Postingan

Dari KOMPAS, Senin, 3 Januari 2011 | 04:08 WIB

Revitalisasi Islam "Rahmatan lil 'Alamin" Senin, 3 Januari 2011 | 04:08 WIB Di Alexandria, Mesir, malam tahun baru menjadi malam kelabu. Bom mobil meledak di depan Gereja Qadisiyin (Kristen Koptik), menewaskan 21 warga dan 20-an lainnya terluka parah. Kegembiraan bermetamorfosis menjadi nestapa dan kesedihan. Sementara ini, jaringan Al Qaeda diduga aktor di balik aksi barbar tersebut. Tidak hanya itu, selepas aksi teroristik terjadi bentrok fisik antara kalangan Muslim dan Kristen. Bagi warga Mesir, tahun 2011 telah menjadi mimpi buruk dalam konteks hubungan Islam dan Kristen, yang sebenarnya dalam sejarah dikenal harmonis dan toleran. Fakta tersebut merupakan pelajaran terbaik, bahwa perlu perhatian semua pihak agar kerukunan antaragama, khususnya Islam-Kristen, di republik ini senantiasa ditumbuhkembangkan. Survei Moderate Muslim Society mencatat, kelompok Kristen merupakan korban intoleransi terbesar sepanjang tahun 2010, yaitu 34 kasus dari 81 aksi intoleransi....

Sejarah Singkat Nusantara

Gambar
Wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan, antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, atau lebih khusus, Benua Asia dan Australia. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. Persinggahan para pelayar dan pedagang dari berbagai mancanegara telah menjadikan Nusantara sebagai tempat kehadiran semua kebudayaan besar didunia. Bukti-bukti penemuan artefak-artefak seperti prasasti, uang logam dan gerabah memberikan informasi kehadiran bangsa-bangsa besar tersebut. Seperti prasasti berbahasa Tamil ditemukan di desa Lobu Tua pesisir Barat Sumatra (Barus), porselin dan gerabah Cina ditemukan di Palembang, nisan dan uang logam Arab ditemukan di Aceh. Dari penemuan-penemuan tersebut, para arkeolog dan sejarahwan menyusun kronologis sejarah Indonesia. Dapat dikatakan bahwa sekitar seribu tahun lamanya, dari abad ke-5 sampai ke-15, kebudayaan-kebudayaan India mempengaruhi Sumatra, J...

Merefleksikan Pendidikan by Angelina Veni (seri 2)

Gambar
Trust, Expectation, Responsibility Saya kaget banget waktu ujian pertama saya di sini. Kita masuk ke auditorium, duduk sesuka hati, dibagiin kertas ujian, lalu semua lecturer/TA keluar dari ruangan dan nunggu di luar. Ga ada orang yang jaga ruang ujian. Yang ada cuma 1 paragraf di depan kertas ujian “Saya mengerti dan menjalankan Honor Code. Saya tidak menerima bantuan yang tidak diizinkan sebelum, ataupun selama tes berlangsung.” dan tanda tangan kita. Kalau mau mencontek, gampang aja. Di sini murid bener2 dipercaya… Ekspektasi awal orang terhadap murid positif, bukan negatif. Kami dipercaya membuat keputusan sendiri, bahwa kita bisa bertanggung jawab atas kepercayaan itu. Ini tercermin juga dari kelas online wajib AlcoholEdu, tentang alkohol di kampus. Yang menarik, di pendahuluan kelas itu, ditulis : “Kami tidak akan menggurui kamu untuk tidak minum. Kami hanya akan memberikan informasi, dan adalah kebebasan kamu untuk memutuskan.” Ini buat saya breath of fresh...

Merefleksikan Pendidikan - by Angelina Veni

Gambar
Tiga bulan ini sangat berarti buat saya – saya melihat kultur yang berbeda, mengadaptasi cara pandang yang berbeda, merasakan gaya pendidikan yang berbeda. Dalam post ini saya ingin berbagi aspek-aspek pendidikan Stanford yang mengesankan saya, refleksi saya terhadap pendidikan yang saya dapat di Indonesia sebelumnya dan apa yang saya harap bisa diterapkan di Indonesia. Moral, bukan agama Sebulan sesudah saya mulai bersekolah, saya bertemu His Holiness the Dalai Lama saat beliau berbicara di Stanford mengenai compassion. Poin speechnya yang paling berkesan buat saya, adalah ketika beliau bilang bahwa compassion itu tidak melihat agama, dan bahwa pendidikan seharusnya tidak religiocentric atau berpusat pada suatu ideologi agama, namun pada moral values, compassion, yang universal. Menarik, mengingat beliau adalah pemimpin agama. Saya setuju dengan beliau. Rasanya struktur pendidikan agama di Indonesia tidak sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika itu sendiri. Kat...

CARA MUDAH UNTUK MENGETAHUI KEASLIAN UANG

Gambar
Cara mudah untuk mengetahui keaslian uang: uang seribu: lipat menjadi 4 bagian, tekan kuat2 dan buka lipatannya, jika pedang patimura bengkok berarti palsu uang 5 ribu: ambil sisir lalu gesekkan pada uang, jika jenggot imam bonjol rontok berarti palsu uang 10 rb, 20 rb, 50 rb dan 100 rb: letakkan di depan rumah, jika hilang berarti asli

lebih dari 1.000 orang meninggal karena kecelakaan

Gambar
Oleh Soelastri Soekirno Tahukah Anda, tiap hari di Jakarta dan sekitarnya ada tiga orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Artinya dalam setahun, lebih dari 1.000 orang meninggal karena kecelakaan. Sayang, masyarakat dan pemerintah belum melihat hal ini sebagai situasi gawat yang mendesak untuk segera diatasi. Bagi sebagian orang Indonesia, termasuk Jakarta, meninggal karena kecelakaan lalu lintas sudah dianggap hal biasa. Dianggap takdir yang harus diterima. Bisa jadi karena pola pikir seperti itu, akhirnya membuat banyaknya nyawa melayang sia-sia di jalan bukan menjadi sesuatu yang mengejutkan dan memancing perhatian untuk segera dicari jalan keluar. Padahal, kepergian anggota keluarga yang menjadi sandaran hidup secara mendadak sudah pasti memunculkan dampak merugikan bagi keluarga yang ditinggalkan. Yang paling nyata, ekonomi keluarga hancur karena sandaran hidup tiba-tiba pergi untuk selamanya atau cacat tetap. Andi (bukan nama sebenarnya), warga Bekasi, yang dite...

Memuliakan Kehidupan

Gambar
Memuliakan Kehidupan Jumat, 24 Desember 2010 | 02:59 WIB Komaruddin Hidayat Banyak tokoh sejarah yang telah memperkaya dan mewariskan peradaban unggul, baik yang dikelompokkan sebagai figur pembawa ajaran agama maupun tokoh ilmuwan dan negarawan. Salah satunya adalah sosok Yesus Kristus. Sesungguhnya, apa pun kategori seorang tokoh sejarah, pada akhirnya warisannya akan bermuara pada panggung kemanusiaan. Oleh karena itu, untuk menimbang kebesaran dan kontribusi seorang tokoh agama seperti Yesus, akan lebih mudah jika ditempatkan dalam konteks dampak yang ditinggalkan bagi kemanusiaan. Sedangkan aspek teologis dan keyakinan eskatologis biarlah itu menjadi urusan Tuhan. Begitu banyak keyakinan agama di muka Bumi yang tidak mungkin diseragamkan manusia karena pluralitas agama, bahasa, dan bangsa merupakan bagian dari desain Tuhan agar kehidupan menjadi warna-warni. Tentu saja dalam pluralitas itu selalu ada kandungan wilayah yang abu-abu sehingga menjadi bahan perdebatan. S...