Senin, 24 Agustus 2009

Harimau Sheila Dikuliti di Kandang Taman Rimbo


Minggu, 23 Agustus 2009 | 03:31 WIB

Jambi, Kompas - Manusia bisa berperilaku lebih mengerikan dibandingkan dengan harimau. Sheila, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) betina asal Kebun Binatang Ragunan yang telah 20 tahun lebih menempati Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi, diduga diracun sebelum kemudian dikuliti dan dibawa lari segerombolan bandit, Sabtu (22/8) dini hari. Polisi memeriksa lima penjaga dan dokter di kebun binatang tersebut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pencurian Sheila diduga berlangsung dini hari saat kebun binatang nyaris tanpa penjagaan dan tanpa penerangan. Para pencuri diduga masuk lewat belakang kandang, lalu masuk pintu di bagian atas kandang Sheila.

”Selama ini pintu atas kandang memang tidak pernah digembok karena yang masuk ke dalam hanya petugas pemberi makan,” ujar Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Didy Wurjanto.

Menurut Didy, sebelum mencuri, pelaku lebih dahulu memberi umpan daging sapi yang telah dicampur racun kepada Sheila. Setelah diracun, Sheila menjadi lemas, barulah pelaku membunuhnya.

Di kandang itu, petugas BKSDA menemukan sisa umpan daging sapi serta isi perut Sheila yang tidak dibawa pencuri. Pencuri diduga langsung menguliti Sheila lalu membawa sebagian organ tubuh yang dapat dimanfaatkan. Sementara isi perut serta bagian dada dibiarkan tersisa di kandang.

Kepala Poltabes Jambi Ajun Komisaris Besar Bobyanto mengatakan akan menelusuri kasus itu. Polisi kini memintai keterangan dari lima orang penjaga dan seorang dokter di Taman Rimbo.(ITA)


Jumat, 21 Agustus 2009

SELAMAT DATANG RAMADHAN


Alhamdulillah, Insya ALLAH mulai Sabtu 22 Agustus 2009 umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa, salah satu dari lima rukun Islam. Tidak ada bulan yang demikian banyak mendapat sebutan kemuliaan seperti Ramadhan. Nabi Muhammad SAW menyebutnya sebagai bulan berkah, bulan pengampunan, bulan kebaikan, dan masih banyak lagi keutamaannya. Mencerminkan nilai khusus spiritual dari bulan suci itu. Pahala dan hukum yang berkaitan dengan puasa demikian dipandang penting sehingga Allah akan melaksanakan pemberian pahala dan siksa itu. Ini tercermin dalam salah satu hadis Qudsi, ''Semua amal manusia itu adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa ini untuk-Ku dan Aku yang akan mengganjarnya.'' Puasa bila dilakukan sesuai dengan kaidah dan ajaran agama akan menjadi sarana yang kuat untuk memerdekakan kita dari belenggu keinginan, hasrat, dan segala nafsu fisik yang negatif. Di samping itu, akan membersihkan kita dari kekotoran dosa-dosa badani. Rasulullah SAW bersabda kepada sahabat Jabir bin Abdullah Al Anshari. ''Jabir, ini adalah bulan kemuliaan. Barang siapa yang berpuasa di siang harinya dan tetap sadar dan ingat pada Allah di malam harinya, menjaga perutnya dari apa yang diharamkan, dan menjaga kehormatannya dari kekotoran, serta menahan lidahnya maka ia akan terlepas dari dosa-dosa seperti lepasnya bulan Ramadhan dari dia.''
Kini makin disadari bahwa puasa yang dilakukan dengan iman akan memberi pengaruh kepada seseorang yang menjalaninya. Dalam ilmu kedokteran -
termasuk para dokter dari dunia Barat - memuji kaidah-kaidah puasa. Karena, menurut mereka, pengendalian diri merupakan obat paling manjur untuk meredam berbagai penyakit. Mereka menyimpulkan bahwa kemarahan, kebencian, dengki, sakit hati, dan dendam - kesemuanya oleh agama diminta agar kita redam - adalah sikap-sikap yang memperburuk kesehatan karena merusak daya tahan tubuh. Banyak penyakit seperti jantung, hipertensi, dan stroke diperberat oleh sikap-sikap demikian.
Selama puasa kita juga diperintahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta merasakan kehadiran-Nya.

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk mempererat solidaritas sosial serta rasa kasih sayang sesama umat. Dengan demikian, mereka merasakan adanya persamaan yang mengurangi rasa kelebihan dalam mengecap kenikmatan rezeki yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sehingga, akan ada tolong-menolong antara yang kuat dan lemah, kaya dan miskin, baik dalam bentuk zakat, sedekah, maupun infak. Bismillah. Mari kita sambut bulan mulia penuh hikmah ini.

Selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir bathin.