak makan dan minum ia membaca basmalah menyebut nama Allah, maka aku tetap lapar dan haus. Ketika memakai minyak ia menyebut nama Allah, maka aku tetap kus...

Ketika Aku Masih Balita

Gambar
Yang kiri adalah fotoku ketika aku masih balita, aku senang kalau diajak ke foto studio.

ALIH FUNGSI LAWANG SEWU

Gedung Lawang Sewu dibangun secara bertahap sejak tahun 1908 (lihat buku Dokumen Konservasi Bangunan dan Lingkungan, Bappeda kota Semarang, 1988), artinya sampai dengan tahun 2008 ini gedung tersebut sudah berusia 100 tahun. Pada tahun 1920 bangunan tersebut digunakan sebagai kantor pusat Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij yang merupakan salah satu dari kantor-kantor modern pertama yang didirikan di Indonesia. Perencananya adalah Klinkkamer dan Quendaag dari Belanda, dengan gaya neoklasik yang dibuat agak berbeda dari jamannya. Gedung ini menjadi saksi bisu ketika meletus perang ’Lima Hari’ di Semarang, di mana lokasi sekitar Tugu Muda menjadi ajang pertempuran pada saat itu. Setelah jaman kemerdekaan RI, fungsinya diambil alih oleh Angkatan Darat, digunakan sebagai Kantor Badan Prasarana KODAM IV Diponegoro. Namun secara administrasi milik PT. Kereta Api (dulu PJKA). Setelah markas KODAM pindah ke Watu Gong, gedung ini kembali dikelola oleh PT. Kereta Api, dan sering digunaka...

BALI nDESA mBANGUN SEKOLAH

Akhir-akhir ini ramai didiskusikan konsep Gubernur Bibit Waluyo ’’Bali nDesa mBangun Desa’’, sebenarnya apa dan bagaimana konsep itu. Kayaknya hal tersebut barulah pemikiran dasar atau sekedar slogan untuk kampanye calon Gubernur saja. Padahal desa itu merupakan miniatur pemerintahan dan bagian dari negara yang menjadi sumberdaya potensial. Tetapi kondisi desa dari waktu ke waktu tidak semakin bagus melainkan justru bertambah pudar. Orang desa ramai-ramai meninggalkan desa mereka untuk pergi ke kota, migrasi penduduk desa ke kota tak terbendung. Sektor pertanian tak lagi menarik bagi anak-anak muda di perdesaan. Orang-orang kota pun senang dan menikmati hidup dari ’’subsidi’’ orang desa. Dalam rangka program wajib belajar pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun yang harus tuntas pada tahun dekat ini, Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah melaksanakan beberapa program alternatif untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (AP...

Bali nDeso mBangun nDeso

Tulisan ini saya ambil dari Tajuk Rencana Suara Merdeka tanggal 14 November 2008 Judulnya: "Sulitnya Mengejawantahkan ’’Mbangun Desa’’, hal ini saya lakukan sebenarnya hanyalah untuk mencoba, bagaimana hasilnya kalau blog saya ini saya masuki dari sumber lain. Nah inilah wajah tulisan di parfikh.blogspot.com, marilah kita lihat bersama, bisa bagus atau kagak? Diskusi yang digelar Redaksi Suara Merdeka tentang penjabaran konsep Gubernur Bibit Waluyo ’’Bali Ndesa Mbangun Desa’’ Rabu lalu menjadi ajang untuk mempertanyakan sebenarnya apa dan bagaimana konsep itu sebenarnya. Pak Bibit pun mengakui yang selama ini dilontarkan barulah pemikiran dasar atau katakanlah baru dilihat dari kulit luarnya. Sedangkan apa isi yang ada di dalamnya memang belum pernah dirinci dengan jelas. Kerangka kerja ( frame work) atau apapun namanya yang dapat menterjemahkan gagasan tersebut. Di situlah letak persoalan yang sesungguhnya karena tidaklah mudah mengejawantahkan ’’Mbangun Desa’’.Desa merupakan min...