Selasa, 17 Maret 2009

Morfologi dan Lansekap Kota

Kota, baik kehidupan dan lingkungan fisiknya telah terjadi ribuan tahun yang lalu. Kehidupan kota dalam sejarahnya merupakan puncak budaya suatu bangsa. Terutama pada kota-kota yang direncanakan, hal tersebut telah menunjukkan suatu hasil peradaban manusia yang tinggi.


Pada lembah-lembah sungai Eufrat dan Tigris suatu lokasi pertanian yang subur telah menjadi tempat bermukim manusia pada 4000-5000 tahun sebelum Masehi. Kemakmuran tersebut melahirkan kehidupan kota sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan dan agama dan perdagangan. Kota-kota kerajaan (the city stated) merupakan karya kota-kota terencana yang menampilkan lambang-lambang kekuasaan dan ruang-ruang kehidupan yang nikmat. Kota pada jaman keemasan suatu masyarakat pada jaman dahulu dirancang untuk menciptakan suatu “ideal world“. Taman menjadi konsep lingkungan kota untuk menciptakan ideal world tersebut. Maka istilah gardenadalah dari kata Garde of Eden, suatu taman Eden (surga) yang berpagar atau dijaga. Kota-kota pertama yang merupakan pusat-pusat budaya tinggi pada ribuan tahun yang lalu banyak muncul di wilayah tropis kering. Maka keinginan menciptakan ruang yang sejuk, sehat dan indah serta aman merupakan dambaan para raja-raja. Kota Babilonia dibangun di atas bukit dikelilingi sungai. Sungai dikembangkan mengelilingi kota sebagai fungsi : keamanan, transportasi, air minum dan kesejukan. Bukit-bukit dikembangkan teras-teras yang dipenuhi taman-taman di dalam pot karena keadaan tanah yang keras (batu). Jadilah suatu taman gantung, “The Hanging Garden of Babylon“ yang terkenal itu. Iklim mikro diciptakan dengan baik, sejuk dan bersih diatas bukit yang banyak aliran udara, dan tanaman menciptakan oksigen di siang hari diatas bukit. Kota pada ancient world tersebut juga berada dalam konsep kosmologi, kesatuan antara kekuatan alam atau kosmos dan Tuhannya dengan kehidupan manusia yang dilambangkan dalam arti bentuk tata ruang, bangunan, merupakan bentuk-bentuk morfologi kota yang sustainable, yaitu membudidayakan dengan mengagungkan (memitoskan) sumber-sumber kekuatan alam. Inilah the cosmic city yang penuh lambang budaya, kekuatan alam Tuhannya yang digambarkan Kevin Lynch dalam bukunya The Good City Form.

Sejarah arsitektur kota lahir dari model-model taman yang terjadi di Eropa sejak abad pertengahan, dimana kekuatan budaya pada abad tersebut terlindung atau tersisa di dalam kompleks gereja yang dikelilingi tembok. Pada ruang terbuka kompleks tersebut berkembang ilmu taman dengan vegetasinya baik vegetasi yang menciptakan keindahan, kesejukan hingga vegetasi obat-obatan yang dipelihara di taman-taman tersebut (Zucker, 1973).

Setelah akhir abad kegelapan di Eropa kondisi mulai aman dan perkembangan ekonomi membaik maka pada the late Medievalberkembang kota-kota yang bernuansa agamis. Gereja menjadi simbol kota-kota abad pertengahan, perkembangan kota organik yang tumbuh atas kekuatan masyarakat tumbuh secara spontan namun berada dalam kebersamaan. Perkembangan kota organik tersebut mempunyai karakteristik keindahan yang disebut oleh Paul Zucker sebagai the best Picturesque, suatu keindahan yang diciptakan oleh keberagam morfologi kota yang irregular (organik, tidak teratur) seperti lukisan dan harmonis dengan kondisi alam yang selalu tidak geometris. Lukisan adalah hasil goresan yang tercipta oleh kehalusan perasaan, tidak beraturan tetapi berpola, warna-warni bercampur namun menunjukan keharmonisan. Organic pattern terbentuk oleh sentuhan manusia yang melakukan keharnonisan antara private needdan common will berkembang secara organis tumbuh dan beradaptasi dalam the passage of time dengan kekuatan serta  sifat alam yang non geometris.

Sifat-sifat Cosmic City dengan pola irregular maupun yang regular juga terjadi pada hampir semua settlement tradisional di dunia ini, kota-kota arab Medina dengan pola organik membentuk labyrinthsettlement pedesaan di Jawa dengan keharmonisan terhadap topografi, rumah-rumah pedesaan bertebaran di perbukitan Tawangmangu namun tetap mempunyai arah atap yang sama, demikian juga pola grid pemusatan permukiman pedesaan dikelilingi sawah-sawah mempunyai landmark Masjid sebagai simbol kesatuan sosial  dan kekuatan religius. Pola regular planned settlement juga terjadi dan berkembang menjelang Renaissance di Eropa.

Pada era Renaissance yang mana kekuatan raja telah menggeser kekuatan gereja, design lingkungan secara regular (diagram) menciptakan taman-taman yang dilakukan dari Château (atau Puri dalam bahasa Jawa, rumah bangsawan atau kaum borjuasi) hingga pada skala kota dan alam seperti istana raja Louis 14Château de Versailles. Aspek lambang, estetika, kesehatan lingkungan, sustainabilitas dan monumental menjadi kesatuan ide dalam kota-kota taman yang menyatukan peradaban manusia dan alam. Kota Yogya dan Solo dibangun melalui Planned settlement keraton yang bersifat lambang kosmologis seperti diuraikan sebelumnya sebagai kota yang mengagungkan alam dan Tuhan. Dalam sistem aristokrasi inilah peradaban dan morfologi kota-kota pra industri yang penuh sentuhan rasa dan keagungan kosmos telah mewariskan sejarah citra budaya menjadi sumber desain kota (Design quarry).

Minggu, 15 Maret 2009

PARTAI TANPA ANGGOTA

Sejak krisis keuangan global, yang merebak lebih dari satu setengah tahun silam, telah banyak peringatan akan ancaman kemiskinan global.

Indonesia tidak luput, terseret gelombang pemutusan hubungan kerja yang berujung kemiskinan, akibat krisis yang melemahkan pertumbuhan ekonomi.

Bappenas memprediksi upaya penurunan kemiskinan bakal tertahan. Berdasarkan asumsi dan parameter Bappenas, jumlah orang miskin bakal lebih tinggi dibandingkan target APBN 2009 (Kompas, 13/2). Memang, angka-angka tersebut masih lebih rendah dari 35 juta orang miskin pada tahun 2008 yang diperkirakan oleh Badan Pusat Statistik.

Meskipun baru asumsi, angka-angka mengkhawatirkan itu tidak mustahil jadi kenyataan. Kondisinya bisa lebih parah jika tidak ada langkah antisipasi memadai.

Inflasi tinggi menyebabkan daya beli masyarakat anjlok, terutama yang berpenghasilan rendah. Pertumbuhan ekonomi rendah memperkecil penyerapan pekerja, sementara pencari kerja terus membanjir masuk pasar kerja sehingga penganggur bakal terus bertambah. Kedua indikator itu menjadi katalisator permasalahan kemiskinan.

Kita akui, berbagai kebijakan penanganan kemiskinan dan pengangguran akibat dampak krisis global untuk tahun 2009 telah dicanangkan pemerintah. Misalnya, bantuan langsung tunai selama dua bulan, alokasi 15 kilogram beras untuk 18,2 juta rumah tangga sasaran, perluasan daerah program keluarga harapan, ekspansi program nasional pemberdayaan mandiri (PNPM). Belum lagi stimulus proyek infrastruktur sebagai lokomotif pergerakan berbagai bisnis, sehingga ada potensi penyerapan tenaga kerja langsung maupun tidak langsung sekitar 3,9 juta orang.

Kalaupun semua itu dilaksanakan, apakah persoalan beres? Nyatanya, belum semua program berjalan, kita sudah dicemaskan soal kemungkinan kepulangan ratusan ribu tenaga kerja Indonesia dari luar negeri. Mereka tentu bakal menambah hiruk-pikuk pasar kerja.

Selain faktor eksternal, dari internal kita sendiri seolah tak ada habisnya. Dampak perubahan iklim, misalnya, kian ekstrem. Gelombang tinggi, banjir, longsor, badai, kian sering memorakporandakan ladang kehidupan rakyat.

Menghapus pengangguran dan kemiskinan, memakmurkan bangsa, memang target maksimal dan cita-cita luhur para founding fathers. Karena itu, siapa pun presiden berikut kabinetnya, itu akan selalu menjadi tantangan berat, dan isu yang sangat mudah dipolitisasi.

Menurut hemat kita, dibutuhkan antisipasi berupa perencanaan dan implementasi yang inovatif disertai kerja ekstra keras dan sungguh-sungguh. Bukan sekadar diomongkan, dicanangkan, lalu urusan dianggap beres.

Hal-hal kecil acap kali mendorong masyarakat untuk mengatasi masalahnya sendiri. Tetapi hal-hal kecil itu pun terkadang tidak bisa berjalan pada tahapan implementasi, hanya karena presiden, menteri, kepala daerah berbeda latar belakang partai. Ironis.

Padahal kita semua sudah tahu bahwa pemimpin negeri ini dalam bertindak, mengambil keputusan, harus berprinsip demi negara bukan demi partai, sayangnya, kalau partai tidak mendapatkan manfaat secara langsung dari program pemerintah yang berkuasa, atau program itu tidak mampu mengangkat popularitas partai dimata masyarakat secara luas, maka partai tersebut akan berusaha mati-matian untuk mengganjal pelaksanaannya, akan menghadang dengan segala macam cara supaya tidak terlaksana, dsb.

Itulah gambaran negeri multi partai yang masyarakatnya belum siap berpartai. Muncullah banyak partai tanpa anggota, hanya pengurus saja....hiks. Aneh.
(Tajuk Rencana KOMPAS, dengan tambahan)

Petuah Bijak dari Mario Teguh

Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan

Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan

Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu

Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah

Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda

Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan

Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang

Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan

Senin, 02 Maret 2009

Buat AMBAR PUSPO GALIH

Hallo Ambar, selamat ya semoga cepat lulus dan menjadi sarjana yang baik serta bermanfaat, amin

Sdr Ambar bertanya tentang Bunderan UGM
Karena tidak menjelaskan secara rinci, maka asumsi saya Bunderan UGM adalah ujung jalan masuk ke kampus UGM yang dari arah jalan Cik Di Tiro (RS Panti Rapih)

Bunderan ini sudah ada sejak saya masih sekolah di SMP, yaitu sekitar tahun 1968an
Saat itu, di bunderan UGM ini kayaknya menjadi satu2nya boulevard yang ada di Jogya, menjadi tempat rekreasi baru untuk bersepeda, belajar naik motor dan setir mobil, jalannya halus, pemandangan bagus, lalu lintas masih sepi.
Tetapi efek sampingannya, menjadi ajang trek2an (balapan motor) pemuda di Jogya, sebab saat itu Jogya pernah menjadi ajang balap motor Nasional di Lanuma Adisucipto, yang tampil saat itu pembalap motor top Indonesia, Beng Suswanto, dkk. Sehingga balap motor menjadi tren anak muda di Jogya.
Dari Bunderan ini kita bisa melihat Gunung Merapi dengan jelas, dengan latar depan gedung Balairung UGM, seolah2 Balairung ada di kaki gunung, indah sekali saat itu.

Pola Bunderan ini kayaknya mengambil gaya transportasi model Rusia, seperti di Bundaran HI Jakarta, tujuannya untuk memecah kepadatan arus lalu lintas di perempatan dengan cara membuat/menambah lebar manuver kendaraan, sehingga kendaraan tidak menumpuk di satu titik. 
Yang berkembang sekarang, perempatan dibuat dengan rancangan baru model Amerika/Jepang yaitu dengan pola daun semanggi, daerah baru yang padat sudah sedikit yang membuat pola perempatan dng bunderan.

Yang jelas mestinya Buderan dan Boulevard tsb bisa menjadi Landmark untuk UGM, akan lebih bagus kalau ada sculpturenya.

Sekarang sudah lain kondisinya, padat sekali di jalur tersebut, sayang sekali.
Mestinya kalau mau menghidupkan bunderan harus juga menata jalur transportasinya, jadi dilihat konektingnya dengan sistem transportasi kota keseluruhan, jangan sampai Bunderan jadi tumpuan jalur untuk ke utara, timur, selatan, dan barat kota. Perlu dibuat jalur jalan baru yang memadai untuk menyebar kepadatan lalulintas.

Demikian mbak Ambar, selamat n TQ